
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Siang itu setelah mendapatkan makan siang di warung bibi nya dengan cara berhutang atau bon akhirnya Duri dan Tami pun kembali ke kelas mereka masing-masing, Duri benar-benar kenyang walaupun dengan makanan yang biasa-biasa saja,jika ayam makanan anak murid disana Duri hanya di berikan tempe dan tahu goreng oleh bibi nya itu pun tetap itungan hutang . Walaupun sebenarnya Duri sendiri tak sanggup juga tertekan akan kehidupan nya saat ini namun di sisi lain ada pendidikan yang perlu ia selesaikan di tempat itu, jadi sebisa mungkin Duri harus bisa bertahan akan semua ini.
"Andai hidup Duri tidak seperti ini, bisa bersekolah tinggi-tinggi terus sampai kulia, tapi ya udah lah bisa sampai masuk di SMA ini aja udah bahagia banget." Saat gadis itu hendak meneruskan kata-kata nya namun lebih dulu di sambung oleh orang lain
"Terus jatoh, kebanyakan mikir dan menghayal." Ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri gadis itu.
"Kamu disini mau belajar atau mau menghayal ?kalau msu belajar masuk kelas sana bukan untuk mikir yang ga jelas dan ga penting seperti itu." Ucap Kevin yang memang setelah makan siangnya di cafe ia langsung balik pulang ke sekolah, namun saat sampai di sekolah dirinya melihat semua murid dan para guru lainnya disibukan dengan masuk ke ruangan mereka masing-masing.
"Maaf, pak." Duri langsung membungkukkan tubuhnya meminta maaf kepada laki-laki bejst yang pernah hampir melecehkan nya waktu itu dan sekaligus menjadi guru barunya saat ini.
"Maaf,, maaf,, maaf mu itu tidak berguna di bagi saya, kamu itu jadi murid harus fokus belajar bukannya ngurusin hidup kamu yang ga jelas itu." Ucap Kevin begitu mudahnya merendahkan orang lain, Duri hanya mengepal kan tangannya, andai dia bisa pasti dia sudah melawan namun Duri hanya bisa pasrah saat dirinya terhina dan di injak-injak seperti itu.
"Kau kaya, dan kau aman, pak." Batin Duri tersenyum kecut
"Reno." Panggil Kevin kepada sopir sekaligus teman pribadinya itu, Reno yang sedari tadi hanya memperhatikan tubuh Duri yang memakai baju anak sekolah namun terlalu ketat atau kekecilan di tubuhnya sontak langsung mendekat kepada bos nya.
"Saya, pak." Ucap Reno kepada Kevin
"Coba kau cari tau latar belakang gadis ini? kenapa bisa dia ada di sekolah elit ini sedangkan pakaian nya." Perintah Kevin seakan sedang menghina Duri lalu laki-laki itu pergi dari tempat itu meninggalkan semua orang yang sudah mulai ramai mengerumuni gadis itu yang hanya diam saat pak guru nya sendiri merendahkan anak murid mereka.
"Makanya jadi murid itu jangan sok sok an dan minimal itu sadar diri,harus nya kau itu sekolsh di tempat-tempat kumuh,kena semprot kan." Cibir murid wanita disana yang tadi menyaksikan Duri di marahi guru baru dan arogan itu.
"Udah tau Guru galak, ehh malah cari masalah, emang enak." Ucap murid wanita satu lagi, Duri hanya bisa diam sambil mere mas-re mas tangannya. Begitu hina dirinya begitu rendah dirinya namun memang itulah fakta sebenarnya, Duri hanyalah sebatas nama yang bisa ia pakai, keluarga maupun harta dia tidak punya.
Tami melihat teman nya namun karna ini masih di posisi yang sama saja membuat gadis itu tidak berani untuk mendekati Duri "Duri,lu harus kuat ya." Batin Tami menyemangati temannya dalam doa.
Duri mengambil sampah yang ia masukan dalam plastik tadi lalu ia berjalan menuju keluar sekolah untuk membuang sampah tersebut dan saat tiba diluar dan ia baru selesai membuang sampah, Duei tak sengaja melihat taman kecil di samping sekolah nya tersebut dan kakinya sekan mendorong dirinya untuk kesana dan Duri pun melakukannya.
__ADS_1
Setiba di taman kecil itu Duri termenung sendirian mengingat kejadian tadi dan seketika memori masa kecilnya kembali berputar di otak nya. "Aggghhhhh.... Bodoh... Bodoh.. Bodoh." Teriak Duri sambil memukul-mukul dengkul nya.
"Aku benci seperti ini, aku benci." Teriak Duri
"Kenapa semua karna terpaksa? Kenapa? Kenapa hidup mempermainkan ku,kenapa?" Tanya Duri namun gadis itu tidak menangis hanya saja matanya memerah menahan apa yang hendak sedari tadi ingin membasahi pipi nya itu.
