
Hari olahraga bagi kelas Athifa. Semua murid berada di lapangan termasuk Athifa. Saat itu Clara latihan berlari. Yah guys.. tubuh sekecil Clara dan berotot itu tidak mungkin tidak olahraga kan? Dia adalah atlet pelari terbaik di sekolahnya.
"Liat dia. Idaman banget" kata beberapa siswa sekelas Athifa sembari melihat kagum ke arah Clara yang masih berlari.
"Athifa" panggil seseorang, dan Athifa melirik ke sumber suara, Olive. Dia adalah pembuat onar terbaik dikelasnya, walaupun Athifa sudah lebih akrab dan tidak akrab, Olive terus membuat masalah yang berkaitan dengannya.
"Main bulutangkis yuk" ajaknya yang dibalas gelengan oleh Athifa.
"Yaelah.. bulutangkis juga! Loh takut yah?" bisik Olive sembari tersenyum licik.
"Nggak kok. Gue gak pintar main soalnya" jawab Athifa ramah yang membuat Olive yakin untuk tambah membuat Athifa sengsara di sekolah.
"Gak apa-apa, gue ajar" saran Olive yang dibalas anggukan dan senyum manisnya.
*
Beberapa menit kemudian..
Olive: 20
Athifa: 2
"Loh main yang bener dong, masa bulutangkis juga gak bisa sih" tegur Olive saat melihat skornya beda jauh dengan Athifa.
__ADS_1
"Dasar cewek manja" kata teman sekelasnya juga.
"Uhh.." ejek semua teman sekelasnya Athifa.
"Hey! kalian apain teman gue" emosi Clara yang sudah berada di samping sembari mengepalkan tangannya. Athifa memberi kode untuk memberhentikan aksinya.
Clara mundur. Athifa melempar bulu itu, lompat dan Smash bulutangkis dahsyat dan bulu itu mendarat tepat di mata Olive. "Arghh" pekiknya yang membuat semua kaget.
Athifa mendekati Olive yang sudah jatuh di lantai. Semua teman yang mengerumuni Olive sedikit mundur karena takut dengannya.
"Upsh... sorry.. gue gak sengaja soalnya" Athifa dengan nada meremehkan dan menatap tajam semua teman kelasnya. Semua gemetaran.
"Kalian mau main sama aku" lanjut Athifa sembari menyapu pandangan ke semua teman kelasnya, mereka hanya tunduk takut dengan Athifa.
Clara mengambil telepon dari saku celananya. Tertera nama....
'Andra'
"Halo? Ada apa sayang" ucap Andra di seberang telepon yang sedang berada di kantin.
"Athifa dra!" khawatir Clara yang membuat Andra mulai serius.
"Athifa dia berubah lagi seperti dulu" kata Clara lagi membuat Andra seketika berdiri dari duduknya dan berlari.
__ADS_1
Seluruh isi kantin bingung dan kaget melihat Andra yang berlari tiba-tiba. Sesampainya Andra di lapangan. Dilihatnya semua sekelas Athifa dan Clara mengerumuni Olive. Andra mendekat..
Olive melihat seseorang yang menghampirinya. " Dra! tolong aku" Olive tiba-tiba pura-pura lemas, karena yang menghampiri dia adalah cowok yang disukainya.
"Live! Loh mau tau Athifa siapa gue?" tanya Andra yang membuat semua murid itu bertanya-tanya.
"Athifa yang loh sering jahili itu adalah Sepupu gue yang gue anggap kek saudara sendiri" lanjutnya, sontak membuat orang disana berbisik satu sama lain. Beda dengan Olive bak di sambar petir disiang bolong.
Flashback On..
"Hai Andra" sapa Olive ketika Andra berjalan di depannya dan menggandeng tangan orang yang ingin dia jadikan pacar itu.
"Hai Olive, pagi-pagi gini. Cepat banget ke sekolahnya." jawab sapaan Olive dan menerima gandengan tangan Olive dengan senang hati.
Tapi Author jelaskan, Andra menerima gandengan Olive karena menganggapnya sebagai adik kandungnya sendiri, because Andra merasa Olive mirip dengan adiknya yang sudah meninggal.
"Dra! kan loh tidak punya saudara nih, berarti kemungkinan loh sayang tuh dengan adik sepupuloh seperti saudara kandung sendiri?" tanya Olive.
"Gue sayang banget sama sepupu gue, sampai siapapun yang menyakiti dia, gue gak akan tinggal diam" jawab Andra dan merekapun tertawa dan berbicara di setiap lorong sekolah dan sampai di tempat tujuan yaitu kantin.
Flashback Off...
🌸------------🌸
__ADS_1