Fei Yin

Fei Yin
Ch. 12 - Pembunuh


__ADS_3

Pembersihan Sumsum adalah pondasi terpenting dalam kekuatan seorang pesilat. Tidak seperti 3 pondasi lainnya yang perkembangannya dapat disokong dengan sumberdaya, Pembersihan Sumsum hanya dapat dilakukan dengan usaha pesilat itu sendiri.


Untuk membersihkan sumsum, seorang pesilat harus mengeluarkan kotoran yang menumpuk di dalam sumsum mereka semenjak mereka lahir menggunakan qi secara berkala, dan saat sumsum mereka bersih dari kotoran tersebut, sumsum dapat menerima lebih banyak qi yang mengalir di tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.


Dengan pikiran yang sudah 100 tahun di depan, Fei Yin mengetahui bahwa proses Pembersihan Sumsum bisa dipercepat dengan sebuah eliksir atau campuran tanaman-tanaman yang biasa dijadikan pil pelatihan oleh pesilat.


Hanya saja salah satu bahan pembuatan eliksir itu tidak dapat ditemukan bahkan di Rumah Harta Giok cabang Fengshui sekalipun. Alasannya sederhana, salah satu bahan eliksir tersebut adalah sebuah tanaman langka yang tidak berguna, sehingga mereka merasa tidak ada keperluan untuk mencarinya.


Apalagi tanaman tersebut hanya tumbuh di sekitar tempat tinggal siluman yang dinamakan Beruang Merapi, siluman yang jika usianya sudah menginjak ratusan tahun menjadi sangat merepotkan karena memiliki kekuatan api yang mengerikan.


...\=\=\=...


Di malam hari, Fei Yin sedang berjalan-jalan mencari udara segar setelah berendam beberapa jam di kolam air panas bersama ayahnya.


“Suasana malam kota Fengshui benar-benar indah..”


Lentera kertas yang digantung di setiap bangunan kota Fengshui membuat kota ini menjadi begitu terang walau malam ini bulan tidak menampakkan diri.


Fei Yin hanya tersenyum kecut karena mengingat kembali saat kota Fengshui berubah menjadi medan pertempuran antar pesilat di kehidupan sebelumnya.


‘Aku akan menjaga kota ini..’ batin Fei Yin.


Tiba-tiba saja Fei Yin merasakan nafsu membunuh di sekitarnya. Ia segera mencari keberadaan pemilik dari dengan melompat ke atas atap sebuah bangunan.


Matanya menyisir dengan tajam hingga ia menemukan beberapa orang berpakaian hitam tertutup sedang mengawasi sebuah bangunan yang ia yakini sebagai penginapan.


‘Mereka adalah kelompok pembunuh..’ Fei Yin bergerak cepat dan senyap, memperpendek jaraknya dan juga para pembunuh itu.


Ada 7 orang pembunuh yang mengawasi penginapan dalam jarak dekat, sementara ada 5 lagi yang mengawasi dalam jarak jauh, namun kelima pembunuh itu terlihat berbeda dengan tujuh pembunuh yang mengawasi penginapan.

__ADS_1


Sebuah senyuman tipis terbentuk di wajah Fei Yin, ‘Siapa yang mereka incar? Apakah orang itu terus membuat masalah sehingga ada dua kelompok pembunuh dengan asal yang berbeda mengincar nyawanya?’


Fei Yin mulai menerka-nerka dan juga mengingat-ingat berita yang sedang dibicarakan di kota Fengshui beberapa hari belakangan ini, namun sayangnya ia tidak pernah berkeliling kota selama ini sehingga ia tidak mengetahui banyak.


‘Sebaiknya aku awasi saja mereka..’


Fei Yin mencari tempat aman yang tidak dapat dilihat dari sudut manapun kecuali dari arah bangunan penginapan, setelah nyaman dalam posisi itu Fei Yin terus menunggu apa yang akan dilakukan oleh dua kelompok pembunuh yang berasal dari organisasi yang berbeda itu.


Sejujurnya Fei Yin tidak ingin melakukan ini, dia ingin membunuh semua pembunuh itu dan menyisakan salah satunya untuk mengorek informasi, namun ia masih terlalu lemah saat ini, sementara itu para pembunuh memiliki tingkatan setidaknya Pengakaran Roh, bahkan bisa saja mereka sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi dan mampu menggunakan unsur.


‘Kapan mereka akan bergerak..’


Fei Yin mulai menguap karena malam sudah lumayan larut. Selama 2 jam ia mengamati para pembunuh yang juga mengamati para pembunuh yang juga mengamati penginapan.


