Ghost In My School

Ghost In My School
DUA BELAS


__ADS_3

Setelah pengabsenan selesai, para catar dan catir pun berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu latihan upacara pelantikan mereka.


" vin aku mau ngomong "


" ngomong apa li ? "


" kita duduk dulu yu! "


" kamu mau ngomong apa? "


" menurut aku tadi kamu udah keterlaluan vin! "


" keterlaluan gimanah?"


" pas pengabsenan, ucapan kamu keterlaluan banget!!"


" tentang itu, yaelah kirain mau ngomingin apaan" vinka bergegas pergi meninggalkan liya begitu saja, tanpa mendengar panggilan liya.


Waktu pun berjalan cepat hingga jarum jam menunjukan pukul 15.45 di mana seluruh warga sekolah pulang ke rumah nya masing masing, seperti biasa taruna taruni beserta catar catir melaksanakan apel sore terlebih dahulu sebelum mereka diizinkan untuk pulang.


" ahhh capenya" vinka membanting tubuhnya di atas kasur nya yang tidak cukup besar, maklum saja dia sekarang tinggal di asrama. Vinka pun mencoba untuk memejam kan kedua matanya hari ini sangat melelahkan baginya.


Toktoktok


Pintu kamarnya terketuk yang membuatnya kembali membuka matanya lagi.

__ADS_1


" siapa..,? " tanya nya, namun tidak ada jawaban dari seseorang dibalik pintu tersebut. Karna tidak ada jawaban vinka pun kembali memejamkan matanya lagi dan sekali lagi pintu kamarnya terketuk.


Toktoktok


" siapa disana? " raut kesal vink sudah tercetak jelas di wajah cantiknya itu.


Cklekkk


Vinka membuka pintu dan tidak melihat siapapun di luar sana, sepi dan sunyi tidak ada satu orang pun disana. Vinka kembali menutup pintu dan menguncinya. Namun lagi lagi pintunya terketuk dengan suara yang cukup keras yang sontak membuat vinka kaget dan memundurkan langkah nya kebelakan, dan tiba tiba...


Brakkk


Pintu kamar vinka terbuka dengan sendirinya, dia yakin betul bahwa tadi dia sudah mengunci pintu itu jadi mana mungkin pintu itu bisa terbuka dengan sendirinya. Namun bukan karna pintunya terbuka sendiri yang membuat vinka takut tapi sosok yang ada di depan pintu itu lah yang membuat vinka ketakutan setengah mati, matanya melotot seperti ingin terlepas, warnanya putih dan mencetak jelas urat urat merah dimatanya, lehernya yang mengekuarkan darah segar yang membanjiri baju dan tubuh gadis itu.


Tanpa berfikir pnjang vinka pun segera menutup pintu kamarnya lagi, dan juga menguncinya dari dalam dan berlari kearah ranjang tidurnya, nafasnya masih tidak beraturan, keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya, sekujur tubuh nya bergetar hebat.


Vinka meringkuk diatas ranjang tidurnya, dia membalut tubuhnya dengan selimut, mencoba menetralisir rasa takutnya. Namun tiba tiba selimut yang membalut tubuhnya terbang terhempas begitu saja dan sosok intan sudah ada di atasnya melayang.


Sontak vinka pun berteriak histeris, dan teriakan nya sampai terdengar melda dan liya yang kebetulan kamarnya sebelahan dengan kamar vinka.


" hhaaaaa..." air matanya jatuh bersamaan dengan rasa takut nya.


" jangan ganggu aku!!! " teriakan nya semakin histeris saat sosok intan mulai mendekatinya. Wajah intan dan vinka hanya berjarak beberapa inci.


Melda dan liya pun hanya bertatapan saat mendengar teriakan dari vinka namun saat mendengar teriakan vinka lagi tanpa berfikir panjang mereka pun langsung menuju kamar vinka.

__ADS_1


"vinka ada apa? "


" vinka buka !! "


Pintu kamar vinka masih terkunci yang membuat mereka berdua pun khawatir. Dan mencoba untuk mendobrak nya.


" jangan ganggu aku lepasinnnn...!! " pekik vinka saat sosok intan semakin mendekatkan wajahnya.


Brakkkk


Pintu kamar intan terbuka liya dan melda langsung bergegas masuk.


" vinka ada apa? "


" lepasin aku , jangan ganggu aku..!! " teriakan nya saat melda mencoba untuk mendekati vinka, seprtinya vinka masih belum sadar dengan keberadaan mereka berdua.


" vin sadar ini aku liya! " bentak nya sembaring menggoyangkan badan vinka agar tersadar. Mereka tidak tau apa yang terjadi dengan vinka.


Vinka membuka matanya dan melihat sekeliling nya, sosok intan yang mengerikan tadi sudah tidak ada dihadapan nya. Dan dia langsung memeluk dua orang yang menurutnya telah menyelamatkan dia.


" terimakasih banyk kalian datang nyalamatin aku! "Mereka berdua terheran heran dengan tingkah vinka.


" kamu kenapa sih vin? "


"nggak ko aku nggak papa".

__ADS_1


" yakin kamu nggak kenapa kenapa ".


Setelah vinka sudah cukup tenang liya dan melda pun bergegas keluar dari kamar vinka.


__ADS_2