
Hari hari di sekolah dasar adalah hari hari yang menyenangkan bagi Yani,walau kondisi penyakit yang diderita nya tak ada perubahan,dan fisik nya juga tidak ada perubahan,pertumbuhan tubuhnya tidak bertambah,Yani memilih teman yang sekarang semakin banyak yang mengajak nya bermain,
saat musim main bongkar pasang,semua teman sekelas nya yang perempuan sangat senang bermain kerumah Yani,karena Yani memiliki banyak koleksi bongkar pasang,dari koleksi para putri dan sailormon,tak jarang Yani membawa nya kesekolah.
Yani memang terbatas dalam gerak tubuh nya.tapi akal dan pikiran nya sangat cerdas. para guru juga mengakui itu.saat kelas 5 menjelang kenaikan pak guru agama meminjamkan buku kelas 6,untuk bisa dipelajari oleh Yani,
''ini buat Yani baca dirumah,bpk liat kalau di dalam kelas Yani suka baca,jadi nanti kalau sudah di kelas 6,Yani sudah paham sama pelajaran nya...pulangkan ke bapak kalau sudah selesai...
''terima kasih pak...Yani sangat senang,namun hari hari yang menyenangkan disekolah pasti berlalu,se iring waktu yang bergulir pergi berganti dengan hari yang baru,hari yang lalu pun ditinggal kan,
Yani berharap ia tidak mau lulus dari sekolah,Yani mau terus berada disekolah dengan teman teman yang telah menerima nya yang tidak merasa Yani seorang yang harus dijauhi.
harapan tinggal harapan,sekarang masa masa itu telah berlalu,Yani tidak akan bisa bermain main gembira lagi bersama teman temannya disekolah seperti biasa.
Setelah lulus dari sekolah dasar Yani tidak bisa lanjut karena kondisi nya dan kondisi perekonomian orang tuanya.Yani hanya bisa menerima apa yang Allah takdir kan untuknya.
...****************...
kehidupan hampa dijalani Yani, semakin hari kehidupan nya tanpa tujuan,hanya menjadi beban beban dan beban bagi seluruh keluarga nya,tak ada masa depan yang bisa di raih nya,dan masa depan seperti apa yang Yani jalani hanya masa depan yang kosong,tanpa ada apa pun didalam nya.
Takdir iya itulah takdir yang dirinya dapat kan, mau menghindar pun atau merubahnya pun Yani tetap pada tempatnya.
namun Yani bukan anak yang putus asa,yang Yani bisa hanya yakin beribadah,Yani menjalankan semua ibadah yang dia mampu.sholat mau yang wajib atau yang sunah tidak pernah ditinggalkan,puasa senin kamis rutin dijalani dan Allah mendengar doa doanya.
__ADS_1
Di usianya yang ke 16 tahun,dengan perantara dukun pijat,Yani dipijatkan seluruh badan nya,saat dipijat Yani harus manahan rasa sakit sangat sangat sakit,namun ia tahan karena ia ingin sembuh,biarpun tidak bisa total setidak nya Yani ingin hidup tanpa menjadi beban lagi bagi orang tuanya dan keluarganya. alhamdulillah 2 kali Yani di pijatkan,Yani tidak tergantungan obat lagi,tanpa minum obat tubuh Yani pun bisa digerakkan dan lebih ringan dari sebelumnya.
Lagi lagi karena ekonomi pengobatan dihentikan.Yani sekarang hanya percaya pada takdir ilahi Robby.
20 tahun usia Yani yang seharus nya sudah mengerti untuk mengenal dunia remaja,bagaimana kehidupan seorang remaja,namun kembali dari awal yang tak berujung beginilah hidup Yani yang hanya sibuk memperbaiki diri supaya tidak menjadi beban orang orang disekitarnya.
Sesaat sendirian Yani melihat anak anak mengaji dirumah tetangganya.saat itu Yani berdoa(semoga aku juga bisa mengajar ngaji seperti Wuri yang di panggil umi sama anak anak) dan Allah maha mendengar,satu bulan setelah nya Wuri mengajak nya untuk membantunya mengajar mengaji.
