
“Yin-gege... Capek-” Fei Yang mengeluh sambil menyandarkan tubuhnya pada Fei Yin.
Fei Yin menghela napas kemudian menyentil telinga adiknya, “Kita baru bergerak selama 2 jam.” jawabnya.
Fei Yang menunjukkan wajah cemberut, namun Fei Yin tidak dapat melihatnya, “Gege.. Lihat!” Fei Yang tiba-tiba menunjuk sesuatu di depan.
Fei Long dan Fei Yin serentak menatap ke arah yang ditunjuk oleh Fei Yang, tapi mereka tak dapat melihat apapun kecuali jalanan yang di kedua sisinya terdapat pepohonan.
Fei Yin menyentil telinga Fei Yang dengan sedikit tenaganya, membuat adiknya meringis dan merengek, “Ah! Kenapa Yin-gege menyentil Yang'er?!”
“Kau ini seakan-akan melihat sesuatu yang mengejutkan. Tapi hanya ada jalanan kosong di depan.” celetuk Fei Yin, ia berpikir bahwa Fei Yang hanya bergurau.
Fei Long yang mendengar interaksi keduanya hanya tertawa kecil sambil terus menyimak, “Oh, kukira awan hitam di atas sana adalah hal yang mengejutkan.”
Lagi-lagi Fei Yin dan Fei Long memindahkan pandangan mereka dengan serentak, kini mereka menatap langit di depan mereka yang ditutupi oleh awan tebal yang gelap.
“Ah...” Fei Long membuka mulutnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia sudah cukup sering berkelana dan mengetahui bahwa awan segelap itu bukanlah hal baik, apalagi dengan kondisi mereka sekarang.
“Yin'er, pacu kuda lebih cepat. Kita harus mencari tempat untuk berteduh!” ucap Fei Long sembari memacu kudanya.
Fei Yin tidak membantah dan mulai memacu kudanya agar berlari lebih cepat. Fei Yin tahu apa yang Fei Long khawatirkan, dirinya sendiri sudah sangat berpengalaman dalam hal yang namanya berpergian, sehingga dengan sekali lihat ia tahu seburuk apa badai yang dibawa oleh awan gelap yang mereka lihat.
“Tunggu-! Kenapa kita malah mendekatinya! Kenapa kita tidak kembali ke Fengshui saja?” tanya Fei Yang, ia sudah merasa tidak nyaman saat perlahan langit menggelap dan angin berhembus lebih kencang, apalagi suhu udara yang kian menurun.
“Awan jenis itu bergerak dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari lari kuda kita tanpa membawa penunggang. Jika kita berlari kembali ke Fengshui maka akan butuh waktu satu jam, sementara itu badai akan datang paling cepat dua puluh menit lagi.” Fei Long menjelaskan.
“Apakah ada tempat berteduh di sepanjang jalan ini?” tanya Fei Yin.
“Tenang saja-! Ada sebuah penginapan di jalan ini, hanya saja paman tidak tahu berapa jarak kita dengan penginapan itu. Semoga saja kita bisa mencapainya dalam waktu kurang dari dua puluh menit.”
Beruntungnya, setelah bergerak maju selama 15 menit, mereka menemukan sebuah penginapan di sisi kanan jalan. Dengan segera mereka mendekati penginapan itu karena cuacanya sudah sangat buruk.
__ADS_1
“Berhenti!” saat Fei Yin dan Fei Long ingin memarkirkan kuda mereka ke dalam parkiran kuda, dua orang pria bersenjata mendatangi mereka bertiga.
“Penginapan ini telah disewa seluruhnya oleh Tuan Muda kami! Kalian tidak boleh memasukinya!” ucap salah satu pria bersenjata itu.
Fei Long mengerti akan situasinya, namun kondisi cuaca sekarang tidak memungkinkan untuk mereka melanjutkan perjalanan, mereka harus segera berteduh ke dalam penginapan dan kuda mereka juga harus diparkirkan di kandang agar tidak kedinginan.
“Tolonglah, lihat cuacanya sekarang. Kami tidak bisa berlama-lama di luar. Kami juga bisa membayar untuk beberapa kamar pada Tuan Muda kalian.”
Kedua pria itu saling bertatapan setelah mendengar permohonan Fei Long, mereka sebenarnya tidak tega untuk membiarkan orang lain menghadapi cuaca buruk sementara mereka enak-enakan di dalam bangunan yang hangat.
“Kenapa kalian tidak masuk? Cuacanya sudah sangat buruk-. Ah, siapa mereka?” seorang pemuda yang tampak berusia 18 tahun keluar dari pintu penginapan dengan wajah khawatir.
