Gadis Mafiaku

Gadis Mafiaku
2.Hari-hariku


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Kai Silvia langsung ke ruang makan dan tepat di sana sudah ada kedua orang tua Kai,


"eh Silvia udah mau berangkat ya" tanya Lydia


"iya mam"jawab Silvia yang sedang berjalan menuju meja makan


"Dianterin Kai"tanya Putra yang membuat Silvia kaget,tapi tiba-tiba


"iya pah"jawab Kai yang sedang turun tangga


"Ooo..."ucap Putra dan Lydia serentak


"ya udah kalian sarapan dulu"suruh Lydia sambil membuatkan sarapan,


"iya"jawab Silvia dan Kai bersamaan


"oh ya adik Kai kemana"tanya Silvia


"Ooo..dia baru aja berangkat soalnya takut telat"jawab Putra


"Ooo..."jawab Silvia sambil mengangguk



setelah sarapan Kai dan Silvia langsung berangkat akan tetapi di tengah jalan,


"Stop.."suruh Silvia


"kenapa"tanya Kai


"ini udah deket sama sekolah"jawab Silvia sambil keluar


"ok"jawab Kai dengan santai




Di gerbang sekolah,


"hah pak Andra kita boleh masuk ya please"ucap Laila sambil memohon,tiba-tiba Silvia datang.


Silvia yang dari tadi berjalan ternyata di ikuti oleh mobil Kai,


"ehhhh pak Andra udah lama ya di sini"ucap Silvia yang membuat Pak Andra jengkel


"kamu lagi,kamu lagi 4 aja belum kelar malah tambah kamu"jawab pak Andra dengan nada kesal


"ya iya lah pak kan Silvia kami panggil dengan hati kami pasti Silvia akan datang"jawab Naila yang membuat emosi pak Andra melonjak sampai ubun-ubun.



Sedangkan di mobil Kai yang melihat kelakuan istrinya malah semakin tertarik dengan Silvia

__ADS_1


"wanita yang menarik"ucap Kai



kembali lagi di depan gerbang sekolah,


"pak kami boleh masuk gak nih"ucap Silvia


"YAUDAH SEKARANG KAMU MASUK AJA DEH,BAPAK PUSING DENGAN KELAKUAN KALIAN" teriak pak Andra pada Silvia cs


"loh pak kok jadi teriak-teriak gak baik loh"ucap Fani


"iya bapak gak usah marah-marah nanti cepet tua"sambung Silvia sambil berlari dengan teman-temannya ke dalam menuju kelas mereka



Setiba di kelas di san tidak ada guru karna guru yang mengajar kelas Silvia sedang pergi.



Sementara itu di mobil Kai malah tertawa dengan kejahilan Silvia dan teman-temannya itu tapi di tengah ia tertawa ia sadar kalau dia tidak pernah segembira ini dan setelah itu Kai pergi melaju dengan mobilnya itu.



kring...kring...,suara bel istirahat


Silvia dan teman-temannya pun langsung pergi ke kantin tapi di tengah perjalanan ke kantin Silvia di telfon oleh seseorang dan berpamitan dengan temannya,


"halo ada apa"tanya Silvia dingin


"APA"teriak Silvia pada orang yang menelfonnya


".................."


"ok,sekarang aku ingin kamu mengurus semuanya"jawab Silvia dengan tenang


"tut"telfon terputus


Silvia yang sedari tadi melamun tiba-tiba di kagetkan oleh Laila,


"ahh...Laila gak usah ngagetin aku kali"jawab Silvia dengan nada kesal


"ya maaf,oh ya kamu kenapa kok dari tadi melamun terus sihh.apa ada masalah yang terjadi"tanya Laila


"iya"jawab Silvia dingin


"apa masih soal itu"tanya Laila yang tiba-tiba serius.


"kamu jangan pikirin itu dulu nanti kamu sedih lagi,terus galau lagi,terus ngamuk lagi...."ucap Laila yang tiba-tiba tersenyum kembali


"ihhh apaan sih loe ya enggak lahhh"jawab Silvia sambil memukul Laila


"yaudah ayo ke kantin udah pada di tungguin tuhh"ucap Silvia

__ADS_1



setelah Silvia melangkah maju duluan,


"Sil,Sil sampai kapan sih loe gak akan mengenal cinta lagi karna mantan loe itu"ucap Laila sambil menggelengkan kepala dan langsung menghampiri Silvia yang sudah berjalan di depannya.


"Sil nungguin dong"ucap Laila sambil merangkul Silvia


"iya iya"jawab Silvia yang membalas rangkulan Laila.


Bersambung...



sekali lagi saya minta maaf ya kalo ada kesalahan dalam menulis dan juga semoga kalian suka sama novel ini ya.


terimakasih sudah membacaπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ




SELAMAT MEMBACA ,tunggu kelanjutannya ya 😊😊



ini adalah kisah fiksi. saya juga minta maaf kalau menyinggung πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


bye,bye. ditunggu ya


dadadadadadadahhhhhhh












__ADS_1



__ADS_2