
Sekarang Wuri benar benar sibuk,sudah tidak pernah lagi mengajak Yani buat keluar lagi,sekarang yang menemani Yani dia adalah ina kk perempuan Hel.
ina yang sering menemui Yani dirumah,dulunya ina adalah teman kk nya,karena sang kk sudah menikah ina sudah tidak ada teman lagi.
''ina...kok gk gabung lagi sama,bagian desi... kenapa...? tanya Yani.
''gak sebaya,gk cocok....gk bisa diajak ngombrol yang serius...''ungkap ina.
''Yani punya banyak nomor cowok,kalau ina mau,hitung hitung cari kenalan biarpun lewat hp,Yani kasi sama ina...mau...tawar Yani.
''takut tar kalau mereka mau ketemu,aku nya yang minder...ucap ina.
''ina... ina... kamu sama aku,itu cantik kan kamu...dan kamu sehat,gk seperti aku...dibilang cacat gk ada yang kurang,tapi ya emang cacat fisik,kelihatan nya sehat gk tau nya....emang penyakitan yang gk bisa sembuh,tapi...semua yang mengenal ku tau, aku memang di bilang gk normal kalau melihat fisik ku...
''tapi...kau juga kemari buat nemui waktu beberapa orang kenalan di HP ku yang datang kemari,ya gk ada masalah kan...sekarang kembali niat pada masing,biar pun di hp,niat kenal mau ngapain...?pun kita jujur aja gk ada yang harus ditutupi... jadi nya kita gk harus berpikiran negatif pada niat orang lain...jelas Yani bijak.
''ya uda mau... kata ina kemudian.
''jangan takut,cowok cowok itu kalau kita gk biasa biasa saja,jangan peduli mereka mau merayu gimana pun,gk peduli,kita biasa saja, jangan baperan...dengan sendiri nya mereka bakalan berhenti kok nelponi kita, percaya deh... pesan Yani yang memberi nomor telepon cowok yang berjibun di hp nya.
Yani yang tidak pernah keluar rumah dan main kemana pun selain pergi mengajar mengaji,sekarang untuk pertama kali menonton kibot.
Yani sebenar nya tidak mau,karena ina memaksa,Yani sekarang berada di antara berkumpul nya muda mudi yang berpakaian serbah gaul.
Sebelum nya....
''Yani nonton kibot yok,kibot mak lampir... sebentar saja....dari pada dirumah,ngantuk...kata ina.
''aku gk suka...yang di depan rumah saja,lihat sekilas langsung dalam rumah aja...yang di lihat cuma...joget joget tak guna...malah malu ngeliat... maaf biduan nya pamer pantat sama dada gitu... tolak Yani jujur.
''bentar aja loh Yan...habis mak lampir nya keluar,kita pulang....rayu ina.
''kau ini kayak anak kecil,kalau mau lihat mak lampir,di TV kan ada film nya...Yani masih menolak.
''Yan...bentar saja...ayok lah... rengek ina.
Yani tidak mau di bilang sok suci,hanya karena ina tidak berkerudung dan diri nya yang berkerudung harus berbeda,yang akhirnya memberikan jarak pada mereka berdua,maka nya Yani akhirnya mengikuti ke inginan ina.
''sebentar saja ya...masalah nya kalau lama lama berdiri gk tahan kaki ku...tau lah kamu,gimana kondisi aku... ungkap Yani,ina tau dengan kondisi yang di miliki oleh Yani.
Sekarang....
__ADS_1
Yani hanya bisa menghela napas saat mencium wangi wangian menyengat dari berbagai macam bau parfum yang tersebar di sekitar nya.
Yani pun sadar gk mungkin para cowok melirik ke arah nya,palingan yang dilirik juga ina.Yani bosan.
(apa enak nya sih... nyapek nyapek in aja,gk ada bagus ya....lihat ya allah.. terang terangan kumpul minum minum,pake obat lagi... astaqfirruloh Al'azdim.... ) pikir Yani yang tanpa sengaja melihat kumpulan anak anak muda yang minum minum.
Yani mendekat kehalaman pemilik rumah yang mengadakan pesta sunatan,karena sebenar nya yang lagi di sunat adalah salah satu murid mengaji Yani.letak rumah nya juga tidak jauh.
Yani pun tanpa ragu memilih duduk di karena kan kaki nya sudah terasa sakit dan berat buat berjalan,bergabung dengan para ibu ibu, tetangga yang duduk disana.
