
"Aku pulang" ucap Risa masuk kerumahnya yang lusuh dan kumuh dengan berjalan melenggang memegang jaket miliknya yang dia gantung dipundak
Sapaan pertama saat datang dari mana saja adalah kebiasaan Risa sejak kecil yang diajarkan orang tuanya. Tidak dianjurkan setelah pulang bepergian langsung masuk kamar untuk istirahat, setidaknya cukup memperlihatkan batang hidung ke orangtuanya.
"Sudah pulang sayang?" ucap Yanti ibu Risa
"Wah! Tumben mamah masak banyak?" ucapnya yang melihat dengan mata berbinar binar dimeja makan banyak berbagai jenis makanan
Risa langsung mengambil tempe goreng dari piring sebelum dia duduk dan mencuci tangannya. Seketika sebuah tamparan langsung mendarat ditangannya
"Tangan banyak kuman gitu langsung megang makanan! Mana berdiri lagi makannya" marah Yanti terhadap Risa
"Ganti baju dulu sana" titah Yanti
"Tapi aku laper banget mah" ucap Risa dengan manja
"Laper laper. Baju bau ikan asin, daki sudah setumpuk kaya kue bronis, kuku panjang melebihi rel kereta api. Iiihhh! dekilnya kamu nak, baru sadar mamah setelah menyebutkan kedekilanmu. Mandi dulu sana" unek unek Yanti yang begitu pedas mengalahkan cabe rawit terasa langsung ngejleb menembus tulang rusuk
"Parah banget mamah ih!, gak segitu dekilnya juga kali anak kesayanganmu ini mah"
"Kenapa sayang?" ucap seorang laki laki dari dapur yang mendengar amarah Yanti, langsung melangkah menghampirinya didepan Risa
"Oke aku mandi" ucap Risa males lalu langsung berbalik menuju kamarnya
Laki laki itu melihat kearah Yanti dengan wajah yang cemberut, sedih melihat Risa yang tetap saja begitu cuek dan juteknya terhadap dirinya
"Udah gak papa mas. Seiring berjalannya waktu batu akan hancur, hati akan luluh. Lagian baru seminggu" ucap Yanti
.
.
.
15 menit waktu berlalu, Risa tak kunjung keluar dari kamarnya yang ditunggu tunggu Yanti dimeja makan bersama dengan seorang laki laki yang masih menjadi tanda tanya
"Argh! lama banget nih bocah, gak tau apa para orang tua sudah kelaparan" marah Yanti tak sabar sambil mengacak acak rambutnya
__ADS_1
"Sabar" ucap laki laki itu
"Risa sudah belum sih?" teriak Yanti
Tidak ada jawaban dari Risa, Yanti auto menghampirinya kekamar Risa
"Iya iya gue bakal segera kesana!" terdengar dari luar kamar Risa dia sedang menelpon seseorang yang juga tidak diketahui Yanti siapa sebenarnya yang membuat Risa sampai sepanik itu
"Dara kita ke camp sekarang juga, mereka baku hantam"
Yanti yang sudah berada dipintu kamar Risa dengan menyenderkan bahunya dan kepalanya di pintu serta tangan yang dilipat didada melihat Risa yang sudah siap ingin berangkat pergi dengan jaket ditangannya
"Mah aku ijin keluar dulu, makannya nanti aja" ucap Risa sambil gerasah gerusuh mengambil hp dan kunci motornya
"Berangkat dulu mah" Risa melangkahkan kakinya ingin keluar dari kamar melewati Yanti, namun yanti langsung menghalangi jalan Risa dengan mengangkat sebelah tangannya memegangi pinggiran pintu
"Mau kemana?" tanya Yanti dingin
"Ke tempat teman"
"Ke tempat teman atau mau ke camp yang un-faedah itu?"
Yanti menepuk bahu Risa dan berkata "kenapa nak kamu malah temenan sama sampah masyarakat kaya mereka? Seingat mama, dulu kamu suka milih milih teman, yang bermanfaat sama yang enggak"
Risa tersenyum lesu mendengar ucapan Yanti menceramahinya
Mamah pasti tau alasan aku berubah tanpa harus aku ngomong kenyataannya. batin Risa
"Aku sudah pernah merasakan berteman sama orang terpandang dan pernah juga ngerasa berteman sama sampah masyarakat kaya mereka yang mamah hina itu. Dan baru aku sadari, berteman dengan orang orang kaya membuatku jadi penipu. Aku menipu diriku sendiri demi nama baik dan reputasiku, aku menipu hobiku, membohongi kesukaan ku, dan mendustai perasaan ku dengan mengatakan kebohongan kebohongan hanya demi reputasi yang baik dimata mereka, padahal kebohongan itu sangat menyiksa. Beda halnya aku berteman dengan sampah masyarakat! Aku bisa merasakan kebebasan dan keterbukaan, sakit senang sama sama kami rasakan, kami bisa jadi diri kami sendiri."
