
Fei Yin hanya menghela napas panjang begitu ia meninggalkan meja makan. Suasana makan malam hari ini begitu menegangkan karena kehadiran Chu Qinian, membuat semua orang sulit untuk menikmati makanan mereka, kecuali Fei Yang.
Di dalam kamarnya, Fei Yin mulai duduk bersila dan mencerna informasi yang ia dapatkan tepat setelah cahaya misterius masuk ke keningnya saat ia berada di dunia formasi lukisan Fisik Langit dan Bumi.
Hanya ada beberapa informasi yang ia dapatkan, seperti tentang dunia naga, dimana ras naga yang menguasainya, tingkatan kekuatan ras naga, dan juga sebuah teknik.
“Pengerasan Sisik Naga? Menarik...” gumam Fei Yin. Ia mulai masuk ke dalam meditasi mendalam untuk memahami teknik tersebut.
Setelah beberapa jam berlalu, Fei Yin membuka matanya dan tersenyum tipis, ‘Teknik ini tidak biasa. Pantas disebut sebagai teknik para naga.’
Yang membuat Fei Yin heran adalah bagaimana bisa gulungan Fisik Langit dan Bumi menampung teknik yang berasal dari peradaban ras naga?
Masih ada 16 hewan lainnya di dalam lukisan itu, dan Fei Yin yakin bahwa setiap hewan itu mewakili teknik spesial yang dimiliki oleh setiap hewan tersebut.
‘Darimana Klan Fei mendapatkan gulungan Langit dan Bumi?’ pertanyaan ini terus membekas di pikiran Fei Yin hari ini.
Bagaimana bisa Klan Fei memiliki harta tak bernilai seperti ini? Lukisan dalam gulungan Langit dan Bumi bahkan lebih berharga daripada semua kemampuan yang pernah ia pelajari seumur hidupnya.
‘Aku akan memahami teknik ini besok...’ Fei Yin menguap panjang dan membaringkan tubuhnya.
...\=\=\=...
Siang esok harinya, setelah berlatih dengan tombaknya, Fei Yin duduk bersila di bawah pohon yang terletak di area belakang Klan Fei. Ia ingin memahami Pengerasan Sisik Naga lebih jauh.
Hasil meditasi mendalam kemarin malam tidak membuahkan banyak hasil karena ia hanya memahami beberapa hal dasar dari Pengerasan Sisik Naga.
Contohnya adalah tahapan dalam teknik tersebut, yaitu; Sisik Kayu, Sisik Batu, Sisik Besi, Sisik Emas, dan yang terakhir Sisik Berlian.
Untuk meningkatkan kekerasan dari sisik naga, ia harus menahan kerusakan dengan sisik yang telah ia miliki. Sisik tersebut bersifat permanen, jadi apabila sisiknya rusak maka sisik tersebut akan beregenerasi dengan sendirinya seperti anggota tubuhnya yang lain.
__ADS_1
‘Menggunakan energi kehidupan untuk mengubah struktur kulit...? Apakah akan berhasil? Aku telah mencobanya menggunakan qi tapi gagal. Coba saja...’
Ternyata teori Fei Yin berhasil. Dia merubah struktur kulitnya berdasarkan petunjuk yang ia dapatkan ilmu Pengerasan Sisik Naga. Perlahan, kulit di telapak tangan atas Fei Yin menjadi lebih kasar.
Dalam waktu satu batang dupa, bagian tersebut sudah berubah menjadi sisik kecoklatan. Namun, teksturnya masih begitu kasar dan tidak beraturan.
“Bentuknya jelek sekali, aku harus membentuk ulang!” Fei Yin merasa kurang puas.
Kulit di tangannya berubah seperti semula dan ia memulai kembali proses pembentukan sisik naga. Fei Yin menghabiskan waktu setengah jam untuk membentuk sisik yang sempurna seperti sisik naga di dunia lukisan.
‘Begini lebih baik.’ batinnya sambil tersenyum puas.
Fei Yin berencana untuk mencoba ketahan jemari tangannya jika dilindungi oleh sisik naga. Dengan ancang-ancang untuk meninju, Fei Yin melepaskan pukulan yang mengandung setengah dari kekuatan fisiknya tanpa sedikitpun qi pada sebuah batu besar.
Hasilnya cukup mengejutkan. Sebuah lubang besar disertai belasan retakan menjalar di batu itu. Luar biasanya lagi tangan Fei Yin tidak mengalami sakit sedikitpun.
“Heh... Seharusnya aku bisa mengeluarkan pukulan yang lebih kuat tanpa takut menghancurkan tanganku.”
