
Setelah pertengkaran besar antara Silvia dan Kai,keduanya hanya diam tak mengucap sepatah kata tak ada yang menyapa lebih dulu ataupun memulai pembicaraan.
mereka berdua sedang berada di kamar...
hening....
tak ada pembicaraan
"Sil/Kai"ucap keduanya yang akhirnya mereka berdua memulai pembicaraan
"kamu duluan"ucap Silvia canggung
"kamu aja"ucap Kai
"ya udah,aku mau minta maaf soal yang tadi"ucap Silvia menyesal
"aku juga minta maaf soal perkataan ku tadi,kamu tau aku hanya terbawa emosi"ucap Kai menunduk
"kita mulai dari awal yaa"ucap Silvia sambil tersenyum lebar
"ya,aku juga mau kita membuka lembaran baru dan tinggalkan semua masa lalu gelap kita kamu bersedia"ucap Kai
Silvia yang mengerti arah pembicaraan Kai pun mengangguk.
"aku ingin kita hidup bahagia bersama Sella dan anak-anak kita nanti"ucap Silvia
"ya tentu saja"ucap Kai lalu memeluk Silvia
ya Allah terima kasih Kau telah memberi hamba Mu yang berdosa ini kebahagian yang tak pernah hamba bayangkan-batin Kai bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa
1 minggu semenjak kejadian pertengkaran besar Silvia dan Kai,hubungan mereka mulai membaik namun,Sella sedikit berubah pada sikapnya ia menjadi lebih dewasa dan sedikit dingin akan tetapi sikap Sella itu tak berlaku ketika sedang berada di dekat Silvia dan Kai.
__ADS_1
matahari mulai terbit kemudian memasuki celah korden yang mengusik dua sejoli yang sedang terlelap.
Silvia mengerjapkan mata ia terbangun karena terusik matahari yang mulai naik,
"morning sayang"ucap Kai lalu ia mengecup kening istrinya itu
"morning Kai"ucap Silvia lemas
"kamu baik\-baik saja"tanya Kai yang melihat Silvia lemas
"tentu"ucap Silvia namun tak lama Silvia merasa mual,ia berlari menuju kamar mandi
Kai yang melihat Silvia muntah\-muntah ia panik,kemudian Kai menelpon dokter pribadinya untuk ke mansion.
Silvia pun keluar dari kamar mandi,
"sayang,apa yang kamu rasakan?masih mual"ucap Kai khawatir
"aku pusing,perutku juga tidak nyaman"ucap Silvia lemas
"pa,ma ini ada om dokter"ucap Sella lalu menghampiri Silvia dan Kai
"mama tidak apa\-apa"tanya Sella khawatir melihat Silvia pucat
"hei bro ada apa"tanya Revan
"tolong cek istri gue,gue takut dia kenapa\-napa"ucap Kai khawatir
"ok"ucap Revan
Skippp...
"gimana keadaan istri gue Van"tanya Kai khawatir
__ADS_1
"istri lo gak papa kok,and selamet ya bro lo bakal jadi bapak"ucap Revan yang membuat Kai lega sekaligus terkejut
"APA.....jadi istri gue hamil Van"ucap Kai
"iya bro"jawab Revan
"jadi,Sella bakal punya dede dong..."ucap Sella sambil memeluk Silvia
*Alhamdulillah aku hamil,Makasih ya Allah kau telah memberi keluarga kecil hamba bahagia hamba pasti akan menjaga amanah Mu ini\-batin Silvi bersyukur*
"sayang kamu baik\-baik ya di dalam perut mama,jangan nakal"ucap Kai di perut Silvia yang rata
"iya,dede bayi juga harus sehat gak boleh nyusahin mama kan kasihan mama kalo dede bayi nakal,ookk"ucap Sella
"iya papa,kakak"ucap Silvia dengan suara anak kecil
"makasih sayang"ucap Kai
Silvia hanya tersenyum
"sayangnya mama kamu kan harus sekolah jadi berangkat gih"ucap Silvia pada Sella
"iya mama,Sella berangkat dulu Assalamualaikum"ucap Sella lalu mental ini Silvia
"waalaikumusalam"jawab Silvia
"aku berangkat sayang"ucap Kai lalu mencium kening istrinya dan tak lupa mengucap salam
Bersambung........
gimana nih guys cerita kali ini??
di eps kali aku gak akan kasih konflik ya biar bahagia dulu....
__ADS_1
**THANK YOU AND BYE**.......