Gairah Liar Pak Guru

Gairah Liar Pak Guru
Teringat kembali kejadian itu


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️


Akhirnya setelah perjalanan panjang menuju toko perhiasan Kevin dan Duri sedang sibuk memilih cincin pernikahan yang mana Duri adalah wanita bahan percobaan cincin bagi Kevin karna melihat kulit putih bersih gadis itu juga tubuh Duri sebelas dua belas dengan kesya "Cepet pakai." Perintah Kevin kepada Duri yang saat itu bingung dan kaku yang mana pak Guru nya itu meminta dirinya mencoba semua cincin pilihan nya itu. Belulang kali Duri mengetes cincin di tangan nya akhirnya cincin terakhir lh pilihan Kevin.


"Nah ini, ini saja. Bagus banget di jari kamu. " Ucap Kevin begitu menyukai pilihan nya itu, sedangkan Duri ikutan senang melihat tuan nya sebahagia itu.


"Bungkus kan satu set cincin yg ini beserta kalung nya. " Perintah Kevin kepada pemilik toko perhiasan tersebut.


"Baik, pak." Jawab sang pemilik toko tersebut.


"Ehm.. Duri." Tiba-tiba Kevin memanggil gadis itu


"Saya pak." Jawab Duri langsung menatap wajah pak guru nya


"Terimakasih ya." Ucap Kevin tiba-tiba membuat Duri mematung, pasalnya baru kali ini dirinya ada orang lain mengucapkan terimakasih apalagi ini adalah bos angkuhnya juga guru bejat nya.


"Untuk apa?" Tanya Duri


"Untuk bantuan nya telah mau menemani saya cari cincin yang pas buat kekasih saya." Ucap Kevin lagi bersungguuh-sungguh.


"Tidak papa pak, itu sudah tugas seorang asisten kepada bos nya kan?" Ucap Duri mengingatkan dirinya merendah dan memang seperti itu lah seharusnya.


"Duri, aku sangat mencintai kekasih ku,menikahi dia adalah impian bagi diriku." Ucap Kevin tanpa sadar curhat kepada gadis selama ini selalu ia marahi.


Duri ikutan senang melihat pak guru nya itu, namun seketika ia teringat siapa keysa dan siapa Mario, saat itu juga Duri menatap benci.


"Pak,aku ikut  bahagia melihat mu bahagia karna aku juga dapat merasakan kebahagiaan mu itu, tapi pak aku harap nona keysa pun merasakan hal yang sama." Ucap Duri kepada Kevin


"Tentu dia sangat mencintai aku juga sudah tidak sabar ingin menikah dengn ku, maka dari itu pernikahan aku percepat bulan depan dan dia tau nya dua bulan lagi." Ucap Rey memberitahu Duri bahwa dirinya memberikan kejutan untuk Keysa


"Ya baiklah." Jawab Zoya.


"Saya harap bukan anda nantinya yang kaget pak pak." batin Duri


"Ini tuan." Ucap sang pemilik toko perhiasan memberikan pesanan Kevin dan Kevin pun memberikan kartu ATM nya untuk membayar semua belanjaan nya itu, setelah selesai akhirnya mereka sampai juga didalam mobil untuk mengantarkan Duri pulang, kali ini Kevin tidak da marah sekali pun dengan gadis bernama Duri itu.


"Kau dirumah tinggal dengan siapa?" Di perjalanan Kevin membuka obrolan menanyakan Kehidupan Duri

__ADS_1


"Saya tinggal sama bibi juga teman saya pak, namanya Tami dan dia satu sekolah dengan saya juga.'jawab Duri


" Ayah di kampung tinggal sama nenek."ucap Duri kepada Kevin sedikit menundukan kepalanya


"Owh... Kalau ibu kamu kemana?" Tanya Kevinlagi


"Ehm.. Ibu.. Ibu saya sudah pergi." Jawab nya sedikit menahan sesak


"pergi? Dalam artian?" Kevin belum paham betul maksud dari kata pergi itu


"Saya adalah anak yang tidak beruntung.. Ehm.. Maksud saya ibu saya sudah meninggal Pak" Ucap Duri lagi


"Meninggal karna sakit?" Tanya Kevin lebih jauh


"Sayang nya tidak, ibu saya di tabrak bocah yang seharusnya tidak boleh menggunakan mobil di usia masih kecil seperti itu tapi karna mereka orang kaya walaupun ibu ku meninggal kami hanya di berikan kompensasi, seolah semuanya bisa di bayar pake uang."ucap Duri dan tiba-tiba Kevin mengerem mendadak.


Cittttt.....


"Huhhhffff."


"bapak kenapa?" Tanya Duri


"Tiga belas tahun pak. "


Degg...


