
sampai di tempat tujuan,
"kita ke pasar malam nih"tanya Silvia
"yap soalnya kamu kayak kurang main gitu"ucap Kai
"aku baru aja seminggu yang lalu main sama orang tapi dia udah dead"ucap Silvia polos
"haduhhh kamu tuh ya"ucap Kai
"emang kenapa masalah buat kamu"ucap Silvia
"ya udah ayo masuk aja"ucap Kai sambil menarik tangan Silvia,
"gimana kalo sekarang kita main......"ucap Kai sambil berpikir ingin memainkan permainan apa,tapi Kai ingin membuat Silvia menjadi lebih feminim lagi.
"ha ayo ikut aku"ucap Kai sambil menggenggam tangan Silvia
"hah apaan nih gak suka ah"ucap Silvia kesal
"ayo deh kamu tembak terus pilih bonekanya ya ini kan demi suami mu"ucap Kai yang membuat-buat muka imut dengan wajah tampannya itu dan,
"ok deh aku turutin"ucap Silvia malas,tapi jangan meragukan Silvia dia selalu mengenai tepat pada tengah dan ia mendapatkan boneka besar berwarna pink.
"hebat sayangku"ucap Kai sambil merangkul Silvia
"apaan sih sayang,sayang terus ngapain peluk-peluk sih"ucap Silvia sambil memberontak
"ya gak apa-apa lah kan udah nikah dan gak dilarang kok"jawab Kai yang tetap memeluk Silvia erat,
"haduhh pasti pengantin baru ya,saya doain biar langgeng sampe kakek nenek dan cepet-cepet punya anak ya"ucap salah satu pedagang di dekat Silvia dan Kai berada
"aminn,dan makasih ya bu udah di doain segala"ucap Kai sambil tersenyum
"ihh apaan sih kamu tuh"bisik Silvia di telinga Kai
"ya udah sekarang mendingan kamu ambil tuh boneka"suruh Kai pada Silvia
"iya iya"ucap Silvia kesal
__ADS_1
Setelah itu,Silvia dan Kai pergi menuju toko es krim,
"nih Sil aku beliin kamu"ucap Kai sambil memberikan Silvia es krim
"ohh makasih"ucap Silvia sambil mengambil es krim dari tangan Kai
"ya"ucap Kai
"oh ya Kai"ucap Silvia
"apa"ucap Kai
"aku mau tanya kamu tuh umurnya berapa sih"tanya Silvia
"ooh...umurku ya"ucap Kai
"ihh berapa cepetan"ucap Silvia dengan nada kesal
"yaudah yaudah umurku 19 tahun kenapa emangnya"jawab Kai
"iya,eemm kita ke sana yuk"ucap Kai sambil menarik tangan Silvia,tapi sebelum Silvia menjawab Kai malah menggendong Silvia dan mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang di sana.
"biang lala ya tapi gak usah pake gendong aku segala kali"ucap Silvia kesal
"ya maaf"ucap Kai
"ya udah ayo kita ke atas"ucap Silvia sambil menarik tangan Kai
Di atas biang lala,
"bagus"gumam Silvia tapi malah terdengar oleh Kai
"kamu kayak gak pernah naik biang lala aja"ucap Kai
"iya,tapi aku terakhir kali sih umur 5 tahun sama kedua kakak aku"ceplos Silvia
__ADS_1
"hah kedua kakak"ucap Kai
"eee... bu...bu..ka..kan apa-apa"ucap Silvia terbata-bata
"aku gak percaya sama kamu,cepet jujur sama aku....."ucap Kai tapi sebelum Kai menyelesaikan kalimatnya biang lala tersebut tiba-tiba goyang dan dengan tidak sengaja Kai mencium Silvia,akan tetapi Kai malah senang sedangkan Silvia ia terkejut lalu melepaskan ciumannya dengan Kai
"ihh kamu apaan sih"ucap Silvia kesal sambil mengusap bibirnya dengan kasar
"kenapa gak suka"ucap Kai menggoda Silvia
"ugh....kenapa sih"ucap Silvia,dengan ketidak tahuan Silvia wajahnya mulai memerah dan Kai pun menyadarinya kalau wajah Silvia memerah.
Setelah turun dari biang lala, Kai dan Silvia langsung pergi ke parkiran dan langsung pulang.
Sesampainya di rumah Silvia langsung mandi sedangkan Kai menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau masa lalu Silvia.
Selesai mandi Silvia yang langsung tidur di ranjangnya tapi,tanpa ia sadari Kai menuju ranjang Silvia dan langsung memeluk Silvia dari belakang,
"kamu harus menjadi milikku Sil"bisik Kai di telinga Silvia.
Bersambung
maaf ya kalo ada kesalahan pada tulisannya
semoga kalian suka
__ADS_1