
Sekian lama Violetta menunggu. namun, tidak terasa terjadi sesuatu yang ia pikirkan, Ia mulai berani membuka kedua bola matanya. Dan..!
Cek!
Glek!
"Pi-pisau??" Lirih Violetta terbelakak kaget saat melihat benda kecil nan tajam yang di lumuri darah itu. Kini, telah di goreskan mengenai pipi kanan mulus miliknya.
Srekk!
Keluarlah darah segar dari pipi kanan nya yang telah tergores lebar. hingga, hampir mengenai telinganya.
"Auuww! Sakit!!" Jerit Violetta dengan memejamkan kedua bola matanya saat merasakan perih dari bekas goresan tersebut.
"Hanya sedikit, itu tidak akan sakit," Lirih Viktor tepat di dekat telinga Violetta yang masih memejamkan matanya.
"Sayang ku..." Suara lembut Viktor membuat seluruh tubuh Violetta seketika menjadi menegang bagaikan tersengat listrik.
"Tidak akan sakit apanya?! Ini saja sudah sangat sakit!" Gumam Violetta yang menatap penuh kebencian kearah Viktor.
"Tidak usah banyak bicara!" Tegas Viktor seraya menjambak rambut coklat sebahu Violetta yang terpotong tidak rapi.
"AAKHH!!" Rintih Violetta hingga dirinya ingin membalas Viktor yang telah menarik rambut secara paksa nan kasar.
"Apa yang kau lakukan?! Bang*at!!" Jerit Violetta seraya menarik tangan Viktor untuk membanting tubuhnya. Namun, kekuatan nya sangat kecil bahkan tak mampu membuat tubuh Viktor goyah ataupun terangkat sedikit pun.
"Kekuatan mu lumayan. Namun, itu semua tidak ada artinya dengan diriku!" Tegas Viktor seraya semakin mengencang kan jambakan nya.
"Aakhh! Si*l! Mengapa dengan pria ini Gue tidak bisa?! Padahal sama preman jalanan saja bisa!" Batin Violetta dengan menahan rasa sakit yang amat sakit hingga ke ubun-ubun kepalanya.
Srett
Viktor menarik secara kencang rambut coklat tersebut hingga sang empunya berdiri menjinjit.
Kedua bola mata biru cerah nan berkilau itu menatap tajam kearah Viktor. "Gue harus kuat! Dasar pria baj*ng*an! Beraninya menyakiti seorang wanita seperti ini!" Batin Violetta.
"Kau, harus ikut dengan ku!!" Tegas Viktor seraya menyeret tubuh Violetta hingga keluar dari ruangan pribadi nya tersebut.
__ADS_1
Bruuk!
Dan menghempaskan tubuh mungil nan ramping Violetta hingga tersungkur kebawah lantai.
Para pelayan hanya bisa diam sembari menatap iba kearah Violetta yang meng ekspresikan wajah nya tidak kesakitan ataupun ketakutan menghadapi tuan kejam tersebut.
"Kau, cukup berani! Aku suka itu!" Gumam Viktor tepat di dekat wajah Violetta yang sedang berusaha menahan rasa sakit pada akar-akar rambutnya.
"Ubahlah dirinya menjadi sangat cantik seperti bidadari! Jangan sampai ada kesalahan sedikitpun!!" Tegas Viktor dengan menatap tajam kepada para pelayan wanita disana.
"Ba-baik, Tuan!" Jawab mereka serentak seraya memapah tubuh Violetta yang telah lemas karena dirinya belum memakan apapun sejak pagi menuju ruangan lainnya.
"Gue ingin m4ti, saja!" Lirih Violetta seraya menduduki tubuh nya di sebuah kursi rias yang terdapat kaca besar terpasang di depan nya.
Para pelayan wanita tersebut hanya bisa diam membisu dan menjalankan perintah Viktor dengan mendandani wajah Violetta agar seperti bidadari.
