
Berjam jam Risa berdiri dilapangan, sampai menarik perhatian geng naga biru menghampirinya
Segerombol siswa dengan seragam berkeluaran, tanpa dasi dan kancing baju yang terbuka memperlihatkan dada bidang mereka, menghampiri Risa yang berdiri karna dihukum
"Ngapain lo berjaga sendiri disini" ejek Bayu yang sudah tahu bahwa Risa sedang menjalani masa hukuman
"Lo gak tau, Risa kan anak teladan yang menjaga ketertiban sekolah. Makanya dia menjaga disini agar sekolah tetap tertib!" sahut Roy lagi
"Gue gak lagi berjaga dasar bl*-*n!" sahut Risa
"Terus lo ngapain mematung disini? Emang Risa adik gue yang paling berbakti mau menemani tiang bendera yang sudah lama kesepian berdiri tegap terkena hujan badai panas terik matahari" ucap Bayu mendramatiskan kata katanya
"Adik pala lu botak, jika bukan karna lo yang ngajakin gue beli es krim! Gak bakal dihukum kek gini gue"
"Hehe... Sebagai gantinyanya nanti gue traktir es krim lagi"
"Gue gak mau es krim murahan yang kek tadi"
"Oke nanti gue beli-in es krim yang mahal berbagai jenis dan rasa"
"Oke gue pegang janji lo"
Beberapa teman satu geng Risa yang setia, memberikan perlindungan terhadap Risa yang dihukum. Ada yang memayungi Risa dari panas matahari dengan tangannya dan ada yang mengipaskan Risa dari sobekan kerdus dikiri dan dikanannya
"Wahai Bobom yang gagah perkasa, tampan sejagat raya. Tidakkah kau kasian melihat adinda berdiri lama sampai kaki kaki adinda mati rasa" ucap Risa menyeringai kuda merayu Bobom yang paling gendut diantara lelaki yang lain
"Adinda adinda! Lo pikir gue suami lo. Bilang aja kalau ada mau sesuatu, gak usah so ngerayu! bikin gue mual" jawab Bobom judes
"Yaudah kalo gitu! Bobom yang besar, besarnya mengalahkan gajah betina. Tolong lah adik manis ini didalam kseulitan" ucap Risa dengan judes juga
"Sumpah mulut lo makin manis ya, untung gue gak kena diabetes mendengar ucapan lo yang langsung menancap di jantung"
"Lo gak mau dirayu, ya gue hina aja"
Sebuah jitakan langsung mendarat di kepala Risa yang ternyata tangan bobom yang besar yang sudah menjitak kepala Risa
"Bobom" marah Risa
"Sakit banget" Risa menggosok kepalanya yang tdi kena jitak Bobom "Kepalan tangan lo lebih besar dari kepala gue tau gak?"
"Enggak kok, masih besaran kepala lo. Mau meliat lagi gak?" Bobom mengayunkan tangannya yang ingin menjitak kepala Risa lagi. Untungnya Risa langsung menolak ajakan Bobom yang ingin memperlihatkan kenyataan bahwa kepala Risa memang lebih besar dari tangannya
"Gue kan cuma mau minta belikan air" ucap Risa cemberut
"Karna kami menghormati guru yang lagi ngehukum lo, jadi kita gak berani mengambil resiko bantuin lo. Nanti kita bakal dihukum juga" ucap Roy
"Eh? Kalian jalan jalan saat jam pelajaran kek gini juga melanggar pelaturan loh, apanya yang takut dihukum coba?" jawab Risa sinis
Dengan bersamaan mata mereka langsung menoleh melihat seorang anak laki laki tampan berdiri didepan kantor yang sedang tertawa cekikikan melihat tingkah laku Risa dengan teman temannya yang bigutu lucu menurutnya
"Siapa?" tanya Risa heran
"Entah, katanya murid baru" ucap Roy
"Dia dari tadi loh ngeliatin kita, bahkan sebelum kita nyamperin Risa. Dia melihat Risa terus yang dihukum" sahut Aldi
"Mungkin dia merasa simpati sama Risa yang terus terusan dapat hukuman" ejek Bayu
__ADS_1
Risa yang tidak terlalu memperdulikan orang, tak mengherani lelaki itu
Tiba tiba langsung keluar pak Subroto guru matematika yang mengajar dari kelas Risa membuat para teman teman Risa berlari terpontang panting bersembunyi dari pak Subroto yang terkenal galak itu
Pak Subroto yang melihat para lelaki keluar saat jam pelajaran menghampiri Risa, dia bertanya "siapa tadi yang hampirin kamu?"
