
Saat dr. Virman sudah tidak terlihat, Novi pun langsung menutup pintu kamar kembali. Setelah menutup pintu dia langsung mendekati Vita sambil senyum² sendiri.
"Oyy kenapa lu senyum² sendiri?? udah gila yah lu" Ucap Vita sambil tertawa.
"Iss apaan sih lu sok tau" Ucap Novi cemberut.
"Yaudah apaan, cerita dong sama gue" Ucap Vita tersenyum.
"Ihh sumpah hari ini gue seneng banget!!" Ucap Novi dengan kekehan kecil nya.
"Seneng kenapa?? " Tanya Vita sambil menaikan satu alis nya.
"Pertama lu udah sadar dan yang kedua gue ketemu dokter ganteng" Ucap Novi senyum² sambil teriak².
"Hustt.. berisik tau ga ini rumah sakit" Ucap Vita dengan menaruh jari telunjuk nya dibibir nya.
"Heheh iya² maaf²" Ucap Novi cengengesan.
"Ouhh jadi lu suka sama tuh dokter" Ucap Vita sambil melirik kearah Novi sambil tersenyum.
"Emang kenapa?? " Ucap Novi bingung.
"Gapapa sih tapikan lu lihat sendiri kalo tuh dokter dingin banget kaya batu es" Ucap Vita.
"Iya juga sih tapikan kalo udah cinta mah kan beda" Ucap Novi cengengesan.
"Cie² yang udah tau cinta²an, semoga aja jodoh yah" Ledek Vita dengan harapan.
"Aamiin ya Allah" Ucap Novi bersemangat sambil tersenyum.
"Yaudah sekarang lu makan dulu yah" Ucap Novi sambil mengambil makanan yang telah dibawakan suster untuk Vita.
"Gamau ah gaenak" Ucap Vita.
"Ihh lu tuh harus makan, kan lu dari kemarin lu ga makan²" Ucap Novi.
"Ihh tapi itu hambar banget" Ucap Vita sambil menunjukan nampan yang berisi makanan.
"Yaudah lu makan buah nya aja yah" Bujuk Novi pantang menyerah.
"Hemm.. yaudah deh" Ucap Vita menyetujui.
Novi pun mengupaskan buah apel untuk Vita dan langsung menyuapkan ke Vita.
__ADS_1
"Nov sini gue aja" Ucap Vita ingin makan sendiri.
"Udah biar gue yang suapin lu, lu kan masih sakit" Ucap Novi sambil menyuapi.
"Tapi gue bisa kok kalo buat makan mah" Ucap Vita.
"Yaudah sih gapapa, gue tuh gamau lu sakit lagi dan lu ga boleh cape²" Ucap Novi perhatian.
"Yaudah deh. Btw makasih yah" Ucap Vita tersenyum.
"Iya sama-sama, tenang aja sih" Ucap Novi tersenyum tulus.
Novi pun lanjut menyuapi Vita makan sedang kan Vita mengecek handphone nya yang sudah ingin rusak tapi masih bisa digunakan.
Vita melihat banyak panggilan dari Ilal, tetapi handphone nya agak sedikit error sampai tidak terdengar nada dering.
"Ya Allah ka Ilal kemarin telfon gue berkali-kali" Ucap Vita sambil menujukan layar handphone nya yang rusak ke Novi.
"Yaudah lu telfon balik aja" Ucap Novi memberi saran.
"Tapi handphone gue error Nov" Ucap Vita sambil mengotak ngatik handphone nya.
"Yaudah nih pake handphone gue dulu tapi gur ga punya nomer nya Ka Ilal" Ucap Novi sambil menyerahkan handphone nya.
"Kalo masalah nomer Ka Ilal gue agak hafal, yaudah gue pinjem dulu yah" Ucap Vita sambil mengambil handphone yang Novi berikan.
"Hallo,siapa yah? " Ucap Ilal saat menjawab sambungan telfon yang tak dikenal.
"Assalamu'alaikum ka, ini aku Vita pake handphone nya Novi" Ucap Vita.
"Wa'alaikumsalam, ouh ini kamu, gimana kabar kamu Vit?? kok kemarin aku telfon ga di angkat²? " Tanya Ilal.
"Sebelum nya aku minta maaf banget yah Ka soal kemarin, jadi kemarin tuh aku kecelakaan dan aku tuh ga sadarkan diri, sekarang aku baru sadar dan melihat handphone ku yang rusak ternyata banyak panggilan telfon dari ka Ilal" Jelas Vita panjang lebar.
"Astagfirullah, Ya Allah maafin aku yah Vit, aku ga tau kalo kamu kecelakaan" Ucap Ilal dengan nada sedih.
"Gapapa kok ka, lagi pula aku udah lumayan sehat kok" Ucap Vita.
"Yaudah sekarang kasih tau aku dimana rumah sakit nya?? " Tanya Ilal.
"Rumah sakit Medical lantai 3 kamar mawar ka" Jelas Vita.
"Yaudah aku segera kesana" Ucap Ilal.
__ADS_1
"Ga usah ka, aku ga mau ngerepotin" Ucap Vita tak enak.
"Aku ga ngerasa direpotkan kok tenang aja" Ucap Ilal.
"Yaudah, udah dulu yah ka, soal nya ada Novi" Ucap Vita sambil tersenyum dan melirik kearah Novi yang sudah mulai agak cemberut.
"Yaudah Assalamu'alaikum" Ucap Ilal.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Ucap Vita sambil memutuskan sambungan telfon.
Setelah selesai melihat Vita dan Ilal berbincang dihandphone, Novi pun langsung ngomong dengan Vita karena Iri.
"Ya Allah Ta gue mau banget diperhatiin kaya lu" Ucap Novi.
"Lah emang lu ga diperhatiin apa sama orang tua lu?? kan gue juga perhatian kok sama lu" Ucap Vita tersenyum.
"Kalo orang tua sih pasti tapikan ga kaya lu yang diperhatiin sama orang yang baik kaya ka Ilal" Ucap Novi senyum² sendiri.
"Dih kok ngomong gitu sih, ka Ilal tuh perhatian sama gue karena gue lagi sakit aja" Ucap Vita langsung salting.
"Ihh ga biasa nya tau cowo yang baru kenal tiba² langsung panik saat dengar kabar buruk tentang temen baru" Ucap Novi.
"Yaudah sih seterah dia" Ucap Vita malu².
"Jangan² Ka Ilal suka sama lu" Ucap Novi sambil cengengesan dan membuat Vita menjadi salting.
"Ihh apaan sih lu, jangan suka ngadi² dah" Ucap Vita sudah dengan wajah merona.
"Cie yang pipi nya merah" Ledek Novi sambil cengengesan.
"Ih apaan sih lu" Ucap Vita sambil memukul Novi pelan dengan bantal.
"Hahha akhirnya ada yang salting" Ucap Novi tertawa terbahak-bahak.
Vita dan Novi memang suka saling mengejek tetapi untuk bisa membuat nya saling bahagia. Vita dan Novi pun juga seperti tidak punya urat malu, karena Novi tertawa terbahak-bahak tidak melihat tempat. Dan mereka pun tidak memperdulikan nya karena prinsip mereka ingin bahagia bersama.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa selalu support author dengan cara like dan vote dan jangan lupa tinggalkan jejak baca kalian di kolom komentar yah!!