
Happy Reading
Lita POV.
Malam ini Vincent benar-benar tidak membiarkan aku turun dari atas ranjang, pria itu benar-benar membuatku kewalahan. Tapi sejujurnya aku begitu bahagia ketika Vincent benar-benar tulus mencintaiku.
Sudan beberapa bulan ini aku bisa melihat ketulusannya, bahkan dia rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi untuk bersama ku. Cinta yang dulu sempat ku pendam dan berusaha ku buang, sepertinya memang tidak akan pernah bisa karena kenyataannya rasa cinta itu lebih besar dari rasa benci yang dulu pernah hadir.
Aku tidak bisa membayangkan jika akhirnya aku bisa besama dengan Vincent, dulu kami hanya saling diam tanpa ingin menyatakan perasaan. Sampai harus ada kesalahpahaman diantara kami. Tapi sepertinya sekarang Vincent benar-benar berubah menjadi pria yang paling suka gombal.
Aku tahu sejak dulu pria itu memang tidak suka mengumbar kata cinta tapi hanya lewat perhatian aku tahu jika Vincent memang mencintai ku. Dari tatapan matanya terlihat begitu jelas jika pria itu memiliki cinta yang besar untukku.
Kini aku kalah, aku memang masih memiliki cinta untuknya. Meskipun awalnya berusaha ku lupakan, tapi kenyataannya memang diri ini telah kalah oleh pesona Vincent.
Lihat bagaimana dia selalu mengucapkan kata cinta untukku, di saat tubuhnya mengukung ku seperti ini, Vincent tidak henti-hentinya membisikkan kata-kata yang membuat setiap aliran darahku berdesir.
"Aku benar-benar mencintaimu honey,, love you so much!"
Vincent semakin kuat menghentakkan tubuhnya untuk mencapai titik inti terdalam ku. Vincent memang selalu bisa membuat ku melayang, dia tidak pernah membuatku kecewa.
__ADS_1
"Honey, aku datang!"
"Aku juga!"
Akhirnya Vincent menyemburkan cairannya untuk yang ke-dua kalinya. Malam ini sungguh begitu spesial untuk ku, Vincent benar-benar membuat ku bahagia. Aku pun sejenak bisa melupakan semua masalah yang mendera, mungkin setelah ini aku harus hidup dengan lembaran baru lagi bersama Vincent.
"Tidurlah, mandinya besok saja, kamu pasti lelah," Vincent mengelus peluh yang ada di keningku.
"Kamu yang membuat ku lelah."
"Tidak apa-apa, aku ingin terus menerus membuat kamu lelah di bawahku. Aku ingin kamu menjadi milikku, istriku, ayo kita nikah," ujar Vincent.
Lamaran setelah kita bercinta, rasanya begitu ektrim tapi romantis.
"Baiklah, ayo kita nikah Vincent!"
****
Beberapa hari kemudian.
__ADS_1
Akhirnya aku dan Vincent menikah, tidak ada pesta mewah, karena kami hanya mengundang teman-teman dekat. Vincent juga tidak mengundang para koleganya, dia hanya mengundang teman-teman dekat dia.
Setelah mengucapkan janji suci dihadapan pendeta dan sedikit pesta untuk merayakan kebahagiaan kami, akhirnya Vincent memboyongku ke New York, dia ingin aku ikut dengannya dan tinggal menetap di sana. Aku tidak masalah, jika memang harus menjadi istri dan ibu rumah tangga, aku akan melakukannya dengan sukacita.
Vincent menepati janjinya untuk membahagiakan ku, dia benar-benar menjadi suami yang baik dan memberikan ku banyak cinta. Sebulan kemudian aku dinyatakan hamil, sungguh hal itu membuat Vincent benar-benar bahagia.
Keinginan kami untuk memiliki momongan akhirnya tercapai. Usia kami sudah tidak lagi muda, tentunya Vincent juga membutuhkan penerus untuk perusahaannya. Dan aku sangat bersyukur bisa mengandung anak Vincent, lengkap sudah kebahagiaan kami.
Meskipun aku tahu semua ini masih awal tapi aku yakin jika kami pasti bisa melalui bersama.
"Sayang, aku belikan buah-buahan, kamu harus makan yang banyak ya, pokoknya ... hoekk!" Ku lihat suamiku itu berlari ke arah wastafel.
"Sayang, astaga, kenapa masih ngeyel sih, gak usah aneh-aneh, keadaan mu saja masih lemah!" Ku pijat tengkuk Vincent setelah dia lari ke wastafel untuk mengeluarkan isi perutnya yang ternyata tidak keluar apa-apa selain cairan bening.
Vincent memang begitu semangat dalam menyambut calon baby-nya yang masih berusia 6 Minggu di dalam perutku. Tapi lihatlah dia yang malah mengalami morning sickness.
"Gak apa-apa sayang, yang penting aku sayang kalian! Karena kalian adalah Mutiara yang berharga untukku!"
Duh, pujian dia bikin aku meleleh.
__ADS_1