"Itu pa mereka bersembunyi dibalik tangga" ucap Risa yang sengaja menambah volume suaranya agar terdengar langsung oleh para lelaki yang menjahilinya tadi
"Hei keluar kalian, kalo enggak saya tambah hukuman kalian" ucap Subroto marah marah
Dengan pasrahnya mereka menyerahkan diri mereka ke pak Subroto
"Siapa yang menyuruh kalian keluar kelas dijam pelajaran?" tanya Subroto marah marah
"Bobom pak!" sahut Risa
"Eh lo Risa?" marah Bobom
"Ble" Risa menjulurkan lidahnya dan membesarkan sebelah matanya menggunakan jari telunjuk untuk mengejek Bobom
"Bobom!" Subroto langsung menjewer telinga Bobom hingga Bobom mengaduh kesakitan
"Semuanya ambil sampah yang berserakan dihalaman. Khusus buat Bobom ditambah jadi menyapu pelataran kantor" perintah Subroto
"Pfft" Risa menahan tawa melihat Bobom yang menjadi kambing hitamnya
"Cepat bergerak sekarang!" perintah Subroto
Para geng Naga biru yang tadi berkerumun mendengar omelan Subroto langsung menyebar mencari sampah setelah diperintahkan Subroto
"Liat aja lo Sa!" marah Bobom
"Ugh! Takutnya gue" ucap Risa mengolok olok
"Kamu tetap berdiri disini" bentak Subroto Ke Risa
"Siap pa"
"Semangat bom, biar cepat kurus" ejek Risa dengan penuh kemenangan
"As*" ucap Bobom mengumpat Risa
Subroto pergi menjauh setelah memarahi para anak nakal yang selalu tidak taat peraturan
"Nih Sa buat bersihin wajah kamu" Bayu menjulurkan sekentong tisu kecil kepada Risa
"Makasih ka" Risa mengambil tisu pemberian Bayu dan menggunakannya untuk membersihkan wajahnya yang banyak kotoran oli
.
.
.
Begitu lama Risa dihukum, akhirnya Risa merasa lelah karna trik matahari yang terlalu panas. Risa mengipas ngipaskan wajahnya menggunakan telapak tangannya dan sekali kali dia menggosok air keringat yang ada diwajahnya
Laki laki yang dari tadi memandangi Risa tanpa henti membuat Risa salting dibuatnya. akhirnya pergi juga dari pandangan Risa
__ADS_1
Dengan mulut yang sudah kering datang lelaki yang tadi meliatinya saat dikantor menghampiri Risa berdiri dilapangan basket tersebut dengan menjulurkan air mineral
"Hah?" Risa bingung dibuatnya
"Buat lo, lo haus kan?" ucap lelaki itu
"Enggak, gak usah. Kamu minum sendiri aja" tolak Risa
"Gak papa beneran kamu minum aja"
"Oke kalo gitu, gue ambil ya" Risa mengambil air mineral yang diberi lelaki itu
"Gue pergi ya" pamitnya
"Makasih ya!"
Lelaki tadi langsung pergi meninggalkan Risa, sedangkan Risa meminum air yang diberi pria tadi sampai habis karna sudah tidak tahan menahan rasa haus
.
.
.
Habislah sudah masa hukuman yang dijalani Risa. Dengan kondisi lelah, Risa pergi kekantin khusus tempat biasanya geng naga biru nongkrong disekolah. Risa menemui teman temannya yang ada disitu
"Hey bro!" sapa Risa keteman temannya dan langsung duduk dikursi kantin dengan keadaan teler
"Kenapa lu?" tanya Algi
"Cape gue berdiri dua jam"
"Traktir gue makan gih yang baik hati" ucap Risa menenggelamkan wajahnya diatas meja yang berbantalkan tangannya yang dia lipat
"Ambil aja lo mau makan apa" jawab Tolib
"Tumben lu baik?"
"Gue dapat rezeki kemaren sama ibu gue"
"Beneran nih?"
"Iya santai aja"
"Wah! kalo gitu gue gak akan sungkan lagi" Risa langsung berdiri memesan makanan dan minuman yang ingin dimakannya hari ini
Seketika seisi kantin ribut karena Tolib hanya mentraktir Risa seorang
"Woou cuma mentraktir Risa aja lu"
"Wah kacau"
"Kita gak diraktir juga nih"
"Pilih kasih lu ya"
Rikuk piuk mereka yang iri dengan Risa yang ditraktir Tolib
__ADS_1