Risa menurunkan tangan Yanti dan melangkah pergi menjauh dari Yanti menuju luar rumah
Aku tahu itu bukanlah alasan kamu bisa berubah Risa! Tapi biarkan mamah egois untuk kali ini saja. Ucap batin Yanti yang memandang sedih Risa pergi menjauh
"Apa yang Risa ucapkan memang benar!" Ucap lelaki yang tiba tiba berdiri dibelakang Yanti
***
__ADS_1
Risa memasang jaket dan helm cross miliknya lalu menunggangi motor KLX hijau toska kesayangannya dengan menstaterkan lalu menggas dengan kecepatan rata rata
Celana lepis hitam, baju kaos distro dengan berbalutkan jaket parasut ditambah motor klx, helm cross, sepatu putih dan rambut yang dimasukkannya habis kedalam helm membuatnya terlihat seperti seorang laki laki yang imut
Sampai disimpang empat, terlihat motor klx berwarna merah maron yang Risa kenal. Risa langsung melambai perempuan dengan menggunakan tas dipunggungnya itu agar segera mengikuti Risa dan wanita itu akhirnya mengikuti Risa
Sampai disebuah pabrik tua yang sudah tidak digunakan lagi, yang menjadi markas rahasia geng Naga Biru. Risa memarkirkan motornya diparkiran motor yang sudah disediakan dengan banyak berjejerkan motor motor beraneka jenis dan ragamnya milik anggota klub anak muda yang berasal dari berbagai sekolah dan berbagai kota diikuti Dara yang menggunakan motor klx merah darah
Risa membuka helemnya yang langsung membuat rambut rambutnya berjatuhan dari dalam helm. Dengan kibasan angin, Risa mengepak ngepakkan rambutnya membuat pancaran kecantikannya muncul menghiasi wajahnya
"Lo bawakan buah buahan yang gue suruh ka?" tanya Risa
"Iya sudah ada didalam" tunjuk Dara ketas yang ada dipundaknya
"Kalo gitu ayo kita masuk"
Risa dan Dara langsung memasuki markas yang sudah bertahun tahun mereka jaga bersama, melihati sudah banyak orang didalamnya dengan beberapa wanita teman Risa juga termasuk Susi dan Gebi
Kedatangannya Risa dan Dara memecah keheningan diantara kerumunan berwajah tegang
"Kita bawa buah bro, ayo kita makan rujak" ucap Dara tersenyum kaku
Dara mengeluarkan 3 toples yang berisikan buah segar yang sudah dikupas dan dipotong kecil kecil. Nanas ditoples pertama, mangga muda ditoples kedua dan kedondong ditoples yang ketiga serta Dara mengeluarkan piring yang dituangkannya royco, kecap manis dan cabai yang dicampurkan jadi satu kedalam piring tersebut. Dan jadilah rujak buah sederhana dengan mencelupkan buah kedalam campuran kecap royco cabai sebelum memasukkan kedalam mulut.
BOLEH DICOBA RESEP RUJAK BUAH ALA AUTHOR TANPA RIBET. KALAU DITEMPAT AUTHOR NAMANYA 'BEPENCOKKAN'. CUMA SEBAGAI PENGETAHUAN READERS
"Ayo ges kita makan bersama, sudah lama kita gak makan bareng kek gini" ucap Risa
Mereka yang tadi berdiri tegang langsung duduk menghampiri Risa dan Dara dengan wajah senang karena mereka membawa makanan disaat memang sedang lapar laparnya
_____________
***yang mau promosi novelnya silahkan tulis komentar dibawah ini biar author baca karya kalian, like juga ceritanya dan author bakal like juga novel kalian.
pokoknya jangan lupa dilike agar author semangat terus bikinnya and coment author butuh kritikan dari para readers
sekian terimakasih 🙏🏻
__ADS_1
see you next chapter 💙***