GEMBALA CINTA

GEMBALA CINTA
4. Bertemu


__ADS_3

EPISODE SEBELUMNYA


Tapi tadi malam kok saya tidak mendengar atau melihat tanda-tanda mereka sudah pulang "ucap Chintya.


oh..kalau itu Nyonya dan Tuan sudah istirahat, karena Nona pulangnya larut malam.


*****


Baiklah bi, saya mau mandi dulu dan mengganti pakaian.


Kemudian karena sudah mengganti pakaian berjalan menuruni tangga dari kamarnya dan Menghampiri kedua orang tua,ya yang sudah menunggu di meja makan.


Lihatlah Mah Anakmu itu kebiasaanya gak berubah, kirain di tinggal sendiri di rumah ada perubahan. tapi nyatanya bangun aja siang dan kayanya tadi malam kelayapan. waktu kita pulang jam 10 malam belum pulang kerumah.


Sambil melirik ke arah Chintya yang sedang berjalan.


"Dari mana aja kamu, "ucap Ayahnya


Maaf pah (sambil duduk di kursi meja makan)


"sudah pah menyela perkataan suaminya "ujar Ibu Chintya lebih baik kita makan dulu, nanti setelah sarapan lanjut ngobrolnya.


Ayo.....kita makan dulu....


Karena kita sudah sarapan sekarang papah mau bertanya; Tadi malam kamu kemana aja dan pulang jam berapa.


Diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan...

__ADS_1


"kamu dengar tidak ! sepertinya kamu pulang larut malam dan pergi ke tempat hiburan malam.


Pah jangan terlalu keras pada Anakmu sendiri "potong Ibunya


"ah Ibu terlalu memanjakan Anakmu itu !


Chintya tidak menjawab, perasaanya kesal ; seandainya mereka tahu bahwa selama ini dirinya bosan karena Orang tuanya jarang di rumah dan tidak ada kehaangatan dalam hidupnya.


Ayah juga tidak pernah mengerti akan keinginginan Chintya " bilang apa kamu, papah mu sudah bekerja keras untuk hidupmu dan semua uang jajanmu tidak pernah kurang..."sambil memebentak.


Uang mulu yang di bicarakan..apakah papah lebih mementingkan bisnis dari pada harus menemaniku dengan keadaan kesal.


Berani-beraninya kau berkata seperti itu, kalau begitu papah akan block kartu creditmu..


Pah jangan terlalu keras kasihan kalau kartu creditnya di block "ucap Ibu Chintya.


Sekalian aja pah cabut seluruh fasilitasku, sambil berdiri dan pergi ke kamarnya dengan menutup pintu yang sangat keras....


"ah bapak keterlaluan sama Anak sendiri. kalau begitu Ibu mau menyusul ke kamarnya takut terjadi apa-apa.


Biarkan aja Bu untuk pelajaran dirinya.


Ibunya tidak mendengarkan perkataan suaminya dan berjalan ke tempat kamar putrinya.


tok...tok....Nak buka ini Ibu mau bicara.


hiks.hiks..suara tangisan di dalam kamar dan berlinang air mata

__ADS_1


"maaf bu aku lagi pingin sendiri dulu


Ibu,nya merasa khawatir akan anaknya, Namun karena tidak ingin terlalu mengganggu dan menunggu sampai tenang.


gerut Chintya; sepertinya bila pergi dari rumah ini, Orang tua gak akan khwatir karena lebih mementingkan bisnis...


Dari dulu yang dipikirkan bisnis terus, tidak ada rasa kasih sayang kepadaku


"aku benci dengan hidupku?


"entah itu di rumah atau di luar tidak ada yang tulus menyayangiku.


hiks..hiks...matanya sampai merah..


Pergi dari Rumah


Keesokanya pagi hari sekali Chintya pergi kabur dari rumah


Ibunya ketika melihat kekamar putrinya kaget karena baju di lemarinya sudah berkurang.


Bi, suara memanggil pembantunya.


Iya Non! kamu melihat putriku tidak?


"maaf Nyonya saya belum melihatnya


Soalnya ketika melihat di kamarnya pintunya terbuka dan tidak ada.

__ADS_1


Coba Bi tanya ke security di luar mungkin dia tahu takutnya dia sudah pergi keluar rumah.


"Baik nyonya.


__ADS_2