Fei Yin

Fei Yin
Ch. 25 - Dunia Lukisan


__ADS_3

Fei Yin menghabiskan 5 ribuan emas untuk setiap bahan yang diperlukan untuk eliksir khusus, ia juga membeli beberapa pil Embun Napas yang merupakan pil untuk mempercepat proses pengumpulan qi bagi pesilat yang praktiknya berada di dasar.


Selain membeli puluhan pil Embun Napas, Fei Yin tidak lupa membeli belasan pil bernama pil Kabut Energi. Pil ini berfungsi untuk memberikan qi sesuai dengan 30% kapasitas dantian seseorang, namun qi yang di berikan bersifat sementara dan hanya bertahan selama 10 menit.


Bisa dibilang ini adalah pil yang wajib dibawa oleh pesilat saat berpergian karena qi yang dikumpulkan di dalam dantian mereka tidak selamanya penuh, dan saat penuh pun mereka akan menggunakan qi tersebut untuk merombak dantian.


“Uangku tidak berkurang sedikitpun.” sudah 9 bulan semenjak Fei Yin mendapatkan uang hasil bagi untung dari penjualan Pil Pemurnian Darah di kota Fengshui, tapi uangnya tidak berkurang sepeser pun.


Hal tersebut dikarenakan setiap bulan, Klan Fei akan memberi jatah bulanan bagi anggotanya. Jumlah yang diberikan juga berbeda tergantung status atau tingkat praktik mereka.


Fei Yin yang berstatus sebagai putra Patriark Klan dan juga seorang jenius nomor satu di Klan Fei mendapatkan 350 emas dan 10 pil Embun Napas setiap bulannya, berbeda dengan anggota muda lain yang hanya mendapatkan 50 emas serta 3 pil Embun Napas.


Tidak ada yang berani protes dengan keputusan jatah bulanan Fei Yin, karena tak ada yang bisa menyangkal bahwa Fei Yin adalah seorang jenius langka, bahkan bisa disandingkan dengan mereka yang berasal dari sekte besar atau Klan Kaisar.


Hari ini begitu terik terlepas dari fenomena yang sebelumnya terjadi di langit, namun Fei Yin belum sarapan daging siluman jadi ia bergegas pulang untuk memasak dan makan.


...\=\=\=...


Di area belakang Klan Fei, terlihat Fei Yin sedang bermeditasi dengan keringat membasahi badannya yang tidak tertutupi pakaian, napasnya tampak berat dan sedikit tidak beraturan.


Beberapa menit berlalu begitu saja, kondisi Fei Yin sudah membaik. Sekarang ia berencana untuk mengumpulkan qi, tapi seseorang mengejutkannya dari belakang.


“Ha!”


Fei Yin tidak kaget, melainkan menatap sosok itu dengan tajam. Sementara orang yang ingin mengejutkannya hanya cengengesan, “Hehe, sudah kuduga Yin-gege tidak akan terkejut.”


“Apa yang kau inginkan, Yang'er? Menemanimu menangkap jangkrik?” tanya Fei Yin.


Fei Yang menggeleng ringan, kemudian sebuah pedang yang tersarung rapi muncul di atas telapak tangannya, “Tolong latih Yang'er, Yin-gege..”

__ADS_1


“Tunggu, darimana kau mendapatkan pedang itu?” tanya Fei Yin dengan alis naik.


“Dari Ayah tadi. Katanya aku harus membawa senjata untuk melindungi diri sendiri.. Namun, Yang'er masih belum terbiasa untuk menggunakan pedang, jadi bisakah Yin-gege menjadi lawan bertarung Yang'er?” tanya Fei Yang dengan wajah memohon.


Fei Yin tak mampu menolak permintaan Fei Yang, wajah memelas adiknya begitu menggemaskan, membuatnya tak tega untuk menolak. Entah karena ia sudah terlalu lunak atau memang itu adalah kelemahannya.


“Baiklah.”


...\=\=\=...


Fei Yang benar-benar memiliki bakat alami untuk bermain pedang. Padahal ia baru saja memulai berlatih dasar pedang satu tahun yang lalu dari Chu Weilan, ia juga tidak menggunakan pedang yang sesungguhnya untuk berlatih selama setahun itu, tapi penguasaannya sudah begitu baik.


Walau Fei Yang hanya menguasai gerakan yang sangat mendasar dan baru bisa melakukan belasan gerakan kombinasi, tapi pencapaian itu sudah cukup luar biasa.