''loh umi....disini juga...sendirian...kok baru ini...lihat umi Yani nonton....sapa seorang ibu yang duduk di samping Yani.
''iya bik... itu bareng ina... jawab Yani meringis.merasa malu,memang benar Yani tidak perna keluar.
''jangan ngurung dirumah aja umi...ya keluar seperti ini gk salah...kira in tadi bukan umi loh...''ucap ibu tetangga yang lain.
''iya... ini juga sunatan murid ngaji ya...kata ibu penyelenggara pesta.
Yani mulai di kenal para tetangga karena Yani adalah guru mengaji,dan saat terakhir ini,dimana Yani yang sering muncul di acara acara yang Yani hadiri,seperti maulidtan kemarin.
Telpon Yani berdering.
''wa'allaikum salam...
''uhti dimana kok ramai...tanya Maman yang menelepon Yani.
''abi...gk jelas.... tar saja kalau sudah dirumah.... Yani menjawab dengan menutup telepon nya.
Telepon pun di tutup. oleh Maman sembarangan tanpa permisi.
Namun notifikasi pesan berbunyi,Yani membuka nya yang tidak lain dari Maman.
''uhti... dimana sekarang,?kanapa suara nya ramai sekali? pesan Maman.
''lagi nemeni kawan nonton kibot...balas Yani.
''pulang sekarang juga!
''sebentar lagi,acara yang di tunggu belum keluar..nanti kalau uhti uda dirumah,uhti telpon....balas Yani.
''abi bilang pulang SE KA RANG,gak ada bagus nya acara macam itu,cuma bikin dosa...
__ADS_1
Suara Maman yang menekan kata sekarang yang seperti nya tidak mau di abai kan.Yani menghela napas pendek.
''iya... ini kawan belum mau di ajak pulang... balas Yani lagi.
''terserah uhti...kalau uda gk mau dengar nasihat abi lagi.....assalamualaikum...
Yani bingung,ketika membaca pesan Maman, yang mengirah Yani tidak mau lagi mendengar nasihat nya.
Yani sebenarnya juga mau pulang,tapi sih ina nya yang gk mau di ajak pulang.Yani hanya berharap nek lampir nya segera keluar.
Akhirnya 2 jam juga Yani berada di tempat acara hiburan itu,karena nunggu ina, yang baru mau pulang kalau mak lampir nya keluar.
sementara Yani benar benar dibuat sangat sangat bosan,dan pikiran nya yang bercampur baur, malu merinding, jijik dan muak serta jengah,melihat penampilan para biduan yang setengah telanjang.
''Yani cepetan jalan nya...tarik ina.
''kau ini kenapa sih...dari tadi di ajak pulang gk mau,sekarang ngajak cepat cepat,kaki ku sakit hak bisa jalan cepat apa lari... protes Yani sedikit kesal,karena Yani merasa persendihan diseluruh kaki nya sakit.
''seperti nya ada yang ngikuti aku...ucap ina,yang membuat Yani malah berhenti dan langsung menoleh kebelakang.
Benar ada sosok laki laki yang mengikuti mereka.
''ya uda biasa saja...ngapain takut,kalau dia macam macam tinggal teriak,ramai orang....Saran Yani tenang.
''masalah nya kalau aku jalan pulang dia tetap ngikuti gimana ? rumah aku kan di belakang...terus kayak nya orang nya mabuk...ucap ina yang masih takut.
''kok tau orang nya mabuk... tanya Yani.
''tadi dia ngajak kenalan,aku mencium bau minuman gitu dan langsung dekati kamu tanpa peduli in dia,aku jadi merinding loh Yan...akuh ina terlihat jelas rasa takut nya.
''Ya uda tak antar sekarang... tawar Yani santai.
''kamu gk takut...tny ina tak percaya.
''apa yang ditakutin...kalau kita uda yakin sama Allah...gk ada yang harus ditakuti...Allah pelindung sebenarnya...
ina tidak menyangka sifat Yani lebih dewasa dari diri nya yang umur nya 2 tahun lebih tua dari Yani.
Sementara ina juga sadar,Yani jarang keluar rumah dan bergaul dari yang lain,tapi kok malah Yani yang seperti nya lebih banyak pengalaman dari ina,yang suka bepergian keluar rumah dan bergaul dengan sekitar
๐บ๐บ๐บ๐บJangan mengirah sosok yang berdiam diri dirubah tidak tau apa apa๐๐๐๐
__ADS_1