
Suara kendaraan yang lalu lalang membuat Athifa bangun dari tidurnya. Dengan rambut yang berantakan dia berjalan ke kamar mandi di kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah.
Dia berjalan dengan santai ke meja riasnya setelah mandi selama 20 menit dan memakai baju sekolah. Dikeluarkannya sesuatu dari laci meja riasnya. Kalung. kalung perak dengan gambar lumba-lumba.
*
Athifa turun dari mobilnya.
Setelah ditinggal meninggal orangtuanya karena kecelakaan mobil, Athifa memiliki warisan dari orangtuanya yang cukup untuk kebutuhannya seumur hidup. Karena Athifa masih belum cukup umur untuk melanjutkan bisnis ayahnya, dia memberi posisi ayah ke pamannya untuk sementara sampai dia merasa bisa untuk mengambil alih semua bisnis ayahnya.
Dengan tatapan kosongnya, Athifa berjalan menyusuri gerbang dan lorong menuju kelasnya. Sesampainya dikelas. Semua murid dikelas yang duduk di meja dan tertawa tidak jelas memperbaiki posisinya karena takut dengan Athifa.
Dikelas, Athifa adalah ketua kelas. Siapa coba yang berani dengan Athifa setelah kejadian awal masuk sekolah se-angkatannya.
Flashback On...
"Jadi loh suka sama gebetan gue?" ucap Vani (kakak kelas disekolah) ke Clara (sekelas dengan Athifa) sembari mendorong gadis itu dengan telunjuk yang menyentuh dada Clara hingga terjatuh.
Kejadian itu mengundang murid disekolah mengerumuni mereka. "Bukan aku kak. Dia yang ngejar aku" jawab Clara sembari menangis.
"Loh pikir gue percaya gitu. Ingat yah. Rehan itu adalah pacar gue, jadi gue percaya sama ucapan dia bukan loh" kata Vani sambil menjambak rambut Clara.
__ADS_1
"Belum jadian kok ngaku pacaran" ucap seseorang yang membuat mata Vani menyapu kerumunan untuk mencari sumber suara.
"Siapa itu!!" teriak Vani dengan mata yang memerah.
"Athifa Kiya Ayunina. Why?" jawab gadis yang membuat Vani marah, yaitu Athifa.
Semua mata orang yang berkerumun termasuk Vani dan Clara menatap ke sumber suara.
Athifa yang sedang duduk di bangku depan kelas sembari membaca novel menutup bukunya dan melirik tajam ke Vani, kebetulan kejadian itu di depan kelas Athifa.
"Wait, wait, wait.. jadi loh murid angkatan tahun ini yang digosipkan murid favorit guru disini? Liat tubuh loh yang mungil ini gue bisa buat loh keluar dari sekolah ini" kata Vani dengan senyum liciknya dan dengan alis kiri yang naik keatas diikuti oleh 2 temannya di belakang tertawa licik.
Ucapan Athifa membuat Vani marah besar dan berjalan ke arah Athifa. Vani memulai.. dia menjambak rambut Athifa dengan kasar yang membuatnya jatuh ke lantai. Vani melepas..
"Loh sudah nyerah" tanya Vani sembati mendekatkan wajahnya ke Athifa. Vani membalikkan badannya dan kembali ke teman-temannya. Langkahnya terhenti saat serangan yang menyakitkan terkena bahunya dan pingsan.
Semua mata tertuju pada orang yang membuat Vani pingsan karena pukulan keras mendarat di bahunya, yaitu Athifa. Athifa menatap tajam semua ke semua murid yang menatapnya dan berhenti tepat ke teman-temannya.
Keringat dingin keluar di leher dan dahi teman-teman Vani. Athifa berjalan mendekat kearah mereka dan teman-teman satu demi satu langkah mundur dengan seluruh badan yang gemetar.
Mereka jatuh, dan Athifa sudah berhenti tepat di depan mereka.
__ADS_1
"Kenalin gue Athifa. Dan jangan pernah lupakan Athifa, kenangan buruk kalian di sekolah ini" Athifa dengan memainkan kalung di lehernya. Dia membalikkan badan dan berjalan. Dia kembali berhenti di depan Clara.
Mereka saling menatap.
Flashback Off
Athifa meletakkan tas sekolahnya dan keluar kelas. Suasana sunyi di kelas saat masuknya Athifa kembali ramai.
"Wah!!! makin hari tatapannya makin tajam. Sumpah.. gue takut lihatnya" kata salah satu teman sekelasnya Athifa.
"Iya. Kek mayat hidup aja. Muka pucat, tajam juga orangnya, sok cantik lagi" sambung murid lainnya.
"Hei!" teriak seseorang mengagetkan dua orang yang sedang membicarakan Athifa.
"Awas aja yah.. kalau gue denger loh gosipin Athifa lagi, kelar hidup loh semua" katanya dengan tangan yang mengepal dan pergi meninggalkan kawanan tukang gosip kelas itu.
"Dasar! nggak orangnya nggak temannya brynggsyekk semua" lanjut siswa itu lagi setelah Clara menjauh dari mereka.
Yah! Clara. Setelah kejadian itu mereka menyebar gosip bahwa Clara adalah teman dekat Athifa. Karena mereka mengira perkelahian Vani dan Athifa tanpa salah apapun karena Athifa membela Clara.
🌸-----------------🌸
__ADS_1