Fright

Fright
6


__ADS_3

"Maafkan aku dra! gue gak tau kalau Athifa itu sepupu yang loh sayang. Maaf dra, lagi pula disini gue yang kena smashnya gue gak sakiti dia kok" Olive menangis sembari memeluk kaki Andra yang membuat semua yang mengerumuni mereka berbisik satu sama lain.


Andra menepis. "Loh tau gak setelah sekian lama Athifa bisa berubah dan lebih akrab sama kalian semua. Aku nggak tau ceritanya tapi, dari perubahan drastis Athifa lagi gue bisa tebak" emosi Andra dan pergi meninggalkan Olive yang masih menangis dan disusul oleh Clara.


*


Athifa ke ruang pribadi di sekolahnya. Oh iya guys, karena dia orang kaya dan lebih nyaman tidur disekolah.. dia membuat ruang pribadinya disekolah dan tentu dari persetujuan presdir sekolahnya.


Athifa merebahkan dirinya dikasur king size di ruangan itu. Dikamar hanya ada kasur, rak buku yang memenuhi kamarnya, almari big size dan sofa empuk untuknya duduk sembari membaca buku.


"Dasar wanita sialan" Athifa mengumpat sembari emosi.


Mata Athifa melirik ke arah handphonenya yang berbunyi menandakan panggilan dari seseorang masuk. Terlihat nomor yang tidak dikenal terpampang jelas di layar handphone. Athifa menjawab panggilan tersebut.


"Halo?" ucap Athifa.


"Hei Thifa gue Reynan" sapa orang diseberang telepon yang ternyata adalah Reynan.

__ADS_1


"Loh dapat nomor telepon gue dari mana?" tanya Athifa dingin.


"Jangan banyak tanya, gue di depan pintu ruangan loh. Keluar gih kaki gue udah lemas nunggu loh" kata Rey dan secepat kilat Athifa membuka pintu keluar-masuk ruangannya.


"Loh ngapain disini?" tanya Athifa bingung, Rey tidak mengubris. Dia masuk ruangan pribadi Athifa dan merebahkan dirinya di kasur empuk perempuan misterius itu tanpa izinnya.


Athifa hanya pasrah dan duduk di sofa yang sudah berada diruangan pribadinya itu sembari membaca buku 'ketakutan'. Rey melirik ke buku yang dipegang Athifa tapi salfok ke wajah seriusnya.


"Cantik juga" batinnya sembari tersenyum. Athifa menyadari dan merasa risih karena tatapan Rey.


"Ngapain loh liat gue?!" ujarnya dingin.


Athifa mendekati Rey dan menariknya mengeluarkan Rey dari kamarnya. Tapi belum sampai pintu, Athifa di tarik balik oleh Rey dan terjatuh di pelukannya.


Athifa kaget dan jantungnya berdetak tidak terkontrol. Sementara itu, Rey salah fokus ke leher Athifa yang menampakkan kalung dolphin.


Rey seperti mengenal kalung yang di kenakan Athifa.Tapi entah kenapa, semakin Rey mencoba mengingatnya maka kepalanya semakin sakit.

__ADS_1


"Arghh" pekik Rey sembari meremas kepalanya yang membuat Athifa mulai panik.


*


Didepan UKS. Tampak Athifa dan Rey keluar dari balik pintu ruangan sembari bergandengan.


"Kamu yakin nggak apa-apa?" tanya Athifa sembari berjalan beriringan tanpa menatap Rey. Rey berhenti sembari memandang Athifa dengan ekspresi yang susah ditebak.


"Loh, kok berhenti?" tanya Athifa lagi masih memegang tangan Rey yang membuat nya merasa nyaman.


"Aneh aja, loh bersikap manis sama gue plus pake kata aku kamu lagi" jawabnya sembari nyegir kuda yang membuat Athifa sadar. Dia melepas genggaman Rey dan berjalan duluan karena takut mukanya yang memerah seperti tomat ketahuan sama Rey.


Rey senyum sendiri. "Boleh juga" gumamnya dan berlari mengejar Athifa.


*


Langkah Athifa dan Rey terhenti saat dihadapan mereka Olive berjalan menuju kearahnya.

__ADS_1


🌸---------🌸


__ADS_2