“Ayo kembali..” Fei Yin mengangkut Fei Yang ke pundaknya, karena adiknya itu terlalu lelah setelah berlatih tanpa henti selama beberapa jam.


“Yin-gege.. Yang'er sangat ngantuk...”


Fei Yin tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Adik kembarnya itu tidak mendapatkan tidur yang cukup, karena Fei Tian tiba-tiba membawa mereka ke Aula Tetua sebelum fajar menyingsing.


“Aku juga mengantuk..”


Sesampainya di rumah mereka, Fei Yin membaringkan Fei Yang ke kasurnya dan membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi. Setelah itu, ia kembali ke kamar untuk membaca gulungan Fisik Langit dan Bumi.


Gulungan Fisik Langit dan Bumi tidak berisi tulisan seperti gulungan teknik pada umumnya, melainkan ada sebuah lukisan dari 17 jenis hewan dengan bentuk unik yang saling berhadapan di sebuah formasi pegunungan.


“Tekniknya di jelaskan dalam sebuah lukisan. Pencipta teknik ini benar-benar tak biasa..” tak banyak teknik yang disampaikan dalam lukisan. Sepanjang hidup Fei Yin, ia hanya beberapa kali menemukan teknik yang metode pengajaran yang demikian.


Andai saja ia adalah Fei Yin sang Komet Darah, maka tak sulit baginya untuk memahami maksud dari lukisan tersebut. Ia bisa menggunakan hawa sejatinya untuk menelisik ke dalam formasi dunia di dalam lukisan itu.

__ADS_1


Sayangnya, ia hanya bisa mengandalkan qi untuk masuk ke dalam formasi lukisan, jadi hal yang bisa ia pelajari dari Fisik Langit dan Bumi saat ini sangat terbatas.


“Woah.. Ini-?” Fei Yin merasa tercengang saat menemukan dirinya di atas sebuah jalan menanjak. Di kiri dan kanannya hanya terdapat hutan bambu yang begitu lebat.


‘Ehm... Berdasarkan lukisan, siluman-siluman itu berada di atas pegunungan. Mungkin aku bisa mengikuti jalan ini untuk sampai ke puncak.’ batinnya.


Fei Yin pun mulai berjalan menuju puncak. Satu jam, dua jam, tiga jam, bahkan hingga delapan jam waktu yang ia butuhkan untuk berjalan ke puncak.


Entah kenapa tidak terpikirkan olehnya untuk berlari menggunakan teknik meringankan tubuh supaya mempercepat perjalanannya. Ia begitu menikmati setiap langkahnya menuju puncak gunung bambu itu.


Sesampainya di puncak gunung, pemandangan yang disuguhkan sangat menakjubkan. Tak pernah sekalipun dalam kehidupan Fei Yin menyaksikan pemandangan seperti ini.


Ratusan gunung yang dasarnya tertutup awan, matahari yang akan terbenam dan bulan yang berada di sisi sebaliknya. Ada belasan hewan raksasa pada panorama itu, salah satunya adalah seekor naga dengan sisik emas, surai yang terbuat dari api putih pekat, benar-benar naga yang gagah.


Fei Yin merasa naga itu berbeda dengan hewan-hewan yang lain, karena beberapa bagian dari tubuhnya bergerak seperti kumis dan surainya yang tercipta dari api, sementara hewan lainnya seperti membeku layaknya patung.


‘Lemah..’


Fei Yin tersentak kaget saat mendengar sebuah suara di dalam pikirannya. Tak perlu banyak waktu baginya untuk mengetahui bahwa naga yang melayang di langit adalah pemilik suara tersebut.


‘Bagaimana bisa keturunan naga sangat lemah? Bagaimana kau memiliki wujud manusia sementara dirimu sangat lemah!’


“Itu-” Fei Yin ingin menanggapi.


Namun, ‘Kau masih terlalu lemah! Aku akan memberimu teknik pelatihan kaum naga! Bagaimana seorang keturunan naga yang perkasa bisa begitu lemah?! Dasar lemah!’ naga itu terus mengatai Fei Yin, membuatnya sedikit jengkel.


Perasaan jengkelnya tidak bertahan lama karena sebuah cahaya melesat cepat ke arah keningnya dan masuk begitu saja ke dalam kepalanya.


Selanjutnya, Fei Yin menemukan dirinya berada di dalam kamarnya, “Yin'er! Bangunkan Yang'er, dia belum mandi kan? Suruh dia mandi, kemudian makan malam bersama, ya!” terdengar panggilan dari Ibunya.

__ADS_1


“Baik, Bu!” Fei Yin membalas.


__ADS_2