
"Iya ini gue, Bimo" ucap laki-laki itu mendekati mereka dan memeluk erat tubuh Athifa dan Andra.
Bimo adalah sahabat satu-satunya Athifa dan Andra waktu kecil. Mereka menghabiskan waktu bertiga bersama tanpa kenal waktu. Tapi mereka berpisah saat Bimo ikut pindah rumah karena ayahnya dipindah tugaskan oleh bos ayahnya. Tapi hubungsn mereka saling terjaga dengan mengirim pesan dan foto satu sama lain hingga membuat mereka menyadari itu adalah bimo.
"Gue kangen guys!" ucap Bimo dan melepaskan pelukannya.
"Me too" Athifa dan Andra bersamaan dan Athifa memeluk Bimo
Entah kenapa sikap Athifa setelah bertemu dengan Bimo berubah 100 persen. Setelah bertemu Bimo, Athifa lebih sering tersenyum, tertawa, lebih bergaul dengan teman kelasnya, mulai akrab dengan Clara.
Beberapa Minggu kemudian..
"Hai Athifa" sapa Clara sembari mendekati Athifa dan berjalan beriringan, hanya dibalas senyuman manis oleh Athifa.
Clara melihat leher Athifa, dilihatnya kalung yang familiar baginya. "Itu kalung loh dari cowok pindahan waktu kecil itu kan?" tanya Clara yang membuat Athifa tiba-tiba berhenti dari langkahnya.
"Wait, wait, wait. Loh tau dari mana soal kalung ini?" Athifa tanya balik sembari memegang kalung yang tergantung indah di lehernya.
__ADS_1
Speechless..
"Ng...nggak gu..gue cu.. cuma tebak aja kok" jawab Clara gagap dan kembali melangkah, tapi langkahnya terhenti saat Athifa berbicara.
"Loh masih ingat" ucapnya yang membuat Clara berhenti dan berbalik.
"Maksud loh?" tanya Clara bingung.
"Loh masih ingat... Rara?" kata Athifa yang membuat mata Clara berkaca-kaca berlari ke arah Athifa dan memeluknya.
"Thanks karena sudah mengingatnya" bisik Clara masih di dalam pelukannya dan menangis, Athifa hanya membalas pelukan Clara dan ikut menangis.
*
Andra mendekati Athifa. "Siapa sebelah loh? Cakep banget" bisik tepat di telinga Athifa yang ternyata di dengar oleh Clara dan membuat mukanya memerah malu.
"Wait, wait, wait. Muka loh keknya familiar deh?" ragu Bimo yang membuat Andra bingung mencerna ucapan Bimo.
__ADS_1
"Loh Rara kan?" Andra tiba-tiba.
"Yah! Loh Rara kan, teman kecil kita dulu" lanjut Bimo ingat dan dibalas anggukan oleh Clara.
"Hai Rara masih ingat gue, kalau lupa kita kenalan lagi. Gue Bimo" mengulurkan tangannya, belum sempat membalas kenalannya, Andra membalas uluran tangan Clara.
"Gue Andra. Kalau loh masih ingat, kita dulu ..." belum selesai Andra bicara, Clara membungkam mulutnya sementara Athifa dan Bimo hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah bocil mereka.
*
Athifa menyusuri tingkat demi tingkat bangunan di sekolahnya itu. Tapi langkahnya terhenti saat seorang laki-laki yang familiar baginya berjalan dari arah yang berlawanan. Dia pun berhenti.
Tanpa menghiraukan pria itu Athifa berjalan dengan angkuhnya, tapi pria itu menarik tangannya dan menyandarkan badan Athifa ke dinding di samping mereka. Entah kenapa kejadian itu membuat jantung Athifa bergetar kencang dan takut di dengar oleh Rey. Yah, pria itu adalah Rey.
"Lo..loh ngapain seperti i.. ini. Lihat tuh semua pa... da me.. natap kita" kata Athifa pelan sembari melirik ke belakang Rey, mereka mengerumuninya untuk menonton apa yang terjadi. Rey melepas.
"Kalian ngapain disini?Pergi nggak!" perintah Rey yang membuat semua penonton sedikit gemetar dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Sudah" ucapnya setelah semua yang mengerumuni mereka pergi, tapi ternyata Athifa sudah tidak ada di situ.
🌸--------🌸