GEMBALA CINTA

GEMBALA CINTA
6. Kecelakaan


__ADS_3

Chintya melangkahkan kakinya sambil kebingungan, rasa kesepian dalam hatinya membuat hidupnya terasa hampa.


Kemanakah aku harus melangkahkan kaki ini, untuk sekarang butuh ketenangan.


Menyebrangi Jalan untuk memanggil taksi. Pengendara motor sedang melaju kencang tidak menyadari ada orang yang menyebrang.


ckit....suara rem motor..bruk menabrak


Tidak mampu menahan laju motor


Terlihat orang sudah tergeletak dengan kondisi berdarah, Pengendara motor panik dan buru-buru turun dari kendaraanya.


Melihat kondisi itu kemudian memanggil ambulans secepatnya.


Rumah Sakit


Melihat kondisi yang tidak berdaya dan di bawa ke ruangan perawatan.


Pengendara itu merupakan Pria bernama Dimas usia 25 Tahun. Perasaanya gelisah karena sudah hampir membunuh orang lain.


Dokter pun memanggil, Kalau boleh tahu siapa yang bertanggung jawab mengenai pasien ini.


Biarkan saya yang bertanggung jawab atas Pasien itu !


Kamu keluarga dari pasienya bukan.


Bukan ? tapi saya yang bertanggung jawab sepenuhnya karena nyawanya harus cepat tertolong.


Baiklah kalau gitu "Ucap Dokter


Tolong juga hubungi keluarga pasien secepatnya.

__ADS_1


Dalam Hati Pria itu dia berpikir bagaimana saya harus menghubungi keluarganya, sedangkan saya tidak tahu siapa orang yang hampir terbunuh olehku.


Atas kecerobohanku aku akan menanggung hidupnya sebelum menemukan keluarganya.


Duduk dalam kursi ruang tunggu : Terus bagaimana seandainya kalau gadis itu sudah sadar dan aku di laporkan atas tuduhan penabrakan karna kelalaian berkendara.


Suster keluar dari ruangan


Tolong ya Pak biaya administrasinya segera di urus agar penanganan pasien cepat teratasi.


Baiklah Sus !.kemudian pergi ke ruangan kasir Rumah Sakit setelah membayar biaya perobatan sebesar 20 Juta Rupiah.


Besar Juga biaya pengobatanya, Buku tabungan hanya tersisa sedikit. Tapi tidak terlalu di pikirkan yang penting aku harus bertanggung jawab "Bicara sendiri.


Dok bagaiman kondisi pasien...karena melihat keluar dari kamar perawatan,


Alahmdulilah Pak pasien sudah melalui masa kritis, Untungnya pasien cepat teratasi.


Itu salahku karena terpelanting ke tanah tubuhnya,,"Ujar dalam Hati


Apakah saya boleh melihatnya Dok.


Boleh saja tapi tidak boleh lama untuk menenangkan pasien.


Setelah di perbolehkan, Masuklah ke ruangan kamar pasien dan mendekatinya.


Maafkan aku karena diriku kau harus celaka dan menanggung beban rasa sakit ini.


Sambil memandangi kondisi tubuh Gadis itu.


Siuman

__ADS_1


Dua hari sudah berlalu dan Dimas sedang berada di sampingnya.


Tanda-tanda akan segera siuman sudah terlihat. Tanganya mulai bergerak sedikit-sedikit dan Matanya mulai terbuka.


Dimas melihat hal itu sangat senang ingin rasanya memegang tanganya, Namun dia tidak bisa melakukan itu karena tidak boleh gegabah menyentuhnya.


Walaupun Gadis yang terbaring merupakan gadis yang sangat cantik, Dimas sadar karena dirinya bukan siapa-siapa dan mungkin gadis itu akan marah padanya.


Syukur dech kalau kamu sudah bangun, Aku sangat mengkhawatirkan kondisimu.


Chintya hanya diam melihat ada seorang Pria di hadapanya yang peduli akan dirinya sedikit bingung karena tidak pernah mengenal Pria itu.


Wajahnya terasa asing dan mungkin tidak pernah bertemu.


Kesadaran Chintya mulai berangsung mengingat sesuatu bahwa dirinya melihat kesekeliling ruangan seperti kamar Rumah sakit.


Setahuku aku waktu terakhir kali maun menyebrangi jalan. oh...aku ingat waktu itu aku tertabrak pengendara motor.


Mungkin karena itu. Aku sekarang berada di rumah sakit.


Duh kepala ini sakit sambil memegang kepalanya.


Tenangkanlah dirimu kondisimu belum stabil.."ucap Dimas


 


***To Be Continue


 


Setelah mebaca Novel ini tolong beri dukunganya. Vote dan likenya dintunggu***.

__ADS_1


__ADS_2