
"Ja-jangan! Tu-tubuh ku tidak lezat di jelajahi! Hikkss.. Hikss.. Tidak!!" Teriak histeris Violetta saat mereka telah menarik secara paksa tubuhnya ke suatu ruangan.
"Ku mohon!! Jangan!! Hikkss..Hikss.." Teriak histeris Violetta yang masih dapat terdengar oleh pendengar Viktor yang masih terpaku di tempat.
"TIDAKK!!!"
"Ck! Tetapi, dia milikku!!" Gumam Viktor seraya berlari dengan tegap menuju tempat yang di tuju anak buahnya itu.
"TIDAKK! Ku mohon jangan lakukan!!!" Teriak Violetta saat melihat kedua pria bertubuh besar nan kekar itu telah membuka pakaian mereka masing-masing dan mencoba menarik secara paksa seragam putih yang di kenakan Violetta.
Srekk!
"Sangat menggoda!!" Lirih mereka yang telah tergila-gila melihat kedua bola kenyal yang masih terbalut br* dan kaos putih itu.
Bruuk!
"Hentikan!!" Tegas Viktor yang memasuki ruangan tersebut dan melihat penampilan Violetta yang sangat berantakan nan prihatin kan.
"Bos!" Ujar mereka yang menunduk hormat.
"A-apa... Ini yang kau ingin kan?!!" Jerit Violetta yang menatap dengan penuh kebencian kepada Viktor.
Viktor terpana dengan kedua bola mata biru nan indah tersebut, ia tidak tergoda oleh penampilan Violetta melainkan kedua bola mata biru itu..
"Indah! Sangat indah!" Lirih Viktor seraya tersadar dan menatap tajam kearah dua anak buah nya itu.
"Pergilah!" Tegas Viktor yang tidak terima jika yang ia milikku akan di nikmati oleh orang lain.
"Baik, bos!" Jawab mereka walau sudah di penuhi syahwat. Namun, mereka tetap saja tidak dapat membantah perkataan bos kejam nya itu.
Setelah mereka pergi, Viktor kembali menatap kedua bola mata biru nan indah itu yang kini sang empunya sedang mengalihkan pandangan nya.
"Apa!! Apa kau menginginkan diriku?! Sorry! Itu sudah dilarang dalam surat perjanjian kita!!" Tegas Violetta seraya memakai kembali kancing seragamnya nya. Lalu, berjalan meninggalkan Viktor.
Grekk!
__ADS_1
Viktor yang terpaku itu, mencengkram kuat tangan Violetta dengan kencang.
"Auuw! Apa kau ingin membunuhku?!!" Rintih Violetta.
"Ganti pakaian mu!" Tegas Viktor tajam dengan para pelayan wanita di belakang nya yang telah siap sedia menyiapkan pakaian longgar nan panjang.
"Itu sudah ada pada surat perjanjian kita! Jika kau melanggar nya, Maka! Akan ada denda yang harus kau bayar!" Tegas Viktor penuh penekanan.
"Denda?? Sejak kapan ada denda di dalam surat perjanjian itu?" Batin Violetta yang terkejut.
Viktor menghempaskan tangan nya dengan kasar. Lalu, berlalu pergi dengan tubuh tegap nya.
Violetta menoleh kearah seragamnya, dan benar saja! Itu terlihat sedikit ketat.
"Ck! Ketat dikit saja, tak boleh apa?!" Kesal Violetta seraya mengangguk kepada para pelayan wanita sebagai tanda jika ia ingin ganti pakaian.
"Silahkan.. Ikut kami, Nona," ujar salah satu pelayan wanita yang berjalan kesuatu tempat.
Violetta mengikuti nya dengan rasa malas.
"Silahkan masuk, Nona!" Ujar salah satu pelayan wanita tersebut yang mempersilahkan Violetta untuk memasuki sebuah ruangan yang hangat nan ber uap.
"Heemm... Hangat sekali!" Gumam Violetta saat merasakan tubuhnya terasa segar nan menyejukkan setelah memasuki ruangan tersebut.
"Ini adalah tempat pemandian air panas milik tuan Viktor secara pribadi, hanya ada beberapa orang penting yang di izinkan oleh tuan Viktor untuk mandi disini," jelas pelayan wanita tersebut.
Terlihat lah, sebuah kolam renang yang sangat luas dengan di sertai air hangat yang mengalir dari sumbernya. Di tambah dengan adanya beberapa alat otomatis yang sentiasa membersihkan dan memberikan keharuman keseluruh ruangan tersebut.
"OMG!!! Keren banget!! An*ayy!" Kejut Violetta refleks mengeluarkan perkataan kasar.
"Maaf nona! Di sini, dilarang mengatakan perkataan kasar ataupun kotor! Itu tidak di sukai oleh tuan Viktor," Tegas salah satu pelayan wanita tersebut.
"Iya, ya. Dia juga tidak ada disini! Repot amat mengikuti aturan darinya!" Gertak Violetta seraya mulai mencelupkan satu kaki nya kearah air hangat tersebut.
"Emm... Hangat!" Girang Violetta, tanpa basa basi ia sudah siap untuk menyeluncurkan tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf nona! Sebaiknya anda mengganti pakaian khusus! Terlebih dahulu, Agar tida-" ujar seluruh pelayan terhenti.
Byurr!
"Nona! Nona!" Teriak para pelayan wanita tersebut yang tidak melihat Violetta mengeluarkan kepalanya.
Syurr!
"Hemm... Sangat hangat!" Lirih Violetta saat memunculkan kepalanya dan membuat para pelayan wanita itu terpana melihat kedua bola mata biru nan indah milik Violetta yang bercahaya.
Sekian lama, ia menenggelamkan tubuh nya di dalam air hangat tersebut. Entah, apa yang membuatnya merasa seperti ada sesuatu yang mengigit-gigit tubuhnya yang masih berbalut seragam.
"Auuww! Apaan sih?!" Kejut Violetta seraya menoleh ke arah air hangat tersebut.
"Nona! Naiklah terlebih, kami aka-" lagi dan lagi Violetta memotong ucapan pelayan wanita itu dengan teriakan nya.
"OMG! Hewan apa itu?!!" Jerit Violetta saat melihat ada beberapa ikan-ikan kecil yang mengelilingi tubuh kecil nan ramping nya.
Syuur!
"Aakhh! Pergi!!" Jerit Violetta seraya berenang ke tepi kolam.
"Hahhh! Hahh!! Pergi!!" Jerit nya kembali dengan nafas terengah-engah saat melihat ikan-ikan tersebut mengikuti dirinya.
"Nona pegang tangan saya!" Tegas seorang pelayan wanita yang mengulurkan tangannya dan dengan cepat Violetta menarik tangan nya.
Byurr!
"Awas!" Jerit Violetta saat melihat para ikan tersebut mengelilingi tubuh pelayan wanita tersebut yang tercebur akibat tarikan nya.
"Bang*at!! Kolam renang jelek!' Umpat Violetta setelah berhasil naik ke tepi kolam.
{Perkataan kasar terdeteksi!}
"Suara apa itu?" Gumam Violetta seraya menoleh kearah atas.
__ADS_1
"A-apa, 'kah?" Lirih Violetta saat melihat ada benda tajam yang mengarah. Tepat, mengenai dahi nya.