"Teriaknya kurang kenceng..." Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Duri
"Pak?" Duri langsung berdiri dan merapikan rambutnya dan kembali memegang sapunya
"Melampiaskan dengan begini tu enak yah?" ucap orang yang menghampiri Duri
"Pak Rio, maaf kan saya pak, permisi." ucap Duri berasa begitu malu bahkan untuk melihat wajah orang di hadapannya itu pun seakan tidak memiliki keberanian.
"Kenapa minta maaf kepada saya? Kamu berhak kok teriak dimana saja dan ya saya bukan bos kamu, kita sama ,derajat kita sama.. Sama-sama kamu menuntun ilmu saya sebisa mungkin membagikan ilmu saya yang saya punya, mau berteman dengan ku? " Ucap pak Rio lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Duri tanda pertemanan.
Duri merasa disamakan tidak di rendakan berasa di hargai sebagai wanita dan manusia oleh lelaki di hadapan nya itu. "Teman?" Ucap Duri dan Rio pun menganggukan kepalanya.
Duri tersenyum "Aku masuk dulu pak Rio, mau kembali ke kelas" Pamit gadis itu dan Rio pun menganggukan kepala nya kembali
Dan akhirnya Duri pun masuk kedalam sekolah nya itu kembali dengan tersenyum sedangkan semua yang mereka lakukan tadi tak lepas dari pandangan Kevin dari lantai dua yang memang lagi berdiri di dekat kaca namun tak sengaja melihat teman satu kerja nya itu juga murid-Nya sedang berduaan.
Didalam kelas pun Duri menceritakan kepada teman nya Tami bahwa dirinya mempunyai teman baru sekarang bahkan dia adalah seorang guru "beneran , pak Rio sendiri ngajak berteman dengan ku, aku tadi nya ngga percaya tapi ternyata ini benar, dia tulus ingin berteman." Ucap Duri lagi
"Masa sih, Duri?" Tami masih nggak percaya
"Iya Tami, sumpah." Ucap Duri lalu membuat tangannya berhuruf V cangkang ke hadapan wajah temannya itu.
"Ya baiklah aku percaya, udah yuk fokus belajar lagi." tami pun akhirnya percaya aja dari pada makin panjang dan runyam .
Sedangkan di ruangan guru itu terdapat Kevin dan Reno selaku bos dan sopir bagi mereka berdua sedang berbincang "Ren, menurut kamu Keysa harus aku kasih pengawal nggak sih?supaya kalau dia ngambek-ngambek ada pengawal ku yang tau dia kemana." Ucap Kevin menanyakan pendapatnya kepada teman sekaligus sopir nya itu.
__ADS_1
"Menurut ku itu lebih bagus sih sebenar nya, tapi kalau si Keysa tidak mau gimana, pak bos? " Ucap Reno setuju saja namun kembali lagi kendalanya adalah orang terkasih Kevin tersebut tidak mau di kasih pengawal dengan alasan terlalu terkekang kalau diiringin kek gitu kalau sendirian.
"Jadi gimana ya? Apa aku harus diam-diam saja kasih dia pengawal? Atau?" Kevin sedang memikirkannya namun seketika ia mendapatkan ide cemerlang.
"Nah... Bener bener... " Gumam Kevin mendapatkan ide cemerlang
"Apaan pak?" Tanya Reno tidak paham akan bos nya itu
"Kau tadi aksih info dengan ku bahwa murid bernama Duri itukan sekolah karna beasiswa dan sekrang kerja sampingan bersih-bersih di sekolah ini." tanya Kevin karna Reno tadi sudah mendapatkan informasi tentang Duri di sekolah elit tersebut.
"Iya, terus?" Reno masih tidak paham
"Gini saja, biarkan wanita kampungan itu menjadi asisten Keysa kemanapun dia pergi, jadi pembantunya atau apapun dan Keysa tidak bisa menolak karna ini bukan pengawal laki-laki tetapi asisten wanita." Ucap Kevin mendapatkan ide cemerlang
"Tapi gadis itu sekolah pak bos?" ucap Reno lagi
"Dan nama dia Duri bukan gadis kampungan ?" Reno membenarkan pemikirannya
"Yapps... Tepat sekali, dia akan aku jadikan babu Keysa." Kevin tersenyum jahat
"Lalu kerjaan nya di sekolah ini gimana, pak?" Tanah Reno
"Aku yang akan mengurus dan membujuk ekoala sekolah untuk dia tidak lagi bekerja bersih-bersih disini." gumam Kevin lagi
"Baiik pak."Reno hanya bisa pasrah akan ide buruk tuan nya itu
"Permainan apa lagi ini?" Batin Reni geleng-geleng kepalanya tak tega gadis yang tak tau apa-apa jadi imbas nya
Dan akhirnya mereka pun kembali dimana Kevin mengajar siang itu di kelas Duri.
Bersambung....
__ADS_1
Ig:@Yuliaputry03
Yuk support terus ya othor 🙏🙏