Gadis Mafiaku

Gadis Mafiaku
15.


__ADS_3

Di pagi hari Silvia sudah bangun terlebih dahulu lalu menyiapkan sarapan untuk Kai,


"Akhirnya udah selesai"ucap Silvia sambil menghela nafasnya


"sekarang tinggal panggil Kai"ucap Silvia lalu pergi ke kamar


Di kamar, Silvia tidak langsung membangunkan Kai


ia hanya menatap Kai


heh apaan sih lo manfaatin dia yang bener-bener sayang sama lo harusnya lo bersyukur bukan malah manfaatin dia-batin Silvia sambil memukul dirinya sendiri dan menitihkan air matanya


"egh"


Silvia segera menghapus air matanya


"Kamu dah bangun"ucap Kai sambil mengusap matanya pelan


"iya,sekarang mendingan kamu mandi terus sarapan ok"ucap Silvia lalu pergi meninggalkan Kai sendiri


"oh iya gue lupa sesuatu"ucap Silvia pada dirinya sendiri lalu mengeluarkan ponsel


"halo,gue mau lo cari informasi tentang Bara Ananta Wijaya SECEPATNYA"ucap Silvia dingin dengan penekanan di kalimat akhir


"baik queen"ucap Aldo di telfon lalu memutuskan sambungan nya


"gila ya ni bocah main tutup aja udah gak mau hidup kali ni anak,liat aja nanti lo Aldo"ucap Silvia dan menampilkan senyum smirknya


Di lain sisi,


"lo beneran Ri"ucap seorang laki-laki muda


"ya memang kenapa dia udah bikin kakak kita meninggal,gue gak terima Chard"ucap seorang wanita cantik


"tenang aja kak Dafa, gue dan Richard bakal balas dendam buat lo"ucap wanita tersebut yang bernama Keysha.


Skipp....


Di markas,


"ALDOOOO"teriak Silvia yang membuat semua anggota di sana menghentikan pekerjaan mereka


"eh ada queen"ucap Aldo gugup


"lo beneran nyari mati ya mati in telpon dari gue"ucap Silvia sambil menjewer telinga Aldo


"aduh duh Sil emang kenapa juga lo permasalahan kan kita best friends"ucap Aldo kesakitan


"untuk sekarang gue maaf in lo karna gue masih butuh lo"ucap Silvia


"kalo udah gak di butuh in gimana"tanya Aldo


"ya udah lewat kali"ucap Silvia yang membuat semua orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak,kecuali Aldo yang sudah cemberut


"jadi gimana siapa Bara itu??"tanya Silvia yang mulai serius


"lo ambil aja ndiri file nya di meja lo udah gue kasih ke sana"ucap Aldo kesal dan langsung pergi


"yee malah ngambek tu bocah"ucap Silvia sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Di ruangan Silvia, Silvia langsung duduk lalu mengambil sebuah flashdis yang di taruh oleh Aldo,


"eemm ok ok gue tau sekarang"ucap Silvia sambil menampilkan senyum smirknya


"Gue akan balas dendam untuk lo"ucap Silvia sambil melihat foto seorang laki-laki.


huhh


Silvia menghela nafasnya panjang


"kok gua jadi mikirin Kai sih,gue masih ngerasa bersalah sama dia gue manfaatin dia untuk kepentingan gue,gue juga udah nipu dia kalau gue cinta sama dia heh gimana ya perasaan dia kalo dia tau gue gak cinta sama dia gimana reaksi dia gue takut dia jadi benci sama gue,gua gak mau dia benci sama gue kalo aja gue bisa ngulang waktu gue bakal berusaha buat cinta sama dia"ucap Silvia pada dirinya sendiri


creeett.....


"lo ngapain sih ketawa sendiri kayak orang gil-"ucap Aldo yang baru saja masuk tapi ucapan nya terpotong oleh ucapan Silvia


"emang gue gila"ucapnya dingin namun terselip penyesalan


Aldo yang masih berdiri di depan pintu pun langsung mendekat lalu duduk di depan Silvia hanya meja yang menjadi perantara mereka.


"lo kenapa??"ucap Aldo penasaran


namun,Silvia bergeming tak mengucap sepatah kata pun.


"lo kenapa?, ada masalah"ucap Aldo sekali lagi


Silvia hanya mengangguk


"apa masalah lo??"ucap Aldo


huhh


Silvia menghela nafas panjang


"bohongin apa?"ucap Aldo semakin penasaran


"gue bohong kalo gue cinta sama dia"ucap Silvia


"HAH BENERAN LO"teriak Aldo terkejut


Silvia hanya memalingkan mukanya ke atas lalu menhela nafas "lagi"


"gue gak tau harus apa? gue ngerasa bersalah"ucap Silvia masih menghadap ke atas


"lo harus belajar cinta sama dia"ucap Aldo sambil tersenyum tipis


"bagaimana pun dia suami lo"lanjutnya


"gue tau tapi gimana?"tanya Silvia pasrah


"lo harus......"bisik Aldo


Sesampainya di rumah,


"MAMA"teriak seorang gadis kecil yang tidak lain adalah Sella sedang berlari ke arah Silvia lalu memeluknya


"mama, aku kangen"ucap Sella


"mama juga kangen banget sama Sella"ucap Silvia sambil memeluk Sella

__ADS_1


"baru aja di tinggal setengah hari kangennya minta ampun lah aku apa"ucap seorang laki-laki


"ih papa iri aja deh bilang aja papa kangen sama mama"ucap Sella


"biarin"ucap Kai kesal


melihat Kai yang seperti itu membuat Silvia terkekeh pelan


"Sella sekarang kamar ya istirahat"ucap Silvia sambil membelai rambut Sella


"iya ma, dadahh papa yang jelekkk"ucap Sella lalu berlari masuk ke kamarnya


sementara Kai hanya mengecek tidak jelas,


cup


Silvia mengecup kilas bibir Kai


Kai kaget karna memang tidak biasanya Silvia bersikap seperti ini.


"kenapa"ucap Silvia berusaha santai agar tidak ketahuan kalau ia sedang gugup


"tidak,hanya saja....."ucap Kai


"aku suka"lanjutnya lalu menggendong Silvia ke kamar


Malam harinya jam 21.00 WIB,


"egh"


"kamu udah bangun"ucap Kai sementara Silvia hanya menutupi muka nya dengan selimut,sekaligus menutupi tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai pakaian apapun


"malu"ucap Kai


tidak ada jawaban


"kenapa"ucap Kai sambil menarik selimut lalu di buang sembarang, kemudian memperlihatkan tubuh Silvia


wajah Silvia sudah memerah seperti kepiting rebus,


"laper"ucap Silvia pelan,namun masih bisa di dengar Kai


"ya udah aku ambil makanan dulu kamu tunggu di sini"ucap Kai lalu pergi, akan tetapi di tahan oleh Silvia


"kenapa"ucap Silvia pelan


"baju"ucap Silvia singkat yang langsung di pahami oleh Kai


"selimut"ucap Silvia bingung


"nanti aku bantu, kamu lemes kan"ucap Kai sambil menutupi tubuh Silvia dengan selimut


lalu pergi keluar mengambil makanan untuk Silvia


Bersambung......


maaf ya guys baru bisa up


lagi banyak ulangan harian di sekolah aku jadi up nya lama

__ADS_1


tolong maklum ya....


gimana nih cerita kali ini?? (komen ya)


__ADS_2