Seperti biasa,awalnya anak anak enggan mendekati Yani untuk belajar.
''sini...biar kk ajari kalau nunggu giliran umi Wuri lama,kalian mau cepat istirahat kan... bujuk Yani ramah,Yani tau dan paham kenapa anak anak takut mendekat.mungkin karena fisik Yani yang cebol.bagi mereka anak anak Yani menakutkan,jangan kan anak anak kecil,anak gadis remaja anak para tetangga nya tidak mau kenal Yani.tapi prinsip hidup Yani satu,hidup nya yang menentukan hanya Allah,dan hanya Allah yang Yani butuhkan,Yani gk butuh teman yang hanya kasian berpura pura tapi sebenar nya benci.
Namun Yani bukan orang yang mudah menyerah,situasi ini mengingatkan Yani pada awal awal Yani masuk sekolah,tak kenal maka tak sayang,sudah kenal baru sayang,dan pepatah itu benar Yani alami selama ini.
Wuri sosok yang tulus,dan penuh perhatian dialah yang mengenalkan Yani banyak hal,ilmu yang bermanfaat dan cara bergaul.
Wuri tau,biarpun Yani cacat fisik namun Wuri mengakui Yani gadis yang pintar secara alami.bukti nya Yani sangat pintar mengaji,perna suatu hari.
''dari mana Yani pandai mengaji...tanya Wuri
''dari nontok TV,ada itu belajar tajwid panjang pendek nya...di TVRI jam 6 pagi setiap hari jumat.sekarang lebih tau saat Wuri ajak Yani mengajar ngaji.kan di bilang,ada istilah yang Yani pakai,se orang guru belum tentu pintar,se orang guru mengajar,sudah tentu diapun belajar dari murid yang diajarinya...
''Wuri kurang ngerti...
__ADS_1
''maksudnya gini,sebelumnya Yani kurang paham baca Alquran dimana yang salah tak ada yang membantu mengoreksi nya,tapi waktu Yani mengajar mengaji,Yani tau mana yang salah mana yang benar,Yani mengajari mengaji Yani juga ikut belajar mengaji...jadi kita mengajar itu sudah tentu kita juga ikut belajar dari apa yang kita ajarkan ke murid kita....tutur Yani menjelaskan..
Wuri selalu mengajak Yani disetiap Wuri butuh teman untuk menemaninya ke acara acara,gimana Yani mau nolak,ini kesempatan yang gk perna Yani dapatkan mengenal orang luar,Yani gk pernah kemana mana,gak pernah ada yang mengajak Yani pergi,Wuri lulusan sarjana setidaknya teman teman nya banyak,tapi malah Yani yang sering di ajaknya,
''Yani besok temani Wuri ke Kuala...bisakan...tny Wuri serius.
''Yani selalu bisa,Yani kan gak pernah kemana mana kalau gk Wuri yang ngajak.... jujur Yani.
''kita pipinya pagi,jam jam 8 gitu.karena siang nya dari Kuala kita langsung ke Binjai,wuri mau cari buku....1 hari gitu Yani gk ada dirumah,mamak gak marah...tnya Wuri takut dia sering mengajak Yani seharian pergi.
''enggak,mamak malahan senang,Yani bisa dolan dolan jauh.mamak cuma takut Yani kecapean,kalau ke capean badan Yani kumat,..''
''selama Wuri ajak pergi,Yani sering kumat sakitnya..tny Wuri cemas.
''alhamdulillah enggak pernah...
''masalah nya besok,Yani Wuri bonceng naik motor,takutnya nanti Yani gk tahan naik motor...tny Wuri memastikan bahwa Yani tidak masalah naik motor.
''enggak masalah, Yani bisa...
''kita kerumah umi sarah,buat ngeliat koleksi jilbab nya,mana tau ada yang cocok,bukan nya Yani mau beli jilbab seperti Wuri....
''iya... Yani mau...jawab Yani bersemangat,
__ADS_1
Yani sungguh tidak tau rencana Allah untuk dirinya,tanpa Yani sadari Allah telah membuka jalannya menuju yang lebih baik.