GEMBALA CINTA

GEMBALA CINTA
8. Keluar Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah perbincangan dengan Dokter selesai, Dimas masuk kembali ke ruangan perawatan Chintya.


Maaf ya tadi keluar sebentar "Ucap Dimas


Sepertinya tadi ada Dokter yang masuk kesini ya...


Dia cuman memeriksa kembali keadaanku.


oh..begitu


hampir saja lupa saya harus memnggilmu dengan sebutan apa.


Terserah saja, Soalnya aku belum tahu siapa diriku sebenarnya.


Bagaimana kalau menyebutmu dengan nama Nadia, Itu juga kalau kamu tidak keberatan.


Nama itu sepertinya cocok denganku "Gumam Chintya


oke deh, aku juga suka dengan sebutan itu terdengar bagus.


Dengan seperti itu' dari sekarang akan memanggilmu dengan nama itu.


Panggil saja Namaku Dimas, Bila kamu kamu mau memanggilku.


Sebelumnya karena kamu belum sadar akan ingatan kehidupanmu sendiri, mungkin saya akan mengajakmu ikut pulang denganku.


Apabila Dokter sudah menyatakan kesembuhan terhadapmu.


Jangan-jangan Cowok ini mau merencakan sesuatu yang jahat padaku dan ingin memanfaatkanku (Chintya bicara dalam hati)


Dimas berkata ; bukan maksud untuk menyembunyikanmu, aku hanya bingung saja harus mengantarmu kemana.


Karena belum mengetahui siapa keluargamu.

__ADS_1


Aku hanya membantu sebisa mungkin yang bisa dilakukan olehku, Tapi kalau kamu keberatan.


Maka tidak akan memaksamu untuk ikut.


Hanya diam mendengar perkataan Dimas, Perkataanya memang benar dan lagi pula walaupun Cowok di hadapanya tidak menawarkan hal itu.


Mungkin dirinya sendiri yang akan memintanya.


Tunggu sebentar, saya mau menelpon kakak saya di kampung.


Rencananya saya akan mengajakmu tinggal di kampung dan tinggal di rumah kakak'ku.


Karena kalau harus tinggal bersamaku serumah bisa terjadi sesuatu prasangka buruk dari orang lain.


kalau kakak saya kan perempuan, jadi walaupun Nadia tingga di rumah kakak'ku saya tetap akan merawatmu.


Hanya saja beda rumah denganku, Tetapi tidak terlalu jauh.


Suara telpon berbunyi, Widia melihat panggilan masuk dari adeknya


Walaikumsalam dek, jarang-jarang kamu menelpon kakak.


Dimas cuman ada hal penting berkaitan dengan bantuan kakak


Sepertinya kamu terkena masalah ya di kota atau ingin menikah ;Ledek kakaknya.


Jangan gitu dech kak masa adek sendiri di ledekin terus


Oke deh, aku tahu kamu belum punya pacar..haa..


Sudah ah kak, Dimas mau minta bantuan


Bantuan apa emangnya ?

__ADS_1


Dimas'pun menceritakan dari mulai kejadian penabrakan, Sampai hilangnya ingatan Gadis yang tertabrak olehnya.


Bantuanya tak lain berupa untuk meminta izin kakaknya menerima Nadia tinggal di Rumahnya.


apakah dia cantik dek "Tanya Widia


Pertanyaan kakak ada-ada aja, Kalau nanti sudah melihat dia, pokoknya lebih cantik dari kakak "Meledek Widia kakaknya"


Oke deh aku membantumu, kalau saja bukan dari adik sendiri mungkin saya gak akan membantu.


Terimakasih ya kak, Memang kaka pengertian deh.


Tapi jangan sampai cerita orang lain ya kak, akan kejadian yang sudah saya alami.


Bilang saja nanti kalau ada yang nanya, bahwa dia saudara dari Palembang.


Kan kita punya saudara di sana jadi supaya tidak menarik perhatian orang lain.


Pembicaraan dengan kakaknya sudah selesai dan mematikan Telpon kembali.


***Lima Hari Sudah Berlalu


keadaan Chintya sudah lebih membaik dan Dokterpun sudah mengizinkan Dimas untuk membawanya Pulang***.


Kapan saya bisa pergi dari Rumah sakit ini ;Bertanya pada Dimas


Nanti Sore kamu sudah bisa keluar dari Rumah Sakit ini.


Berkaitan dengan hal itu, saya sudah membeli baju untuk kamu pakai.


Mungkin baju ini tidak terlalu mahal tapi cukup untuk kamu gunakan, karena tidak mungkin pergi dari sini menggunakan baju pasien Rumah Sakit.


Terimaksih atas kebaikanmu selama ini.

__ADS_1


Mereka berdua mulai akrab, selama masa perawatan. Dimas selalu menemaninya untuk menghibur dirinya.


__ADS_2