Hari itu dihabiskan oleh Fei Yin untuk membentuk sisik lainnya di tangan kirinya. Sisik yang telah ia bentuk dapat ia muncul/hilangkan sesuka hatinya, jadi ia tidak perlu waktu puluhan menit untuk membentuknya lagi.
Keesokan harinya di depan Aula Tetua, telah berkumpul 20 Tetua Klan Fei, sisanya tidak dapat hadir, Fei Tian, Chu Weilan dan juga saudara kembar Fei Yin dan Fei Yang.
“Yin'er... Yang'er, jaga diri kalian baik-baik ya..” Chu Weilan mengelus kepala Fei Yang dengan lembut.
Dia merasa khawatir, namun tidak ada rasa enggan untuk melepas kedua putranya untuk melihat dunia luar. Wanita itu tahu bahwa akan ada hari dimana anak-anaknya akan berpergian dan jauh darinya.
“Terimakasih sudah mengkhawatirkan kami, Bu. Yin'er akan kembali setelah lelang selesai.” ucap Fei Yin.
Fei Yang ingin mengatakan sesuatu namun Fei Tian sudah duluan angkat bicara, “Sudah saatnya kalian berangkat.”
__ADS_1
“Yang'er, ingat apa yang telah Ayah ajarkan selama beberapa hari ini. Dunia persilatan itu sangat keras, jika kau tidak mampu beradaptasi maka kau akan mati. Tapi, jika kau bisa bertahan maka kau akan disegani. Itu adalah pemikiran yang harus ditanam baik-baik di dalam hati! Mengerti?”
Fei Yang hanya mengangguk dengan senyuman tipis. Ia tidak terlalu memikirkan tentang dunia persilatan dan kondisinya, ia hanya peduli bagaimana kondisi dunia luar itu, apa yang akan ia temui, dan siapa saja yang akan menjadi temannya nanti.
Sementara itu, Fei Yin hanya menggeleng saat melihat wajah cerah Fei Yang dengan sorot mata yang haus akan petualangan, ‘Banyak pemuda yang memiliki semangat yang sama dengan Yang'er saat mereka pertama kali menginjakkan kaki di dunia luar, namun itu akan berubah 180 derajat begitu mereka kembali.’
Fei Yin merasa akan ada banyak rintangan dalam perjalanan kali ini. Bukan hanya faktor lingkungan dunia luar yang keras, tapi juga faktor dari dalam. Beberapa Tetua yang hadir sekarang menunjukkan wajah yang tidak mengenakan padanya dan adiknya.
Fei Yin yakin bahwa mereka telah merencanakan sesuatu di dalam perjalanan ini, dan sesuatu itu adalah hal yang tidak baik. Maka ia harus senantiasa waspada terhadap sekitarnya nanti.
Dengan kekuatan yang Fei Yin miliki sekarang, bukan hal yang sulit baginya untuk membunuh pesilat Pengakaran Roh tahap akhir dalam beberapa ratus jurus.
Jadi ia cukup yakin dengan kemampuannya untuk melindungi diri sendiri apabila para orang tua itu mengirim beberapa pembunuh dan menargetnya.
Lain ceritanya apabila mereka menyewa orang-orang dengan praktik Inti Roh, bukan satu tapi beberapa. Fei Long akan kesulitan untuk melindungi Fei Yin dan Fei Yang.
“Ayo berangkat!” Fei Long datang dengan membawa dua ekor kuda dengan tubuh kekar.
“Wah, kuda apa ini? Mereka sangat keren!” dengan mata berbinar, Fei Yang mengitari kedua itu dengan antusias.
Kedua kuda itu mengangkat kepala mereka dengan tatapan sombong seolah mereka mengerti kekaguman Fei Yang pada tubuh mereka.
“Ibu, Ayah. Yin'er berangkat dulu.” Fei Yin menundukkan tubuhnya pada Fei Tian dan Chu Weilan.
Kedua orang tuanya itu tersenyum tipis dan memeluknya dengan erat, “Jaga dirimu baik-baik. Jaga Yang'er juga.” bisik Chu Weilan.
“Jangan lakukan hal yang berbahaya, keselamatan adalah yang utama.” Fei Tian menambahkan.
“Terimakasih, Ayah, Ibu.” Fei Yin membalas senyuman mereka dengan hangat. Ia merasa terharu karena selama hidupnya tak pernah ada yang mengkhawatirkannya saat ia sedang berpergian, sekarang ia bisa merasakan perasaan itu.
__ADS_1
Setelah mengucapkan beberapa kalimat perpisahan antara satu dan lainnya, dan juga beberapa nasehat yang Fei Tian berikan pada Fei Yang, akhirnya perjalanan tersebut dimulai.