
Happy reading
***❤️❤️❤️***
Setelah selesai berbicara sebentar dngan Keysa, kevin pun langsung masuk kedalam kamarnya pria itu mengunci pintu kamarnya dari dalam, mengurangi dirinya sendirian disana.
"Aghhhhh...... " Kevin mengeram, entahlah dalam percintaan dia gagal dan menjadi pria bertanggung jawab pun dia gagal bahkan dia gagal meminta maaf sepenuhnya kepada gadis di masa lalu nya itu dan gadis yang masa kini hampir ia lecehkan itu.
"Bodo... bodo... bodo... " Kevin menarik kasar rambutnya.
laki itu langsung membuka seluruh bajunya dan langsung masuk kedalam kamar mandinya.
Didalam kamar mandi Kevin pun berendam, menetralkan emosi nya "Bagaiamana? bagaimana caranya? bagaimana bisa aku meminta maaf kepada gadis itu? aku terlalu banyak melukainya, bagaimana." kevin bertanya-tanya sendirian dengan emosi nya.
*******
Disisi lain Duri baru saja pulang sekolah dan gadis itu pun langsung mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumah lalu ia ke dapun hendak makan siang karna perut nya begitu lapar karna dari pada sampai siang ia disibukan dengan pelajaran nya di sekolah.
"Bibi sama Tami kemana ya?" Diri bertanya sendirian di dapur mencari keberadaan bibi dan sepupunya itu.
"Ga ada orang sepi bener." ucap Duri lalu membuka tudung sayur dan ternyata ga ada lauk yang bisa ia makan disana, Duri pun berjalan melihat isi dari majikom siapa tau bibinya menyimpan lauk didalam mejikom agar masih tetap panas.
__ADS_1
Namun saat ia buka mejikom tersebut jangankan lauk bahkan nasi pun tidak ada disana.
"Ga ada apa-apa.. duhh." Duri memegang perutnya begitu lapar.
Gadis itu pun berjalan keluar rumah dengan pintu ia tutup dengan di kaitkan ke engsel nya.
Gadis itu menyusuri jalanan, berjalan di pinggir trotoar, bibi dan tami dia sendiri tak tau kemana mereka, dikarenakan Duri pulang lebih lama tadi karna adanya jam tambahan .
gadis itu melihat penjual mie ayam namun saat itu juga kaki nya terhenti karna melihat dua orang yang tak asing baginya "Bibi, Tami." Duri hendak melangkah mendekati Bibinya namun saat itu juga ia sadar karna melihat bibi dan Tami sedang makan mie ayam begitu lahap nya.
Kembali gadis itu memegang perutnya yang begitu lapar "Gini banget ya." ucap gadis itu menjauh dari tempat itu dan kembali berjalan.
Namun saat dirinya berjalan sambil menunduk tiba-tiba seseorang ikut berjalan di sampingnya "Mau makan bersama ku?" tiba-tiba orang itu menawarkan makan bersama Duri
Duri menghentikan langkah nya dan melihat siapa yang ada di hadapan nya itu "Kamu? eh pak Kevin?" Duri kaget.
Ya Kevin setelah berendam di kamar mandi yang ada di kamar nya langsung berganti pakaian lalu dengan tekat nya ingin menemui Duri kerumah gadis itu sesuai alamat yang ia dapatkan, namun Kevin baru saja mau turun ke rumah Duri dari mobilnya ia melihat gadis itu keluar rumah dengan berjalan kaki, dengan rasa penasaran nya Kevin pun mengikuti Duri tanpa membawa mobilnya.Dan Kevin pun melihat semua nya.
"Hey... makan yuk,, aku lapar... temeni dong." ucap Kevin
"Kenapa bapak ada disini?"Duri bukannya menjawab tawaran Kevin tetapi dirinya malah bertanya.
__ADS_1
" Aku tadi mau makan siang dimana, bingung karna sendirian.. terus ga sengaja lihat kamu disini, jadi ga papa kan sekali-kali, aku traktir deh."ucap Kevin lagi
Duri menatap curiga gurunya itu "Pak Kevin mengikuti saya ya?" hardik Duri langsung menuduh
"Tidak,, aku hanya ingin makan," ucap Kevin lagi
"Mau tidak?" ucap Kevin namun Duri sedang berfikir, karna perut nya saat ini benar-benar sangat begitu lapar
"Ya baiklah, mau makan dimana? soto, mie ayam, atau bakso,, tuhh disana banyak di pinggir jalan itu." ucap Duri menunjukan setiap geobak makanan disana.
"Kau sering makan disitu?" kaget Kevin bertanya
"Ya makanan nya enak-enak." ucap Duri sambil mengusel perutnya
"Iiiihhh... kamu jorok sekali Duri, apa kamu tidak sakit perut?" tanya Kevin sambil geleng-geleng
"Jangan cuma bisa menilai ku dan cara hidupku pak, cobalah untuk memakai peran ku. aku mau lihat bagaimana cara bapak berjalan di jalan ku." ucap gadis itu
Bersambung...
support ya
__ADS_1