Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam

Gadis Kecil Sang Pujaan Hati Mafia Kejam
BUKAN MIMPI, 'KAN?!


__ADS_3

"Wahh! Bakalan sangat kaya raya dah gue nih bila bisa mendapatkan uang 500 M dalam 3 tahun," Teriak Violetta yang antusias menandatangi kontrak tersebut.


Pukk


Puuk!


"Bukan mimpi, 'kan?" Tanya nya tak percaya seraya menepuk-nepuk kedua pipinya.


"Uang... Uang... Sekarang gue akan kaya raya! Dan bisa membebaskan kedua orang tuaku dari hutang!!" Jerit Violetta yang sangat! Bahagia, tanpa mengetahui apa yang harus ia tanggung jika melanggar nya.


Ceklek!


"Permisi, Nona." Ujar seorang pria berpakaian pelayan.


"Iya, ada apa?" Tanya Violetta.


"Tuan Viktor meminta kertas tersebut," ujar pelayan tersebut.


"Nih! Kasihlah kepadanya, dan katakan lah! Jika diriku akan sanggup melakukannya!" Ujar Violetta seraya memberikan kertas kontrak tersebut yang telah ia tanda tangani dan memasuki nya kedalam amplop disana.


"Saya permisi, Nona." Ujar pelayan tersebut Pamit setalah menerima kertas yang tidak ia ketahui.


"Baiklah, pergi sana!" Usir Violetta dengan sombong.


"Gue akan kaya! Sudah sana pergi!! Mengapa masih disini?" Sinis Violetta saat melihat pelayan tersebut masih terdiam di tempat.


Pelayan tersebut, mengulurkan telapak tangannya dengan gemetar.


"Apa? Minta tips? Gue belum ada uang sekarang! Nanti saja!" Sinis Violetta seraya memeluk bantal disana.


"Tetapi, tentu saja tidak mungkin itu uang! Melainkan, organ manusia. Hahahah!!" Canda Violetta saat melihat pelayan tersebut mulai berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Semoga saja menjadi kenyataan, Bagi dirimu, Nona!" Sumpah pelayan tersebut seraya pergi dari sana.


"Ini tuan kertas nya," ujar pelayan lelaki tersebut setelah sampai di ruang tamu dan mendapati Viktor yang sedang duduk bersantai di sofa.


Viktor menatap dingin kearah nya seraya mengambil kertas tersebut.


"Pergi!" Tegas Viktor yang membuat pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan nya.


Ia mulai membuka kertas perjanjian tersebut, dan melihat bahwa Violetta telah menanda tangani nya.

__ADS_1


"Baguss! Ia memang masih bocil. Namun, pemikiran nya sudah seperti orang dewasa yang membutuhkan banyak uang," Gumam Viktor yang menarik kedua sudut bibirnya saat melihat denda yang akan di tanggung oleh Violetta di bawah kertas tersebut.


"Ternyata gadis kecil itu merelakan organ tubuh kedua orang tua nya jika melanggar surat perjanjian ini," Gumam Viktor yang tersenyum menyeringai.


"Astaga! Sudah jam berapa sekarang?! Aku harus segera pulang sebelum malam tiba," Kejut Violetta seraya menenteng tas Selempang nya dan berjalan menuju ruang tamu yang terdapat Viktor disana.


"Saya akan pergi," ujar Violetta dingin.


"Siapa yang memperbolehkan mu untuk pulang?!" Tegas Viktor yang sedang mengisap rokok dengan santai duduk di sofa.


"Bukankah itu tidak ada di surat perjanjian kita!" Sinis Violetta yang berani bicara lantang.


"Nada suara mu... Sangat ku benci!" Gumam Viktor seraya melemparkan rokok nya kearah baju seragam abu-abu yang masih di pakai oleh Violetta.


"Auww! Apa yang Anda lakukan?!" Jerit Violetta saat rokok tersebut berhasil membakar sedikit seragam nya.


Srett!


Srett


"Itu baru permulaan!" Ujar Viktor seraya mengasah pisau yang ia ambil dari kantung nya jas nya.


Srett


"Mau bermain sebentar?" Tanya Viktor dengan menarik sedikit kedua sudut bibirnya.


"A-apa yang ingin Anda lakukan?!" Tegas Violetta yang terpaku melihat benda tajam yang terus di asah olehnya.


Viktor tidak menjawab, ia langsung menarik secara kasar rambut coklat Violetta hingga membuat tubuh kecil itu tergopoh-gopoh mendekap tubuhnya.


Srekk!


"Aakhh!" Rintih Violetta saat merasakan tengkuk lehernya di gores oleh benda tajam tersebut.


"Sebagai tanda, bahwa dirimu adalah milikku!!" Tegas Viktor seraya menghempaskan tubuh Violetta hingga terjatuh ke lantai.


"Aakhh! Sakit!!" Lirih Violetta seraya mengusap-usap tengkuk leher nya yang telah mengeluarkan cairan berwarna merah hingga membekas di telapak tangan nya.


"Apa yang Anda lakukan pada tengkuk leherku?!!" Tegas Violetta dengan menatap sayu kearah Viktor.


"Lihatlah!" Tegas Viktor seraya membelai kasar belakang rambut coklat Violetta yang menutupi tanda tersebut.

__ADS_1


Violetta menoleh kearah belakang nya yang ternyata terdapat cermin. Namun, tanda itu tidak dapat ia lihat.


"Rambut coklat mu, sangat mengganggu!" Tegas Viktor seraya menarik nya dan...


Srekk!


Memotong nya! Hingga menjadi pendek sebahu dan dapat terlihat pula tanda tersebut.


"Tanda tangan mu?!!" Kejut Violetta saat melihat tanda itu di balik cermin.


"Kau, milikku!" Lirih Viktor tepat di dekat telinga Violetta hingga ia dapat merasakan nafas yang berpacu cepat dengan satu tangan kekar yang meraba-raba bahu nya dan turun secara perlahan, lama kelamaan semakin turun... Dan turun..


Plakk!


"Ini tidak ada di surat perjanjian kita!" Tegas Violetta yang menepis tangan kekar Viktor.


Viktor merasa senang dengan jawaban Violetta karena pertama kalinya ada seorang wanita yang tidak ingin di sentuh olehnya, bahkan ada yang rela menjual harga dirinya demi dapat tidur bersama dengan nya.


Klekk!


Viktor menjentikkan kedua jarinya, datang lah beberapa orang bertubuh besar nan kekar dengan tampang mereka yang menyeramkan.


"Bawa, dia!" Dingin Viktor seraya menjauh dari Violetta.


"Baik, bos!" Jawab mereka serentak seraya menarik kedua tangan Violetta dengan kasar.


"Terserah! Mau apakan kalian wanita kecil itu. Kecuali, jangan biarkan dia berhasil pergi dari sini!!" Tegas Viktor.


"Dan satu lagi! Jelajahi saja tubuh mungil nan lezat di depan kalian itu!" Seru nya lagi dingin.


"A-apa maksud nya?! A-aku??" Batin Violetta yang terkejut dan menoleh kearah dua orang yang memegang kedua tangan nya di sebelah kiri dan kanan nya yang menatap penuh hasrat kepadanya.


"Ja-jangan! Tu-tubuh ku tidak lezat di jelajahi! Hikkss.. Hikss.. Tidak!!" Teriak histeris Violetta saat mereka telah menarik secara paksa tubuhnya ke suatu ruangan.


...----------------...


Typo bertebaran dimana-mana, harap bijak dalam berkomentar!!


Happy Reading geys๐Ÿ˜˜


TANDAI TYPO NYA YA GAYS...๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2