Baru saja Fei Yin ingin memejamkan matanya sambil menunggu, 7 pembunuh melakukan pergerakan dan memasuki penginapan lewat jendela di lantai dua. Tak seberapa lama, 5 pembunuh juga mulai bergerak dan masuk ke penginapan itu.


Fei Yin memiliki sebuah rencana untuk mengadu domba dua kelompok pembunuh itu, mereka yang menang akan mendapatkan hadiah yaitu tiket menuju alam baka edisi spesial dari Fei Yin.


“Ehem.. Huft...” Setelah membersihkan tenggorokannya, Fei Yin menarik nafas cukup dalam.


“Penyusup-!” ia berteriak dengan suara yang telah dialiri dengan qi. Suara yang Fei Yin hasilkan cukup berat, tidak seperti suara anak 9 tahun pada umumnya karena wajar saja, ia memiliki tubuh laki-laki berusia 15 tahun terlepas dari usianya yang jauh lebih mudah.


“Siapa yang berteriak-!” tujuh pembunuh yang masuk duluan dan sudah sangat dekat dengan ruangan target mereka terkejut.


Dengan segera mereka ingin kembali keluar tapi langkah mereka terhenti saat melihat 5 orang pembunuh lainnya yang baru memasuki penginapan.


“Siapa kalian? Apakah ini adalah rencana kalian?” tanya salah satu dari 7 pembunuh.


“Aku tidak tahu.. Tapi kami tidak akan membiarkan kalian yang membunuh target kami..” pembunuh yang berdiri di depan 4 rekannya menarik pedangnya. Pedang itu perlahan dilapisi oleh petir berwarna kuning.

__ADS_1


Tentu saja 7 pembunuh terkejut bukan main, “Darimana asal kalian? Mengirim seorang Inti Roh untuk misi pembunuhan..”


“Cih.. Tidak ada gunanya mengulur waktu.” pembunuh Inti Roh mendengus dan memberi tanda pada 4 rekannya untuk ikut maju bersamanya.


Sementara itu 7 pembunuh mengeratkan gigi mereka, jelas situasi akan menjadi tidak terkendali jika masing-masing dari lima pembunuh itu adalah pesilat Inti Roh.


“Tahan mereka menggunakan formasi! Aku akan membunuh target kita!” pembunuh itu memisahkan diri dari 6 rekannya dan bergerak menuju ruangan targetnya.


“Tunggu-!” keenam rekannya tak percaya bahwa ia meninggalkan mereka.


“Sial! Dia yang terkuat di antara kita, jika dia bersama kita maka aku yakin kita bisa mengalahkan mereka dengan formasi..” rutuk salah satu pembunuh.


Karena tak ada jalan lain, keenam pembunuh itu mulai membentuk formasi dan menahan gempuran serangan 5 pembunuh lainnya. Mereka bernafas lega setelah mengetahui 4 pembunuh lawan hanya berada di tingkat Pengakaran Roh.


Pertarungan pun tak terhentikan di lantai dua. Para tamu yang menyewa kamar terbangun saat mendengar suara pertarungan, tapi tidak ada yang berani keluar karena tak ingin terkena imbasnya.


Bahkan beberapa pesilat yang menyewa ruangan di penginapan itu lebih memilih menetap di kamar dan tidak ikut campur atau sekedar melihat. Mereka bisa merasakan tekanan hebat dari luar yang berarti pertarungan itu melibatkan pesilat dengan praktik yang tinggi.


Sementara itu salah satu pembunuh yang memisahkan diri sudah sangat dekat dengan pintu ruangan yang disewa targetnya, namun seorang pemuda berdiri di salah satu sisi dinding sambil tersenyum penuh makna padanya.


Ia mengabaikan pemuda itu walau perasaannya menjadi buruk begitu melihatnya, hanya saja ia harus segera membunuh targetnya sebelum keenam rekannya ditekan atau kalah.


Sebelum tangannya menyentuh pintu ruangan sang target, sebuah serangan energi bergerak ke arahnya. Insting yang telah ia asah selama bertahun-tahun bekerja dengan baik, sehingga ia dapat menghindari tepat waktu.


Energi serangan itu menembus pintu dan meninggalkan bekas besar seperti sayatan. Ia hanya menenggak ludah. Dirinya yakin jika serangan itu mengenainya maka ia akan terluka parah.


Perhatian pembunuh itu teralihkan pada pemuda yang berdiri dengan tenang di tempatnya. Pemuda itu masih tersenyum namun senyuman yang ia tampilkan sedikit berbeda.


‘Senyum pembunuh para pembunuh..’ gumamnya sedikit ngeri.

__ADS_1


__ADS_2