
Athifa menyusuri lorong setiap lorong disekolahnya, setiap langkah gadis itu pasti ada yang menatapnya benci. Tiba-tiba, Bruk! Dia menabrak seseorang hingga terjatuh ke lantai. Mata Athifa menatap tajam orang yang dia tabrak, wajahnya belum terlihat karena yang ditabrak Athifa adalah punggung orang itu.
Lelaki itu berbalik. Cahaya matahari yang sangat terang pada saat menyerang hebat mata Athifa hingga membuat susah melihat wajah yang ditabrak. Saat merasa matanya mulai membaik. Pria itu menghilang.
"Aneh" gumam Athifa dan berdiri dari tempatnya.
*
"Athifa!" sapa seseorang dari belakang Athifa. Dia mendekat Athifa.
"Ngapain loh sapa akrab gue" judes Athifa dan memutar bola mata malas.
Wanita itu duduk di samping Athifa, kebetulan pada saat itu mereka ada di taman sekolah. Wanita itu memulai percakapan. "Loh nggak niat gitu cari teman?"
Athifa menatap tajam wanita itu. "Tidak" jawabnya dengan penekanan dan kembali menatap lurus ke depan.
Bel masuk kelas berbunyi. triinggggg....
Athifa meninggalkan wanita yang mengajaknya tadi bicara yang masih duduk menatap kepergiannya.
__ADS_1
"fa... fa... andai loh masih ingat sama gue" gumamnya dengan ekspresi kecewa.
*
Dikelas Athifa. Hening dikelas mereka saat kepala sekolah memasuki ruangan. Athifa yang duduk dengan santai di barisan paling depan sembari mendengar jelas ucapan kepsek nya itu.
"Oke anak-anak, bapak membawa murid baru. Silahkan masuk" ucapnya sembari melihat ke depan pintu. Semua mata melihat ke pintu keluar-masuk kelas tak terkecualu Athifa.
Mata siswi siswi di kelas membelalak kaget karena bagi mereka murid baru itu tampan kecuali Athifa. Dia hanya menatap sekilas dan kembali menatap buku yang ada di depannya.
"Selamat datang di Sekolah kami nak" ucap kepala sekolah ke murid baru yang dibalas senyum manisnya yang membuat parah ciwi-ciwi di kelas semakin meleleh.
"Morning all, gue Reynan, bisa panggil Rey. Gue pindahan dari London. So semoga kita bisa berkenalan dengan baik". ucap murid baru itu yang tak lain bernama Rey.
"Bisa pak" ucapnya berdiri dan pergi ke meja tepat di belakangnya.
"Athifa tolong bimbing Rey yah" ujar kepala sekolahnya.
"Baik pak!" jawab Athifa dengan senyum manisnya yang membuat para pria di kelasnya terpanah akan senyumannya termasuk Rey.
__ADS_1
"So sweet" gumamnya yang ternyata di dengar oleh kepala sekolah.
"What Rey?" tanya kepala sekolah.
"Senyumnya manis pak" ucap Rey tanpa gugup sedikitpun yang dihadiahi tatapan tajam oleh Athifa dan ekspresi tak suka oleh siswi-siswi di kelasnya, tidak termasuk Clara.
Clara hanya tersenyum mendengar penuturan Rey, karena baru kali ini ada yang mengatakan Athifa manis.
"Kalau gitu, Rey silahkan duduk di tempat kamu. Semoga bisa secepatnya beradaptasi di sekolah ini" Kepala sekolah sembari menepuk pelan bahu Rey dan berjalan keluar kelas.
Rey menduduki dirinya tepat di bangku sebelah kanan Athifa. Rey menatap Athifa. "Hai aku Rey" Rey memperkenalkan diri.
Athifa menatap Rey. "Gue sudah tau" jawabnya dengan judesnya dan memalingkan wajahnya dari wajah Rey ke buku di depannya.
Beberapa jam kemudian..
Bel istirahat berbunyi. Triingggg....
Setelah merapikan bukunya Athifa berjalan keluar kelas menuju ke perpustakaan. Rey melihat Athifa yang keluar kelas.
__ADS_1
"Maaf yah. Gue duluan" ucap Rey dan berlari keluar kelas yang dibalas ekspresi kecewa oleh siswi kelasnya.
🌸------------🌸