Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam

Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam
DIA ISTRIKU!


__ADS_3

"Kau, Cukup berani!" Lirih Viktor yang menangkup kedua pipi Violetta dengan sangat kencang.


"Siapa yang memberimu izin, memasuki ruangan pribadi ku?! Tegas Viktor dengan mengencangkan cengkramannya. Hingga, keluarlah darah segar dari pipi kanan Violetta yang di olesi make up itu. Kini, di penuhi darah yang mengalir.


"Aiishh! Sakit sekali!" Batin Violetta dengan memejamkan kedua bola matanya.


Brukk!


"Dandani dia kembali!" Tegas Viktor seraya menghempaskan tubuh Violetta mengenai para pelayan wanita disana.


"Ba-baik, Tuan!" Jawab mereka serentak seraya kembali memapah tubuh Violetta untuk kembali masuk kedalam ruangan perias.


Selang beberapa menit, setelah di dandani. Kini, Violetta memasuki mobil mewah milik Viktor yang telah terparkir rapih di halaman mansion megah nan besar itu.


"Jalan!" Tegas Viktor saat menyadari jika Violetta telah masuk tanpa enggan melirik nya.


Bruum!


"Mengapa gue merasa kangen dengan sekolah? Rasanya, gue ingin bersenang-senang seperti dulu bersama teman-teman ku.." Lirih Violetta yang melihat keluar jendela.


"Masa-masa SMA ku, apakah akan berakhir sampai disini?" Lirihnya kembali tanpa terasa bulir-bulir air mata telah membasahi pipinya.


"Padahal, hanya tinggal satu tahun lagi. Gue akan lulus.. Tetapi, rasanya itu tiada artinya! Karena tinggal tunggu tiga tahun kemudian gue akan sangat kaya raya! Yuhuuy!" Girang Violetta dalam hati seraya menghapus air mata nya agar tidak membuat make up nya luntur.


Chhiit


Mobil berhenti, tepat di sebuah hotel bintang lima nan tingkat yang membuat takjub Violetta memandangnya.


"Widih... besar amat, dah! ini hotel, 'kah??"


"Tunggu dong!" Ujar Violetta seraya keluar dari mobil dan berjalan di sebelah Viktor dengan menyeimbangkan langkahnya dengan Viktor.

__ADS_1


Bugh


Viktor secara cepat, langsung menarik tubuh Violetta hingga kedua tangan kekarnya melingkar sempurna di pinggang ramping tersebut dengan sangat erat.


"Diamlah!" Lirih Viktor dekat di telinga Violetta yang ingin memberontak.


Kedua bola mata biru cerah berkilau miliknya, tertuju kearah seorang wanita berpakaian seksi dengan kedua buah dadanya terlihat menggoda yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Hay! Sayangku!" Ujar wanita tersebut. Yang menatap sinis kearah Violetta dan mencoba memeluk tubuh Viktor dari samping.


Bugh


"Ehh..." Gumam Violetta saat dirinya lah yang di peluk oleh wanita tersebut.


"Isss! Kok kamu sih yang aku peluk?!!" Kesal wanita tersebut, dengan mendorong secara kasar tubuh kecil nan ramping Violetta. Hingga, hampir terjatuh.


"Dia Istriku!" Tegas Viktor seraya menahan tubuh ramping Violetta yang ingin terjatuh itu dan menatap tajam kearah wanita berpakaian seksi tersebut.


"Ini buktinya!" Tegas Viktor seraya langsung mengec*p lembut bib*r ranum Violetta dengan sangat lama hingga ia dapat merasakan ada sesuatu bawah nya yang berdiri tegak.


Violetta yang di perlakukan seperti itu. hanya bisa menikmati dan mengikuti cara bermainnya Viktor.


"Akkh! S*al! Mengapa junior ku berdiri tegak?!" Pekik Viktor dalam hati seraya melepaskan c*uman nya.


"Dasar wanita Munaf*k!!" Teriak wanita tersebut. Seraya melayangkan sebuah tamparan kearah pipi kanan Violetta.


Plakk!


"Aakhh! S*al! Mengapa dia tidak menghalangi tamparan wanita ini kepadaku?!" Batin Violetta saat pipi nya dapat kembali merasakan perih yang amat dahsyat dari goresan pisau di tambah dengan tamparan dari jemari lentik wanita tersebut.


Uhhh... Nikmat!

__ADS_1


Tanpa terasa darah segar kembali bercucuran dari pipi kanan Violetta yang telah di olesi make up.


"Teman lamaku telah datang!" Teriak seorang lelaki berperawakan tinggi dengan kedua bola mata coklat berbinar serta bulu mata yang lentik nan tebal.


Viktor hanya menatap dingin kearahnya tanpa menggulung senyuman sedikitpun.


Pukk!


"Apa kabar?" Lelaki tersebut ingin menepuk bahu kiri Viktor. namun, tangan kekar Viktor sudah lebih dahulu menepis nya dengan kasar.


"Kekuatan mu lumayan," Ujar lelaki bermata coklat tersebut dengan melirik kearah Violetta yang pipi kanan nya mengeluarkan darah.


"Aakhh! Sakit sekali tanganku!"


"Siapa wanita ini? Wanita baru mu?" Tanya nya kembali dengan menarik kecil sudut bibir nya.


Viktor terus saja menatap dingin kearahnya tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikitpun. Ia berjalan menggandeng tangan Violetta untuk memasuki hotel tersebut.


"Waww! Gak sangka, Viktor. Pemilik perusahaan Kurlia bisa luluh pada seorang wanita?! Dan, kau. Renata! Kau, di lupakan! Hahaha!" Ujar Lelaki bermata coklat tersebut yang bernama Steven.


"Huuhh! Dasar Steven g*la!" Gertak Renata, Mantan kekasih Viktor saat kuliah di Francis. sembari dirinya melihat Steven berjalan masuk kedalam hotel dan meninggalkan nya.


"Beyy! Bey! Wanita murahan!" Ledek Steven dengan melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.


"Tidak akan aku biarkan!!"


...----------------...


Typo bertebaran dimana-mana, harap bijak dalam berkomentar, yah!


Happy Reading guys😊

__ADS_1


__ADS_2