Setelah mengantar kan Duri pulang Kevin langsung pulang kerumah nya dan langsung masuk kedalam kamar nya


"Dia wanita itu? No... Tapi dia? Dia wanita kecil itu? Tapi itu semua tidak mungkin, no aku hanya salah orang.. Aggghhhh." Kevin dibuat stres akan penjelasan Duri tadi bahkan sampai sekarang dia masih kepikiran akan gadis itu.


Bahkan kejadian yang sudah begitu lama itu kembali teringat di dalam otak nya,"Tidak mungkin, tidak mungkin semua itu terjadi."ucap nya lagi lalu berdiri pergi dari kamar nya menuju dapur entah siapa yang ingin dia temui itu.


"Mah.. Mamah.. " Panggil Kevin mencari keberadaan orangtua tuanya itu.


"Vin,mama ada disini, kemarilah. Ada apa?" Tanya Mama Rena kepada anaknya itu.


"Mah,, waktu kejadian kecelakaan Kevin dulu ada gadis kecil terus kalo ga salah ibu nya itu meninggal waktu itu, nama nya siapa ya mah?" Tanya Kevin kepada mama nya itu.


Tampak mama Kevin yaitu Rena sedang berfikir dan mengingat kembali kejadian yang sudah bertahun-tahun itu. Karna usia dirinya pun sulit untuk mengingat semua nya.

__ADS_1


"Za.. Ehmm..Du,, siapa yah?lupa mamah." Ucap Mama Rena kepada anaknya itu.


"Aa... Apa lah ya namanya lupa mama, ada apa emangnya Vin?" mama Rena balik bertanya kepada anaknya itu kenapa setelah bertahun-tahun kini dirinya menanyakan kejadian itu.


"Tidak apa-apa, ehm... Ma pernikahan Kevin dan Kesya sudah selesai semua kan? masalah dekor mahar dan lain nya?" Tanya Kevin kepada mama nya masalah pernikahan nya, Kevin memang mempercayai sepenuhnya kepada wanita yang sangat dia cintai melebihi dirinya itu.


"Udah, serahkan semua nya sama mama. Pokoknya aman." Jawab mama Rena kepada Kevin penuh percaya diri.


"Terimakasih mah, ya udah Kevin masuk kamar dulu ya." Ucap Kevin


Di dalam kamar kembali Kevin terbayang wajah Duri seakan dirinya merasa sangat bersalah dan mana lagi waktu itu dia begitu egois, entah kenapa wajah bersalah dan iba nya bermunculan padahal dirinya selama ini kepada siapapun selalu menanam kebencian dan amarah kecuali sama kekasihnya Keysa. Tapi kini berkali-kali Kevin mencoba menghilangkan pikiran itu, namun kembali lagi teringat wajah gadis kecil perempuan yang marah-marah dengan nya waktu itu.


"Aku harus mencari tau." Batin Kevin lalu dirinya mencoba memejam kan mata untuk istirahat.


*******


Disisi lain Duri yang sedang berbaring di kamarnya sedari tadi melamun mengingat bagaimana pak Kevin sang bos atau gurunya itu memasangkan cincin ditangannya walaupun Duri tau betul untuk apa dan siapa cincin itu namun lagi-lagi Duri kembali teringat bagaimana cara lembut nya Kevin kepada dirinya. Tak heran jika wanita manapun pasti menyukai sosok seperti itu, dan Duri pun mengakui nya kalau dirinya pun juga ikut mengagumi Kevin


"Jangan melamun nanti kesambet loh." Tiba-tiba Tami temen Duri datang menghampiri dan menyadarkan lamunan panjang gadia bernama Duri itu.


"Kamu tam, ngagetin aja." Ucap Duri cemberut.


"Hehe... Mikirin apa sih?" Kepo Tami kepada sahabat nya.


"Mikirin hidup." Ucap Duri ngasal sambil terkekeh


"Hidup jangan dipikirin, jalan aja terus kek kereta." Jawab Tami dan mereka pun terkekeh berbarengan.


"Tidak munafik Tam, saya iri dengan wanita yang di cintai begitu hebatnya oleh lelaki nya, dijadikan ratu dalam hidupnya, yang kehadirannya begitu di hargai, dan saya ingin menjadi wanita itu."ucap Duri sambil melamun mengingat tadi siang.


" Cuma ingin di prioritas kan tapi sama siapa? Haha.. Mustahil."ucap Duri lagi pada akhirnya.


Bersambung.....


Novel ini akan update tiap hari , bantu dukung dan support yajangan lupa masukan favorit nya ya like vote dan komen nya terimakasih


salam sapa


Lubuklinggau

__ADS_1


__ADS_2