
Assalamu'alaikum🤗🤗
Semoga kalian suka dengan novel author Adindai kali ini, yah?
Typo bertebaran dimana-mana, mohon bijak dalam berkomentar!
Kalau kalian suka, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like and komen nya yahh... Saran nya juga!
Kalau tidak suka! SKIP SAJA!!!
Tidak usah meninggalkan komentar yang akan merusak semangat seseorang!!
Tidak cocok untuk anak di bawah umur 15 tahun!! Ambil baik nya, buang keburukan nya!
...----------------...
Happy reading
Cuitt
Cuitt
Terdengar suara kicauan burung yang bersahut-sahutan di atas pohon dengan menikmati udara hangat nan menyejukkan dari mentari yang sedang memancarkan Surya nya yang amat terang.
Terlihat seorang gadis berambut panjang sepinggang berwarna coklat yang masih tenggelam di alam mimpi yang amat terindah yang tidak pernah ia rasakan.
'Weenak nya!'
Bruuk!
'Hah?! Hanya mimpi?!!" Gerutu nya kesal, yang harus terbangun dari alam sadar nya. akibat benturan meja nakas yang mengenai kepalanya dengan keras.
'Aduhh! Sangat di sayangkan!'
"Padahal .... Sedang enak-enak nya mimpi menikah dengan lelaki konglomerat! Kenapa harus bangun sekarang sih?! Kan tadi aku ingin menikmati hidangan mewah di atas meja besar itu!!" Gertak nya kesal seraya berdiri dan melempar selimut nya yang ikut terjatuh di lantai kearah kasur.
"Huhh!!" Gadis tersebut mendengus kesal seraya mengusap kepalanya yang terasa sakit.
"Astaga! Sudah jam 7 pagi?!!" Kejut nya saat melihat jam dinding yang terpasang di sisi atas ranjang nya.
"Aku harus cepat! Sebelum gerbang sekolah tertutup!" Gumam nya seraya mengambil seragam abu-abu nya di dalam lemari. Lalu, memakai nya dengan tergesa-gesa.
Takk
Taak
Setelah memakai seragam nya dengan adanya beberapa kancing yang belum terpasang, ia berlari membawa tas selempang nya menuju pintu.
"Ibu! Ayah! Violetta pergi!" Teriak nya yang tergesa-gesa memakai sepatu di depan pintu.
"Sarapan dulu!" Tegas sang ibu yang sedang sibuk memasangkan dasi untuk sang ayah yang ingin bekerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan yang terkenal di kota nya dengan gaji nya yang fantastis! Namun, itu semua tidak dapat membuat dirinya serta keluarga nya kaya. Malah, sebaliknya akibat orang tuanya yang terus terlilit hutang rentenir.
"Aku ambil, Roti!" Teriak nya seraya mengambil roti di atas meja. Lalu, berlalu pergi begitu saja.
"Semoga anak itu tidak membuat ulah lagi!" Gumam sang ayah yang merasa kewalahan dengan sifat sang anak nya yang terlampau nakal.
"Kita do'a kan saja yang terbaik untuk nya, sayang," ujar sang ibu dengan tersenyum.
"Hemmh!" Sang ayah mendengus kesal saat mengingat kembali perbuatan yang telah anak nya lakukan hingga membawa dirinya mengunjungi kantor polisi berkali-kali.
"Tiga menit lagi!!" Gumam nya dengan nefas terengah-engah berlari menuju sekolah nya yang berjarak 10 meter jauh nya.
__ADS_1
Grekk
"Pak! Pak! Jangan di tutup!!" Teriak Violetta saat melihat gerbang sekolah nya telah tertutup sempurna.
Krekk!
"Pak!!" Teriak Violetta seraya menggedor-gedor gerbang saat melihat pak satpam telah masuk kedalam ruangan nya.
Prokk
Prook
"Bagus!" Ujar seorang guru wanita berusia 30 tahun yang telah menunggu murid langganan nya, ia lah guru BK.
"Hemmh! Kenapa harus bertemu ibu ini terus sih?!" Gumam Violetta kesal saat berkali-kali selalu berhadapan dengan guru BK yang galak nan menyeramkan.
"Kenapa? Bosan bertemu ibu? Mari ikut ibu!" Tegas guru BK tersebut seraya membuka gerbang.
Grekk!
"Cuih! Iya, Aku bosan berurusan dengan ibu melulu! Lebih baik, aku pergi saja! Bey, Beyy!!" Cetus Violetta setelah meluncurkan ludah kearah guru BK tersebut, tanpa perasaan bersalah ia berlari pergi.
"Anak itu!!" Gertak Bu Guru BK tersebut yang telah kehabisan kesabaran menghadapi murid yang satu ini.
"Hahahaha!! Gue bebas! Gue ingin kemana, 'yah?" Girang nya yang merasa sangat senang bisa lepas dari peraturan sekolah, ia berjalan menuju Mall yang dekat dengan sekolah nya.
"Gue ingin melihat-lihat barang-barang bagus saja lah! Untuk Menghilangkan kebosanan ku," Gumam nya seraya masuk dan melihat-lihat toko disana.
Takk!
Takk!
"Eehh! Bukankah, Itu adalah CEO muda di perusahaan X?" Bisik para ciwi-ciwi yang menatap kagum kearah nya.
"Tampan nya! Bukankah, dia berdarah Rusia? Pengen deh menjadi istri nya!!" Jerit mereka hingga membuat Violetta yang sedang melihat-lihat toko boneka menoleh kearah nya.
"Rusia?" Batin nya yang terpaku menatap kagum pria bermata hitam tersebut saat berjalan melewati toko boneka tersebut.
