
Athifa melewati rak demi rak buku perpustakaan yang sangat besar, sampai akhirnya sampai ke rak buku yang di carinya.
"Kenapa bukunya ada di atas sana" Athifa bicara sendiri. Dia mengambil tangga untuk mencapai buku yang lebih tinggi dari tinggi badannya. Saat dia sudaj memegang buku itu tiba tiba, bruk. Athifa terjatuh. "Arghh!" teriaknya sembari menutup matanya. Tapi aneh, tidak ada rasa sakit sedikitpun yang dirasakan Athifa. Matanya terbuka. Dilihatnya seseorang yang sedang menatap lekat wajahnya.
"Rey?" tanya Athifa dan dibalas senyuman oleh Rey. Rey menurunkan pelan Athifa dari gendongannya.
"Makasih" syukur Athifa dan pergi dari hadapan Rey tanpa mengambil buku yang dicarinya. Rey ingin mengejar, tapi langkahnya terhenti saat merasakan sesuatu pada kakinya. Sebuah buku...
'Ketakutanku'
Buku yang berjudul 'ketakutanku'itu membuat Rey semakin penasaran pada hidup Athifa.
"Aneh" gumamnya dan menyimpan buku itu di rak sedikit lebih rendah karena Rey yakin sekali kalau Athifa akan kembali untuk mengambil buku itu.
*
"Makasih"
Kejadian tadi terngiang ngiang di telinga Athifa yang entah kenapa membuat wajahnya memerah.
__ADS_1
Langkah menuju kelas Athifa terhenti. "Aduh! buku gue!!! Arghhh" Athifa berbicara sendiri dan memukul kasar dinding didepannya yang membuat semua yang lewat kaget+takut dengan sikap Athifa yang tiba-tiba berubah.
*
Athifa kembali ke perpustakaan dan mencari buku yang dicarinya tadi. Dia mendapatkannya.
"Syukurlah" gumamnya sembari menatap lekat buku itu.
"Jadi buku itu yang loh kejar-kejar" ucap Rey yang tiba-tiba berada di belakang Athifa sembari menempelkan dirinya di dinding rak buku.
Athifa tidak mengubris ucapan Rey dan berniat pergi dari Rey. Tapi tangan kekar Rey berhasil menggenggam erat tangan wanita mistis itu.
"Loh mau berapa? gue punya banyak. Gue tau loh pasti sudah tau sesuatu tentang buku yang ada di tangan gue ini" kata Athifa sembari memperlihatkan ke Rey buku yang ada di tangannya.
Rey tersenyum manis. "Gue gak bakal bongkar cerita loh. Tapi gue punya satu permintaan" kata Rey yang membuat Athifa sedikit bingung.
"Permintaan apa?" tanya Athifa.
"Selama 1 bulan full loh harus ajar gue semua pelajaran. Yang gue dengar loh murid terpintar+kesayangan guru disini. Jadi tolong bimbingannya Athifa" ucap Rey dan pergi meninggalakan Athifa yang masih mematung di tempat mencerna ucapan pria itu tadi.
__ADS_1
*
"Ada apa dengan buku itu? Kenapa Athifa mau membayar berapapun untuk menyimpan rahasia tentang buku itu? dan rahasia apa?" Rey bicara sendiri dan melamun memikirkan rahasia buku itu.
*
"Hai Athifa" sapa seseorang ke Athifa.
"Hai juga" balasnya judes.
"Ya ellah ini sepupu loh kali, gak usah judes nape?" kata pria itu yang bernama Andra.
Andra adalah sepupu Athifa. Andra adalah anak dari om kepercayaan Athifa untuk mengurus perusahaannya.
"Gue tau. Tapi jangan akrab juga di sekolah nape? Nanti semua ciwi-ciwi di sekolah ini ngejat gue hanya untuk tanya favorit loh. Gue gak mau terulang seperti waktu smp kita" Athifa panjang lebar dandibalas tawa jahat oleh Andra.
"Jadi dia sepupu loh" kata pria dari belakang yamg membuat Athifa dan Andra refleks membalikkan badannya melihat pemilik suara.
Mata mereka membelalak kaget. "Elloh!" ucap Athifa dan Andra kompak sembari menunjuk pemilik suara.
__ADS_1
🌸----------🌸