
"Bagaimana kalau Tukijem!" Ucap Zephyr mencoba menamai lagi Systemnya
[Tuan sudah tidak bisa menganti Nama Sistem]
"Lahhhh... kan tadi suruh namai apa saja?." Balas Zephyr bingung dengan System
[Hanya ada satu kali kesempatan untuk menamai Sistem]
"Hidihhhhhh... kamu nya aja yang gk mau nama Paijo, Tukijem, Brewok, Tekek, Cungkring, Memdot, As*. lyakan?." Ucap Zephyr dengan wajah berseri-seri.
[Bukan begitu Tuan, karena Tuan sudah memilihkan Nama Sistem dari pertama kali menamai. Jadi Sistem tidak bisa di beri nama lagi mulai dari sekarang.]
"Sekarang? jadi dari tadi boleh kan?." Zephyr bertanya kepada Hikari. makin hari makin Konslet progamnya." pikir Zephyr
"kenapa diem Jem?" tanya Zephyr jahil.
[Nama saya Hikari Tuan.]
"Nah itu ngomong. Dahlah, BTW mana hadiah Mobilku?. kan aku sudah belanja ampek uang ku abis." Tanya Zephyr karena dari tadi tidak ada Notifikasi.
[Saya lupa Tuan. Misi Habiskan Uang 1 Millyar. Selesai!. Hadiah: Bugatti La Voiture Noire.]
Hadiah sudah ada di Garasi Rumah Tuan.]
"Wihhhhh... cepet banget kerjanya jem" Ucap Zephyr senang dengan Hikari.
[Nama saya Hikari Tuan]
Zephyr memgabaikan ucapan Hikari, dan melanjutkan perjalanan menuju Rumah, saat di perjalanan ia bisa melihat ada anak kecil yang sedang di hajar oleh beberapa orang.
Akhirnya Zephyr memberhentikan Vanenonya di pinggir jalan,bdan langsung buru-buru berjalan menghampiri anak kecil yang sedang di hajar itu. Jika di perhatikan lagi orang yang sedang menghajar anak kecil tersebut merupakan preman.
"Aku udah kuat begini masak takut sama kronco" Batin Zephyr membranikan diri untuk bertarung.
"Woiii Berhenti ******!" Teriak Zephyr, akhirnya mereka berhenti memukuli Anak kecil itu, dan perhatian mereka ter alihkan ke arah Zephyr.
"Kenapa lo? sok jagoan? Hahhhh... bocah bau ingus koyok ko-" Ucapanya terpotong.
"Anj*ng ni orang, gk usah Bac*t!" Tanpa pikir panjang Zephyr memukul hidung preman sampai ada bunyi tulang patah.
Bukk
Preman1 pingsan, Zephyr kembali melihat ke empat preman lainya, mereka nampak kebingungan, dan tersadar setelah persekian Detik. Preman2 Dan 3 maju secara bersamaan, Preman2 menonjok ke arah wajah Zephyr, sedangkan preman3 Menendang perut bagian kanan Zephyr. kombinasi yang hebat, jika itu orang lain mungkin orangnya tidak selamat.
Seakan-akan waktu melambat, pukulan dan tendangan mereka melambat di mata Zephyr. Zephyr menuruti instingnya, menendang perut Preman2 dan mencengkram kaki preman3 lalu ia banting tubuh si preman3. Zephyr hanya membutuhkan beberpa detik saja, akhirnya dua orang yang tadi langsung tumbang.
Brakkkk*
bughh*...
__ADS_1
"Are.... kenapa kepalaku kayak digigit semut ya?" Batin Zephyr merasa geli di bagian kepalanya.
Saat Zephyr menoleh kebelakang, ia melihat dua orang memegang balok, dan balok dari salah satu preman itu
sudah tinggal ganggangnya saja.
"kok gk kerasa ya? Bodo amat" Batin Zephyr heran.
Zephyr juga mengambil balok. Setelah ia mengambil Balok yang di sandarkan di tembok pagar orang, ia maju dengan mengayunkan baloknya ke bagian kepala preman5 yang memukulnya tadi.
Brakkk*
Naasnya Balok yang di Pegang Zephyr langsung meremukkan Tengkorak preman5.
Kaki Preman4 sudah gemeteran, merasa sudah kalah telak ia berniat lari.
"Hey-hey... Mau lari? oh tidak bisa bro" Zephyr melempar balok kayu yang ada di tangannya dan Balok kayu yang ia lempar melesat dengan cepat ke arah si Preman4
Bukkkkk*
"Headtshot... Nice... Kena kepela! hehe... makin hari makin jago nih" Ucap Zephyr sembari memandangin para preman yang sudah tumbang.
[Dinggg.. Misi tersembunyi Terselesaikan. Bantu Seorang anak kecil yang sedang dalam masalah. Selesai.
Hadiah: Airbus H225 Super Puma.]
"Wihhhhh... dapet barang mahal lagi ini mah." Ucap Zephyrbsenang.
Zephyr menoleh ke arah anak kecil yang sedang meringkuk. Jika di lihat lagi anak keci itu umurnya sepuluh tahunan.
"Ya ampun... makin hari kok makin aneh aja, kemarin ada gadis cantik di Jual?, sekarang ada anak kecil di Pukuli? Anak ini salah apa coba, kok bisa sampai di pukuli sama Preman." Batin Zephyr heran.
"Heyyy... kamu tidak apa-apa kan? kalau ada yang luka biar Kakak antar ke rumah sakit."' Ucap Zephyr berdiri menghalangi cahaya matahari, ia seperti siluet di pandangan anak kecil itu.
