GADIS BERANDAL

GADIS BERANDAL
PART 5


__ADS_3

"Eh? Gue duduk disamping lo, toh!" kaget Revan melihat Risa yang mengeluarkan unek uneknya ke fans girls miliknya


"Kenapa? Gak suka? Kalo gak suka pergi gih. Lagian gue lebih suka duduk sendiri" Ucap Risa


"Enggak, gue suka kok. Lagian cuma kursi ini doang yang kosong"


Bagaimana tidak kosong kalau semua wanita dikelas itu tidak mau duduk sebangku dengan cewe ternakal dikelas itu, malah makin aneh jika ada orang yang ingin duduk disampingnya


"Salam kenal gue Revano"


"Udah tau"


"Nama lo siapa?"


"Risa"


"Risa! Psstpsst" panggil Anggi dari seberang kursinya memanggil Risa


"Napa?" tanya Risa yang melihat Anggi bicara berbisik


"Psstpsst!" bisik Anggi membenteng sebagian mulutnya dengan telapak tangannya


"Apasih? Peke bisik bisik segala, jangan mentang mentang kursi kita deketan jadi lo bisa bisik bisik tetangga"


"Huh" Anggi menghela nafas kasar "kuping lu tuh banyak kurmanya"


"Enak aja lu nyalahin kuping gue. Salahin mulut lo yang tuli, telinga lo yang bisu, kaki lo yang buta dan mata lo yang pincang" ucap Risa menghujat Anggi


"Wahai Risa kembaran ibl*s, jelmaan set*n, temannya j*n. Tidakkah kau sadar diri dengan gigi lo yang keseleo dan lidah lo yang patah" hujatan kembali terdengar dari mulut Anggi


Seketika terdengar tawaan lepas dari belakang Risa yang membuat pembicaraan Risa dan Anggi terputus dibuatnya, ternyata Revan yang tak bisa menahan tawanya karena hujatan hujatan mereka berdua yang diluar logika, yang baru pertama kali Revan dengar membuat perutnya terus bergelitik tanpa dia sadari sekarang dia menjadi pusat perhatian semua orang. Seisi kelas menatap wajahnya yang tampan, sampai beberapa detik dia tersadar seisi kelas sedang menatapnya tertawa lepas... Revan langsung berhenti tertawa dengan wajah yang kikuk. Pikirnya dia pasti akan dihujat habis habisan oleh teman sekelasnya karena keributan yang dia buat membuat seisi kelas terganggu dengan suaranya mengalahkan suara suara yang lain


"Waahh..."


"Wooww..."


"Kyyaaa..."


"Aahhhh..."


"Uuuhhh..."


Seketika teriakan fans girls terdengar nyaring membuat kehebohan di kelas 11 ips 3 melihat begitu imutnya Revano tertawa lepas. Ini adalah pemandangan terindah yang tidak boleh disia siakan pikir para fans girl


Diluar ekspetasi Revan, ternyata orang gagah memang berkuasa. Batinnya

__ADS_1


Hening langsung menyelimuti kelas ketika mata mereka menoleh bersamaan keguru matematika yang berdiri didepan pintu memegangi rotan panjang dengan wajah yang sangar. Yah, Siapa lagi emang guru paling menyeramkan disekolah itu. Kengeriannya mengalahkan raja daripada raja iblis. Dialah, pa Subroto kusuma wijaya


"Ribut amat! Kalian ganggu jam pelajran saya" marah pak subroto yang tadinya mengajar disamping kelas 11 ips 3 membuat mereka langsung diam gemeteran mendengar suara Subroto yang begitu menggelegar


"Sekali lagi kalian ribut akan saya hukum kalian sekelasan" ancam Subroto sebelum akhirnya pergi


"Makan tuh omelan, dasar kecentilan" ejek Risa


"Hhuuu!" Hujatan satu kelas kesal atas hinaan Risa


"Buaakk" sebuah rotan melayang terbentur di sebelah pintu yang sedikit tertutup membuat semua murid kelas 11 ips 3 diam tak bersuara karena mereka tau itu rotan Subroto yang dilempar belum jauh dari Subroto pergi


.


.


.


