Fei Yin

Fei Yin
Ch. 21 - Fei Tian II


__ADS_3

“Yin'er-! Yang'er!”


Saat pagi buta, Fei Yin terbangunkan karena seseorang mengetuk pintu kamarnya. Bukan Fei Yin saja yang terbangun, Fei Yang juga terbangun.


Fei Yin yang pertama berdiri kemudian ia mengambil pakaian di dalam lemari sebelum membangunkan Fei Yang yang masih setengah sadar.


“Yin-gege?” Fei Yang mengucek matanya kemudian turun dari kasurnya. Ia pun berjalan mengikuti Fei Yin yang sedang membuka pintu.


Saat pintu terbuka, terlihat seorang pria gagah berusia 30an berdiri di depan pintu kamar mereka. Terlihat beberapa kerutan di wajahnya sehingga Fei Yin menyimpulkan bahwa pria ini baru saja menghadapi masalah yang sulit.


“Ayah! Yang'er begitu merindukanmu! Ayah kemana saja selama ini?” Fei Yang langsung bereaksi dan berlari memeluk Fei Tian.


“Hah.. Ada hal penting yang harus ayah urus. Sepertinya ayah juga melewatkan sebuah momen menarik.” ucap Fei Tian sambil menoleh ke satu arah.


Fei Yin sedikit penasaran sehingga ia mengeluarkan kepalanya dari ambang pintu dan melihat ke arah yang sama.


Terlihat Chu Qinian sedang berdiri di depan pintu kamarnya dengan ekspresi rumit saat melihat sosok Fei Tian. Di dalam hatinya ada dua perasaan saat melihat Fei Tian, yaitu benci karena keberadaan Fei Tian lah, kakaknya rela meninggalkan masa depannya yang cemerlang di Rumah Persik.


Namun, jika mengingat kembali ucapan Chu Weilan, Qinian tak bisa menyalahkan Fei Tian karena kakaknya hanya menjadi seorang ibu saat ini. Chu Weilan memiliki hidup yang bahagia dan dari Fei Tian lah Chu Weilan di anugerahi dua orang anak.


Chu Qinian tak tau harus bersikap apa. Dia tidak bisa bersikap kasar atau dingin pada Fei Tian karena pria itu bisa saja tersinggung dan mengusirnya, sementara itu dirinya masih diburu, “Maaf Patriark Fei. Saya adalah Chu Qinian, adik dari Chu Weilan.” Chu Qinian memberi hormat pada Fei Tian karena merasa tatapan matanya telah menyinggung Fei Tian.


Fei Tian hanya menghela napas sambil mengangkat tangan kanannya, “Pantas saja kau begitu mirip dengan Weilan. Sudahlah, aku sangat sibuk saat ini. Katakan pada Weilan, aku yang membawa Yin'er dan Yang'er keluar.”


Setelah mengatakan itu Fei Tian memberi tanda pada Fei Yin dan Fei Yang untuk mengikutinya, “Ayah, bolehkah aku mandi terlebih dahulu?” tanya Fei Yang sebelum mereka melangkah.

__ADS_1


“Nanti saja.” jawab Fei Tian singkat, membuat Fei Yang sedikit merajuk dan membuang muka.


Melihat sikap Fei Yang yang kekanakan di depan ayahnya membuat Fei Yin tak bisa untuk tidak menasehatinya, “Yang'er, kau sudah di usia yang seharusnya bersikap sedikit lebih dewasa. Apalagi kamu berasal dari klan besar, jadi seharusnya sedikit menjaga sopan santun.”


Fei Yang tampak tidak peduli dengan ucapan Fei Yin karena ego nya sebagai anak-anak sangat tinggi, sehingga Fei Yin hanya bisa menggelengkan kepalanya beberapa kali.


“Ngomong-ngomong, kenapa ayah membawa kami pagi-pagi sekali?” Fei Yin mengalihkan pertanyaannya pada Fei Tian.


“Kau ingat tentang paman Fei Long yang akan mewakilkan klan Fei di lelang yang diadakan oleh Rumah Harta Giok di Ibukota? Kita akan membahas tentang perjalanan ini sekaligus mengirim Yang'er ke sekte.” jawab Fei Tian.


Fei Yang yang sebelumnya membuang muka kita menatap punggung ayahnya yang berjalan di depan, “Sekte? Yang'er tidak mau! Yang'er mau disini saja!”


“Hah.. Sudah kuduga.” gumam Fei Tian disertai helaan napas.


Pria itu berhenti berjalan, aksinya diikuti oleh kedua putranya. Fei Yin sendiri mengerti bahwa Fei Tian akan menasehati Fei Yang sehingga ia berjalan agak jauh dari mereka dan lebih memilih untuk bermeditasi.