"Misi, Mba!!" Teriak Seorang karyawan wanita yang sedang membawa boneka beruang besar. Alhasil, menabrak tubuh kecil nan ramping Violetta hingga membuat tubuhnya terjungkal kebelakang beberapa meter jauh nya.
Bruuk!
"Aduhh! Apa aku tidak apa-apa?" Gumam nya yang sedang memejamkan kedua bola mata nya karena takut ada hal di luar nalar nya.
"Tapi mengapa, terasa ada sesuatu yang keras menyentuh bahu ku??" Batin nya seraya memberanikan diri untuk membuka matanya.
Deg!
Degg!
Kedua bola mata biru nan indah Violetta menatap secara instan tatapan pria yang di katakan berdarah rusia tersebut, yang sedang menatap kancing seragam nya yang terbuka tanpa ekspresi.
"Kedua bola matanya... Menunjukkan kebencian!" Gumam Violetta tanpa tersadar.
"Ck!" Pria tersebut berdecak kesal kepada Violetta yang berani mendekati tubuh nya, dan menjatuhkan tubuh Violetta tanpa aba-aba sedikit pun.
Bruuk
"Aaakhh!" Rintih Violetta saat tubuh kecil nan ramping itu kini terbentur lantai dengan keras.
"Sangat menjijikkan!" Sinis pria berdarah Rusia tersebut yang menatap tajam kearah Violetta seraya berjalan pergi meninggalkan nya dengan di iringi oleh orang-orang berjas hitam itu.
__ADS_1
"Isssh!! Sombong amat!" Gerutu Violetta yang merapihkan rambut coklat yang berantakan.
"Kalau Gue jadi istri pria konglomerat sepertinya, OGAH BANGETT!!!" Gertak nya seraya bangun secara perlahan-lahan.
Takk!
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Violetta sebelumnya, Pria berdarah Rusia itu menghentikan langkah nya. Lalu, membalikkan tubuh nya dan berjalan dengan langkah lebar nya menuju Violetta.
Tanpa belas kasihan pria berdarah Rusia tersebut, langsung menarik tangan Violetta secara paksa.
"Aakhh! Apa yang anda lakukan?!!" Gertak Violetta yang terus memberontak dari genggaman pria berdarah Rusia tersebut.
Tanpa berani bercakap, orang-orang yang berlalu lalang di dalam Mall tersebut hanya bisa terdiam memperhatikan mereka.
"Lepaskan!!" Bantah Violetta seraya menggigit tangan kekar nan besar pria berdarah Rusia tersebut.
Tanpa merasakan rasa sakit sedikit pun, pria berdarah rusia tersebut tetap tidak melepaskan genggaman nya melainkan malah semakin mengencangkan genggaman nya.
"Auuww!" Rintih Violetta saat merasakan genggaman tangan kekar itu semakin kencang menekan pergelangan tangan kecil milik nya.
"Kau, harus menikah denganku!!" Tegas pria berdarah Rusia tersebut yang baru saja mengeluarkan suaranya saat telah menghempaskan tubuh mungil nan kecil Violetta kedalam mobil.
"Hah?!! Menikah! Aku masih bocil!" Ngelak Violetta tak percaya dengan pria berdarah Rusia tersebut yang langsung meminta dirinya untuk menikah dengan nya.
"Saya tidak peduli! Atau, Ku akan merusak kegadisan mu sekarang!" Tegas pria berdarah Rusia tersebut yang memasuki mobil dan menutup nya.
Sedangkan, orang-orang berjas hitam yang sentiasa mengikuti nya tersebut. Hanya bisa terdiam menjaga di luar mobil.
"Dasar lelaki br*ngs*k!" Gertak Violetta yang benar-benar marah hingga kaki nya secara refleks langsung menendang sekuat tenaga wajah pria berdarah Rusia tersebut.
Brugh
"Lumayan," Lirih pria berdarah rusia tersebut saat satu sudut bibir nya mengeluarkan cairan darah yang ia usap-usap.
Kedua bola mata hitam nan pekat itu kini tertuju kearah Violetta yang nafas nya memburu.
"Kekuatan mu, Lumayan!" Lirih pria berdarah rusia tersebut yang menarik kecil kedua sudut bibir tipis miliknya, dan mencengkeram kuat kedua pipi Violetta.
"Kau, Cukup menarik!" Gumam nya yang tersenyum mesum menatap Violetta yang meringis kesakitan.
"A-aku, ti-tidak, a-akan, Akkhh!!" Ujar Violetta yang tercekat saat pria itu menangkup kedua pipinya hingga terasa menusuk didalam rongga mulutnya.
"Cih! Lemah! Saya tidak suka wanita lemah seperti mu!" Sinis pria berdarah Rusia tersebut yang melepaskan tangannya dari kedua pipi Violetta.
"Kalau begitu! Mengapa anda menarik saya kesini?!!" Gertak Violetta yang ingin membuka pintu mobil.
Brughh!
"Tidak semudah itu! Kau, akan tetap menjadi milikku!!" Tegas pria berdarah Rusia tersebut yang mencekik leher jenjang Violetta.
Sekian lama, semakin kencang cekikikan itu semakin membuat Violetta kesulitan bernafas hingga ia dapat merasakan paru-paru nya tidak bisa kembali memacu udara yang masuk dan keluar.
"A-aku tidak boleh lemah!" Batin Violetta seraya mengalihkan pandangan nya kearah benda di dekat nya.
......................
Benda apakah itu??😂 Hayoo.. penasaran ga??
Typo bertebaran dimana-mana, harap bijak dalam berkomentar!
Happy Reading😘
__ADS_1