"Catat dulu baru saya jelasin" ucap guru pelajaran Ipa yang berdiri didepan kelas setelah setengah jam murid menunggu dan akhirnya datang dengan membawa perintah menulis pelajaran yang ditulis sekertaris kelas dipapan tulis


Para murid dengan patuhnya menulis pelajaran yang diperintahkan guru ipa tersebut


30 menit berlalu tetap saja keheningan menyelimuti kelas itu dikarenakan keseriusan mereka dalam belajar


Risa yang sudah memenuhi lembar bukunya dengan tulisan kini dia membalik lembar berikutnya. Risa memijat keras sepuluh Jari jari tangannya sampai terdengar bunyi "gretek- gretek" lalu menggeliatkan seluruh tubuhnya untuk melonggarkan urat urat yang sudah kaku "cape banget gue" gumamnya seraya menguap


"Apa?" jawab Risa dalam berbisik


"Lo ke camp kan hari ini? Lo kan sudah lama gak ke sana"


"Kenapasih lo nanya itu terus dari tadi?"


"Ya buat temenin gue disana!"


"Tumben lo takut sendiri?"


"Bukan takut sih, cuma gak enak aja suasana camp sekarang canggung banget"


"Loh? kenapa bisa canggung?"


"Rio sama Asep lagi berbeda pendapat"


"Maksud lo bertengkar?"


"Iya, makanya gue manfaatin lo biar lo sama ngerasain sesaknya. Sedangkan gue terhindar dari kecanggungan itu akibat ada lo yang jadi tameng" bisik Anggi dengan penuh kemenangan

__ADS_1


"Anak d*jal!" hujat Risa karena memanfaatkan dirinya


"Apakah sudah semuanya?" tanya ibu mayang yang langsung berdiri bertumpu pada meja yang dia pukul dengan keras membuat kaget seisi kelas mendengar benturan tersebut, membuat Risa dan Anggi duduk tegap menghentikan bisikan diantara keduanya dan melanjutkan tulisannya


Tujuan Mayang memukul meja dengan keras memang agar Risa dan Anggi berhenti bicara dan melanjutkan menulis dan alhasil cara itu ampuh membuat mereka menulis lagi


Sebelum saya menjelaskan saya mau mentes seberapa paham wanita terhadap dirinya sendiri


"Risa!" panggil maya yang langsung membuat Risa mendongak menatapnya


"Bagaimana cara perempuan memproduksi janin dari tahap paling awal sampai tahap melahirkan?" Tanya ibu mayang ke Risa yang sudah dari tadi dia mengunci pilihannya karena dilihatnya cuma Risa paling tidak bisa diam diantara teman temannya yang lain


Risa menoleh wajah Revan yang tersenyum memberi semangat kepadanya. Dengan percaya dirinya Risa langsung berdiri menjawab soal soal yang diberikan guru ipa tersebut


"Tahap pertama, pembuatan dengan melakukan ng*we sampai keluar air mimpi basah. Lalu air it-"


Serentak seluruh murid tertawa atas jawaban yang Risa berikan sehingga Maya langsung menghentikan Risa bicara sebelum Risa menyelesaikan jawabannya


Guru ipa paruh baya yang menggunakan kacamata minus langsung memijat keningnya mendengar jawaban Risa yang begitu frontal


"Gimana caranya orang melakukannya?" tanya Maya lagi melanjutkan perkataan Risa


"Memasukkan itu lelaki ke itu perempuan" jawab Risa yang membuat para murid kembali tertawa


"Kamu tahu banyak ya? Apa jangan jangan kamu pernah ngelakuinnya?" tanya Mayang dengan tatapan penuh selidik begitu juga dengan murid yang lain


"Astagfirullah bu! Masih suci kok ini" ucap Risa yang memang masih bersih, bahkan sekedar pacaran saja Risa tidak pernah melakukannya


"Risa risa!" ucap Maya menggeleng geleng kepalanya "duduk" perintahnya lagi ke Risa yang akhirnya Risa duduk kembali kekursinya


"Jawaban Risa memang gak salah, cuman kata katanya bicara aja yang terlalu blak blakan" ucap ibu Mayang menasehati Risa yang dianggukkan oleh Risa


Maya mulai menjelaskan pertanyaan yang dia berikan ke Risa tadi dan disimak dengan baik oleh para murid


.


.


.


"Risa! Gimana kamu ke camp kan hari ini?" tanya Anggi yang berjalan beriringan dengan Risa, Anton dan Lukman menuju parkiran motor bergegas ingin pulang


"Iya Sa, siapa tau lo bisa bantu cairin suasana" mohon Anton


"Iya, insya Allah ya kalo gak ada halangan" ucap Risa

__ADS_1


"Nanti kalo gue kesana gue bakal ajak ka Dara kok" lanjutnya


__ADS_2