Dari pengamatan pesilat tersebut, Fei Yin dikatakan selalu berlatih. Jika tidak berlatih dengan tombaknya, maka dia akan menyempurnakan pondasinya sehingga kekuatannya terus meningkat dari hari ke hari.


‘Tetapi, darimana Yin'er mendapatkan pusaka roh? Bahkan dalam laporan pusaka roh miliknya adalah pusaka roh raja. Harganya bisa mencapai jutaan emas. Jutaan emas itu setara dengan penghasilan bersih klan Fei selama sepuluh bulan.’


Jika penilaian Fei Tian tidak salah, maka


dengan pondasi Fei Yin dan kemampuan tombaknya sekarang serta bantuan pusaka roh rajanya, maka Fei Yin dapat mengimbangi seorang pesilat Pengakaran Roh tahap tengah dengan bakat rata-rata.


Hanya saja perhitungan Fei Tian salah. Ia mengira bahwa pondasi Fei Yin baru selesai 60% atau lebih, padahal pondasinya jauh dari itu bahkan ada satu pondasi yang sudah sempurna walaupun salah satu pondasinya baru selesai seperempat.

__ADS_1


Dengan kondisi pondasi Fei Yin saat ini, ditambah dengan jumlah qi, kemampuan tombak, dan juga kemampuan khusus dari Tombak Naga Azur, maka tidak sulit baginya untuk mengalahkan seorang Pengakaran Roh tahap menengah dalam 100 jurus.


Pandangan Fei Tian kembali jatuh pada Fei Yang setelah menatap Fei Yin begitu lama. Dalam hatinya ia bertanya kenapa Fei Yang tidak memiliki bakat seperti kakaknya? Atau kenapa Fei Yang tidak seberuntung kakaknya.


Wajar saja Fei Tian bertanya seperti itu karena perbandingan antara Fei Yin dan Fei Yang seperti langit dan bumi! Mereka ada dalam waktu bersamaan tapi begitu berbeda dalam waktu bersamaan.


Fei Yin bersikap begitu dewasa, tenang dan berbakat, sementara itu Fei Yang sangat kekanakan, ceroboh, dan tak bisa diandalkan. Tentu saja ini masih sebagian kecil perbedaan Fei Yin dan Fei Yang.


Sementara itu jika Fei Yin dapat membaca pikiran Fei Tian tentang bakat Fei Yang, ia pasti akan tertawa terbahak-bahak. Di kehidupan pertamanya Fei Yang dianggap sebagai manusia paling berbakat di dunia persilatan.


Walau banyak rumor yang mengatakan bahwa Fei Yang mendapatkan warisan dewa atau semacamnya, tidak ada yang dapat membantah bahwa ia termasuk salah satu tokoh terbesar dalam aliran putih di waktu muda.


Jika bukan karena ia memegang peran penting dalam sebuah sekte, maka ia bisa saja menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi bahkan berpotensi menjadi seorang dewa. Namun, bagi Fei Yin itu adalah dongeng. Menjadi seorang dewa? Mereka bahkan tidak tahu seperti apa dewa itu dan seberapa kuat mereka.


“Ayah, kenapa Yang'er harus pergi ke sebuah sekte? Yang'er hanya ingin disini. Yang'er bisa bertemu dengan ibu, ayah, dan Yin-gege setiap hari. Jika Yang'er pergi ke-”


Fei Tian menepuk pundak Fei Yang dengan wajah serius, “Ayah, ibu, dan Yin'er tidak selamanya berada di sisimu. Bagaimana jika kami nanti berada dalam bahaya dan tidak cukup kuat untuk melindungi diri, siapa yang akan melindungi kami?”


“Yakinlah Yin'er. Orang-orang menjadi kuat saat mereka jauh dari orang yang mereka sayangi. Kau ingin bertambah kuat dan menjaga kami, bukan?”


“Maka dari itu berlatihlah sungguh-sungguh, dengan begitu saat kau pulang nanti kau masih bisa melihat kami dalam kondisi yang masih bernapas.”


Fei Yin terbatuk-batuk beberapa kali mendengar nasehat dari Fei Tian yang tidak masuk akal, ‘Aku mengerti maksud yang ingin ayah sampaikan. Tapi takutnya Fei Yang tidak akan mengerti-’


“Baiklah ayah aku mengerti!” ucap Fei Yang dengan tegas, sorot matanya berubah penuh dengan semangat.

__ADS_1


“Pufftt! Itu bekerja-?!”


__ADS_2