"Nona! Nona!" Kejut seorang pelayan wanita yang sedang merias wajah Violetta. Kini, kedua bola mata biru bersinar tersebut telah tertutup sempurna hingga tubuh sang empu hampir saja terjatuh jika tidak ada pelayan lainnya yang menahannya.
"Bagaimana ini?! Nona! Nona?!" Ujar mereka panik dengan menggoyang-goyangkan tubuh Violetta.
"Eemm..." Secara perlahan kedua bola mata biru nan indah itu kembali terbuka dengan lemas saat merasakan wajah nya terkena cipratan air.
"Nona, makanlah!" Ujar seorang pelayan wanita saat menyadari penyebab dirinya pingsan seraya memberikan sebuah makanan Stiek ayam yang mewah dari restoran bintang lima.
"Stiek?! Kejut Violetta seraya mengendus-endus Makana lezat didepan nya.
"Ternyata seperti ini bau harum Stiek!" Gumam nya seraya memakan makanan tersebut dengan lahap.
Happ!
"Nona, sebaiknya makan dengan pelan-pelan saja. Make up nya akan luntur terkena saus steak!" Tegur seorang pelayan wanita yang memegang alat perias wajah.
Luka gores yang terdapat di pipi kanan mulus nya. Kini, telah di tutupi oleh bedak tebal nan halus.
"A'a'o'a!" Keluarlah suara kodok dari sang empu yang telah menghabiskan makanan nya.
"Aiisshh! Auww!" Rintih Violetta saat pipi kanan nya yang telah di bedakin terasa perih.
__ADS_1
"Nona, sebaiknya Anda jangan terlalu membuka mulut dengan lebar karena itu akan membuat goresan di pipi kanan Anda akan semakin melebar!" Tegur seorang pelayan wanita yang sedang merapihkan rambut coklat Violetta yang tak terpotong rapi.
"Saya bersihkan, Nona." Ujar pelayan wanita lainnya dengan mengambil tisu saat melihat bib*r ranum Violetta telah di penuhi bumbu Stiek ayam tersebut.
"Gue bisa sendiri!" Tegas Violetta seraya menarik selembar tisu dan mengelap bib*r nya seorang diri.
"Kami lanjutkan, ya. Nona." Ujar pelayan wanita yang sedari tadi terus memegang alat-alat perias wajah di kedua tangan nya.
"Hemmh! emang gue harus pakai bedak setebal ini apa?!!" Kesal Violetta saat dirinya tak terbiasa berdandan. Kini, di haruskan berdandan bak bidadari?
"Bila para preman jalanan melihat penampilan gue yang sekarang, pastinya mereka akan menertawakan gue!" gertak Violetta di dalam hati.
Para pelayan kembali menjalankan tugasnya masing-masing. mulai dari mendandani wajah Violetta hingga seluruh kaki nya di oleskan oleh sesuatu yang lengket nan menyegarkan.
Selang beberapa menit, setelah selesai di dandani. Violetta keluar dari ruangan perias tersebut dan melihat Viktor yang telah menunggu dirinya di luar dengan pakaian jas hitam berkulau nan menawan.
"Tampan.. Lumayan!" Lirih Violetta saat dirinya terpana. namun, tetap gengsi untuk mengatakan nya.
"seperti ini?! yang saya bilang seperti bidadari?!" Tegas Viktor kepada para pelayan wanita disana.
"I-iya, tuan. No-nona sangat cantik," Ujar mereka serentak.
"Cih! Bidadari bagaimana?! Dia malah lebih mirip dengan kucing kecil yang sedang memelas!" Gertak Viktor saat melihat wajah lesuh Violetta.
"Dih! Ogah banget! Nyuruh-nyuruh Baek dah, Lu!" Cetus Violetta dengan mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.
Srepp!
"Kau, Cukup berani!" Lirih Viktor yang menangkup kedua pipi Violetta dengan sangat keras.
...----------------...
Typo bertebaran dimana-mana, harap bijak dalam berkomentar!!
Adegan kekerasan ada dimana-mana, harap bijak dalam memilih bacaan!!
Happy Reading gays๐๐
__ADS_1