"Te-terimaksih Paman a-aku gak a-apa-apa." Ucap anak itu dengan gugup.
"Tak usah gugup gitu, ayo ikut Kakak kerumah sakit, mau di sembuhkan luka kamu ini. Biar tidak infeksi." Ajak Zephyr sambil memandang anak Kecil itu.
Entah kenapa anak kecil itu hanya menunduk, selang beberapa saat ia akhirnya berbicara.
"I-itu... aku punya a-adik, ja-jadi aku harus pulang dulu." Jawab Anak itu gemeteran.
"Kalau begitu biar Kakak antarkan" Ucap Zephyr sambil tersenyum, dan mengelus rambut Anak kecil itu.
Zephyr bisa melihat ada banyak warga disana. Kenapa mereka tak menolong anak kecil yang dipukuli Preman? bukankah nanti akan bahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian, pikir Zephyr. Ia hanya bisa menggelengkan Kepala melihat sikap para Human yang ada di sana.
Sudah jelas, ada Anak kecil yang dipukuli. Tapi mereka hanya tutup mata, malah buka Telinga lebar-lebar, seakan-akan mereka hanya ingin mendengar saja. Dan tidak mau bertindak.
"Emmmm Ituuuu.. Rumah aku Jauh Kak." Ucap Anak itu sambil memainkan Jarinya, seperti para wibu introvert jika ingin berbicara.
__ADS_1
"Gk apa-apa, ayo ikut kakak. Nanti kamu tunjukin jalanya." Ucap Zephyr sambil menggandeng tangan Anak Kecil itu untuk menyebrang jalan.
Anak Kecil yang namanya saja Zephyr tidak tahu. Di sepanjang perjalanan Zephyr di arahkan menuju tempat tinggal anak itu, perjalanan dari tempat tadi sampai ke tempat tinggal anak itu membutuhkan 7 Menit, dengan kecepatan Mobil 50 Km/h.
Zephyr terbengong-bengong. Anak kecil ini ternyata tinggalnya di Panti asuhan. Kenapa ia bisa berada di sana tadi?
"Bukanya ini Panti ya? kenapa kamu bisa ada disana tadi?." Tanya Zephyr kepada Anak itu, jauh lo tempatnya tadi, apa lagi ia berjalan kaki dari sini sampe sana.
"Ituuu... aku hanya ingin jalan-jalan" Balas Anak kecil itu sambil Malu-malu.
"Rezaaa!!" Teriak Wanita dari dalam panti, dan berlari ke arah Zephyr dan Anak yang bernama Reza itu.
"Kemana aja tadi! Mbak tadi udah cariin kamu!" Ucap Wanita itu marah-marah, ada rasa khawatir yang terpancar dari Ucapan yang keluar dari Kata-katanya.
"Ummm... Maaf Mbak, tadi Reza hanya jalan-jalan" Balas Reza Sambil menunduk malu.
"Kenapa dengan muka mu ini?." Ucap wanita itu tambah khawatir ketika melihat luka lebam di wajah reza.
"It-itu..." ada rasa enggan saat Reza ingin meceritakan kejadian tadi.
"Owhhhh...Itu tadi ada preman yang mukulin Reza, jadi aku langsung bantu." Ucap Zephyr sambil mengelus kepala Reza.
"Aduhhh... Maaf ya mas udah ngerepotin." Wanita Itu sama sekali belum melihat ke arah Zephyr, dan langsung menunduk meminta maaf.
"Tidak apa-apa, Reza masih kecil." Ucap Zephyr sambil tertawa.
"Untunglah Mas ini gk marah, malah baik. Udah kaya, liat aja mobilnya. Kerennnn Banget" Batin Wanita itu.
"Owhhh... iya, namanya siapa ya Mbak?." Zephyr bertanya.
"Ehhhh.. Maaf Mas, Nama saya Ratih," Ucap Ratih memperkenalkan diri.
"Ratih? hmm, kok namanya kaya familliar ya." Batin Zephyr mencoba mengingat nama Ratih di benaknya
"Perkenalkan juga nama saya Zephyr." Ucap Zephyr memperkenalkan dirinya sambil tersenyum karna ia sudah ingat yang punya nama Ratih.
"kaya pernah denger itu nama? dimana ya?." Batin Ratih, karena penasara ia menoleh ke arah Zephyr, Ratih hanya diam memandangi wajah Zephyr sambil tersenyum getir.
"Hehehehehehe.... Weleh-weleh, Udah lama gak ketemu lu tambah cakep aja."' Ucap Ratih sambil merangkul Leher Zephyr.
"Iya lu juga, CEWEK GENDENG" Balas Zephyr memalingkan muka.
"Eitttt.... Mana bisa gua di panggil gitu, gua itu Bos lo tau." Ucap Ratih yang saat ini mukanya sudah kayak Preman.
"Bossss... gimana bisa Cewekkk Gendeng bisa jadi bos." Ucap Zephyr sambil melepaskan dekaman Ratih.
Ratih ini saat SMP dulu, bisa di bilang Preman Wanita di Sekolah, bukan main-main nakalnya. Zephyr aja yang ganteng ini sering di Bully, giamana kata Dunia kalau Calon Penguasa nasibnya yang dulu sering di Bully sama Cewek, mau taruh di mana muka Zephyr?
"Hehehehe... gua gk nyangka ketemu ama lo Cong." Ucap Ratih cengengesan.
__ADS_1