“Tuan Muda! Cuacanya sudah semakin buruk! Sebaiknya anda tidak keluar!” ucapan pria bersenjata membuat pemuda itu menghentikan langkahnya untuk keluar dari pintu penginapan.
“Maka dari itu, cepatlah masuk! Ajak ketiga Tuan dan Tuan Muda itu juga!” teriaknya, kemudian ia menjauh dari pintu dan tidak terlihat lagi.
“Baiklah, Tuan Muda!” keduanya tersenyum lega, mereka merasa sangat puas melayani seorang Tuan Muda yang begitu baik.
Fei Long mengangguk, “Yin'er, Yang'er.. Masuklah duluan, paman akan memarkirkan kuda kita terlebih dahulu.” ucapnya.
Tanpa membantah, Fei Yin menarik lengan adiknya untuk segera masuk ke penginapan,
Tepat setelah memasuki penginapan, keduanya merasa hangat dan nyaman kembali.
‘Fiuh.. Sudah sangat lama aku merasa tidak nyaman saat menghadapi badai. Perasaan seperti ini membuatku semakin menikmati kehidupan.’
Banyak hal yang bisa dinikmati saat melakukan petualangan, salah satunya adalah perasaan saat menghadapi berbagai kondisi dan rasa puas saat mampu menghadapinya dengan baik.
Dapat merasakan perasaan yang sudah lama hilang ini membuat Fei Yin begitu bersemangat untuk merasakan lebih banyak sensasi petualangan nantinya.
“Yin-gege... Baunya sangat enak..” Fei Yang menarik baju Fei Yin saat ia mencium aroma masakan yang begitu nikmat.
__ADS_1
“Kenapa kalian berdua berdiri di sana? Gunakan kamar di lantai dua dan segera kering kan tubuh kalian.” pemuda yang sebelumnya mengizinkan mereka masuk berbicara.
“Terimakasih, Tuan Muda!” Fei Yin menangkupkan tinjunya pada pemuda itu, Fei Yang juga mengikuti sikap kakaknya.
Kemudian Fei Yin membawa Fei Yang menuju lantai dua. Di sana, telah menunggu seorang pria setengah baya yang tersenyum ramah pada keduanya.
“Kalian berdua bisa menggunakan dua kamar di pojok itu. Pelayan kami telah menyiapkan handuk kering untuk mengeringkan tubuh.” ucapnya dengan ramah.
Fei Yin berterimakasih atas petunjuk pria itu dan segera berjalan ke salah satu kamar di pojok. Sebelum memasuki kamarnya, Fei Yin mengeluarkan sepasang pakaian untuk Fei Yang, karena dia yang menyimpan kebutuhan dasar untuk adiknya.
“Cepat ganti pakaian mu agar tidak kedinginan.” pesan Fei Yin. Badai sudah dimulai semenjak mereka memasuki penginapan, sehingga suhu udara turun dengan perlahan walau mereka berada di dalam bangunan.
“Ehn.” Fei Yang mengangguk.
Saat sedang mengeringkan pakaiannya, Fei Yin dapat mendengar suara pintu ruangan di sampingnya terbuka, ia mengira bahwa Fei Long yang memasuki ruangan tersebut.
Selepas mengganti pakaiannya, Fei Yin ingin berbaring, tapi terdengar ketukan pintu dari luar, “Siapa?” tanyanya.
“Ini Paman Fei Long.” mengetahui Fei Long yang memanggilnya, Fei Yin langsung membuka pintu.
“Ada apa, Paman Long?”
“Tuan Muda yang menolong kita mengajak kita bergabung dengan mereka untuk makan siang.” jawab Fei Long.
Fei Yin mengangguk, ‘Aku lupa sekarang masih siang. Cuacanya benar-benar buruk hingga membuat siang terasa seperti malam.’ batinnya.
Setelah mengatakan itu, Fei Long mendatangi pintu kamar Fei Yang dan mengatakan hal yang sama pada bocah itu.
Ketiganya menuruni tangga bersama. Begitu menginjakkan kakinya di lantai dasar, pemuda yang duduk di salah satu meja langsung memanggil mereka.
“Tuan Muda, terimakasih telah membiarkan kami berteduh. Anda bahkan mengajak kami makan bersama. Saya pasti akan membayar kebaikan anda dengan setimpal.” ucap Fei Long.
__ADS_1
“Tak perlu sungkan! Duduklah, makanannya masih hangat. Sangat enak jika disantap di cuaca seperti ini.” Tuan Muda itu tertawa kecil.