Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam

Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam
AKU MELIHATMU!


__ADS_3

"Su-suara apa itu?" Batin Violetta dengan menoleh sekeliling nya yang gelap gulita.


"Cepat, katakan!!" Tegas seseorang yang menggema keseluruh ruangan gelap gulita tersebut.


"Su-suara siapa itu?!" Lirih Violetta seraya melirik kearah celah pintu yang bercahaya.


"Cepat, katakan!!" Ulang seseorang tersebut, yang sedang membidik pistol kearah seorang pria paruh baya yang terduduk lemas tak berdaya di sebuah kursi sedikit rusak akibat termakan usia.


"Tidak! Saya tidak akan mengatakan nya!" Tegas pria paruh baya tersebut, yang telah siap jika dirinya akan menjadi santapan singa-singa yang telah kelaparan di balik jeruji besi belakang nya.


Huarghh!


Singa-singa itu terlihat sudah sangat kelaparan dengan menatap tajam mangsa di depan nya yang terdapat pria paruh baya tersebut.


Cek!


"Selesaikan!" Tegas seorang lelaki berjas hitam yang sedang terduduk santai di sebuah kursi besar nan megah dengan topi koboi nya sembari menghisap rokok.


DOOR!


Dalam hitungan detik orang yang semula membidik pistol tersebut, telah melepaskan pelatup nya tepat mengenai jantung pria paruh baya tersebut.


"Hahhh!" Gumam Violetta yang tak percaya saat melihat darah telah bercucuran keluar dari dada kiri pria paruh baya tersebut yang tak ia ketahui wajah nya karena terhalang oleh kedua orang berbadan besar nan kekar.


"AAKKHHH!! DI-DIA, TI-TIDAK, A-AKAN, TINGGAL DIAM, TUAN VIKTOR FISCHER!" UJAR PRIA PARUH BAYA TERSEBUT YANG TERCEKAT HINGGA TERSUNGKUR TIDAK SADARKAN DIRI.


"Berisik!" Tegas Viktor dengan sorot mata membunuh, ia membuang Batang rokok nya. Lalu, memakai sarung tangan dan mengeluarkan benda tajam nan kecil dari kantung jas nya.


Slepp!


Srekk!


Crett!

__ADS_1


Darah demi darah bercucuran keluar dari tubuh pria paruh baya tersebut hingga memuncratkan nya keseluruh ruangan, Viktor merobek dada kiri pria paruh baya itu yang telah bolong terkena peluru.


Srekk!


Dan menarik jantung nya, hingga terlepas dari saraf-saraf serta tulang rusuk nya yang telah rusak bagaikan mesin yang tercabut dari kabel nya.


Cratt!


Wajah menawan yang menjadi sorotan para kaum hawa itu. Kini, terkena cairan berwarna merah yang lengket nan kental.


"Sangat segar!" Gumam Viktor seraya melemparkan jantung tersebut kearah singa-singa yang telah kelaparan.


Harrpp!


Singa-singat tersebut langsung menangkap nya hingga berebut memakan nya.


"Keluarkan semua organ tubuhnya, dan jual dengan harga yang fantastis!" Tegas Viktor dengan menatap dingin nan tajam kearah kedua anak buah nya yang tengah berdiri di dekat celah pintu.


" Aku Melihatmu!!" Batin Viktor saat melihat kedua bola mata biru itu sekian menjauh dari pintu saat menyadari tatapan tajam telah mengarah kearah dirinya.


"Gue harus pergi dari sini!" Batin Violetta seraya berlari mencari pintu yang ia masuki sebelum nya.


Brekk!


Tanpa ada nya pencahayaan sedikit pun, membuatnya kesulitan melihat sesuatu di depan nya. Hingga tubuh terbentur oleh tembok akibat dorongan kasar seseorang.


Glek!


"Gelap, gelap, gelap!" Gumam Violetta dengan keringat dingin yang telah bercucuran di seluruh tubuhnya saat merasakan ada sesuatu yang berdiri tepat di depan nya.


Cek!


Viktor menyalakan korek api nya tepat di depan wajah Violetta yang sedang ketakutan.

__ADS_1


Terlihat kedua bola mata biru cerah bersinar itu kini telah membendung air-air bening yang berkilau bak kristal. hingga tak tahan lagi, air bening tersebut jatuh secara perlahan mengenai kedua pipi Violetta.


"Hikss... Hikss..!!"


Kedua sorot mata hitam nan pekat tersebut, sedang menatap tajam kearah dirinya membuat nya kembali marasakan jantung yang berdegup kencang.


Deg!


"Mata itu... Dengan sorot mata menyeramkan yang mengarah kepada pria tadi. Kini, mengarah kepadaku?!" Batin Violetta dengan tubuh bergetar.


Ceklek!


Lampu seketika menyala nan memancarkan sinar yang menyilaukan di dalam ruangan tersebut.


Viktor maju selangkah sembari mematikan korek api nya seraya menyentuh secara lembut dagu Violetta.


"Pertama kali, diriku merasakan rasa takut yang amat besar seperti ini!" Batin Violetta yang benar-benar tidak bisa memalingkan pandangan nya dari wajah menawan di depan nya yang masih berlumuran darah.


Tangan Viktor lainnya mengambil sebuah lap dari kantung celana nya dan mengelap wajah nya yang berlumuran darah tersebut.


"Kau, Cukup cantik!" Lirih Viktor dengan mendekatkan wajahnya kearah wajah Violetta.


Violetta memejamkan kedua bola mata biru nan indah nya, karena takut akan terjadi sesuai pemikiran nya jika Viktor akan menyatukan kedua bib*rnya dengan bib*r ranum milik nya.


Sekian lama Violetta menunggu. namun, tidak terasa terjadi sesuatu yang ia pikirkan, Ia mulai berani membuka kedua bola matanya. Dan..!


...----------------...


Typo bertebaran dimana-mana, Harap Bijak dalam berkomentar!!


Kalau suka, Jangan lupa like nya di tekan ya!😊


bila ada Saran sampaikan, ya!

__ADS_1


__ADS_2