
Sosok itu masih berdiri di sudut kamar mandi, matanya yang melotot berwarna putih dan tercetak jelas urat urat merah dimatanya, dan juga lehernya yang patah dipenuhi oleh darah yang mengalir hingga membasahi sebagian bajunya, rambut yang terurai berantakan yang membuatnya semakin menakutkan, sosok itu adalah intan.
" Innn...tttt.....aaann " suaranya yang terbata akibat rasa takutnya, keringat dingin mulai bercucuran, badan nya mulai bergetar menahan takut, air mata yang perlahan mulai jatuh, sementara sosok intan mulai melayang mendekati vinka, sedikit demi sedikit sosok intan semakin mendekat vinka.
" Ahhhhhh..., tolonggg siapapun tolonggg akuuu.." teriakannya saat sosok intan semakin mendekat.
" Tolong aku..." liriiihh sekali suara itu keluar dari mulut intan.
" Tidak aku tidak bisa membantu pergi, pergi kamu ".
Sampai akhirnya sosok intan sudah ada di depan Vinka dan tiba tiba.
" Ahhhhh....!!! "
Tangan Intan menyekik leher vinka.
" Tolong aku.. " suara nya kembali keluar.
Sakit dan juga dingin yang vinka rasakan saat Intan menyekiknya, tangan intan begitu dingin. Lehernya yang terasa sakit, nafasnya yang hampir habis membuat tubuh Vinka menjadi lemas, lemah, dan akhirnya vinka tidak sadarkan diri.
Selang beberapa menit kemudian Vinka pun tersadar dari keadaannya, ia yang masih berada di kamar mandi, leher yang masih terasa sakit, dan juga masih lemas, namun Vinka mencoba untuk keluar dari kamar mandi itu, setelah Vinka keluar dari kamar mandi dia bergegas berjalan menuju pintu kamarnya ia harus keluar dari kamar ini. Bukan hal yang mudah untuk vinka keluar dari kamarnya, kakinya tidak bisa di kompromi, sebab keadaan yang masih sangat lemas, tapi tekad Vinka lebih besar sampai akhirnya dia keluar dari kamar asrama tersebut dan menuju ke kamar Melda.
Tok tok tok....
" Iya masuk aja gak di kunci ko "
Cklekk...
" Vinka kamu kanapa..?? " tanya nya saat melihat teman 1 angkatannya itu dalam keadaan kacau.
" Aku tadi di datengin intan, dia nyekik aku " tangis nya kembali pecah.
" Apa yang intan sampaikan ke kamu, mungkin dia mau nyampein sesuatu sama kamu "
Lama Vinka diam dan akhirnya dia bersuara lagi.
" Intan minta tolong "
" Ahhhhhh...jangan jangan..!!, sekarang kita kegudang Vin "
__ADS_1
" Tapi Mel "
" Aku yakin ada sesuatu di sana Vin "
" Tapi jangan sekarang kita tunggu pagi "
" Hal kaya gini gk bisa di tunggu sampe pagi Vin"
" Tapi Mel, aku masih takut, aku syok, inn..tta.n , diaa... Dia.. " ucap vinka histeris.
" Okey sekarang kamu tenang ya Vin ngga akan ada yang terjadi lagi okey, ada aku disini, kamu jangan khawatir kamu gk sendiri ". Ucapan Melda akhirnya membuat Vinka tenang.
" Sekarang kamu tidur Vin "
vinka mengangguk sambil memejakan matanya.
Pagi hari pun tiba...
Seperti hari hari biasanya Vinka menjalankan aktivitas belajarnya, sementara dikelas lain yaitu kelas Intan pun sama sedang melangsungkan kegiatan belajarnya.
" Intan permata sari " ucap guru tersebut dan tidak ada satu pun jawaban dari para murid.
" Iya pa " guru tersebut hanya menghela nafas saja. Sesaat keheningan terjadi tiba tiba sebuah kursi yang ada di barisan ujung paling belakang terbang dengan sendirinya, yang membuat seisi kelas ketakutan dan ribut, namun tidak lama kersi itu terjatuh dengan sendirinya, yang mengakibatkan kursinya rusak parah.
" Sudah sudah tidak apa, kalian tidak usah takut sekarang kalian kembali ketempat duduk kalian masing masing " semua murid pun dengan berat hati menuruti perkataan guru itu.
" Rapip bapa minta tolong kamu bawa kursi tadi ke gudang sekolah ya..! "
" Tapi pa.."
" Sudah tidak ada apa apa cepat sana kamu bawa " akhirnya siswa yang bernama Rapip pun membawa kursi itu ke gudang sekolah.
" Duhh kenapa harus aku sih " gunamnya sambil berjalan menuju gudang sekolah, sepi hanya itu saja gambaran yang ada disana tidak ada satu orang pun kecuali Rapip, sampai akhirnya.
" Ini bau apa ya, busuk sekali " bau busuk menusuk Indra penciuman Rapip yang membuatnya ingin sekali muntah. Rapip pun berjalan lebih cepat untuk sampai ke gudang itu, sampai akhirnya rapip berada di depan gudang itu dan bau busuk semakin tercium. Tanpa pikir panjang rapip pun membuka pintu tersebut dan.
" Ahhhhhh " teriakan nya yang cukup kencang. Karna dia melihat mayat seorang perempuan tergantung disana, bau busuk tadi ternyata berasal dari mayat perempuan yang telah membusuk ini. Rapip berlari sekencang kencang nya sampai dia terjatuh dan melanjutkan larinya.
Sesampainya di kelas Rapip mulai kehabisan nafas dan wajahnya begitu pucat, badan nya lemas yang membuatnya langsung jatuh saat berada di kelas dan membuat seisi kelas panik bercampur cemas.
__ADS_1
" Rapip kamu kenapa..? " Ucap guru itu.
" Paa aaa...dd..a..? Ucapnya terbata.
" Kamu tenang dulu, tarik nafas buang " guru itu mencoba untuk menenangkan rapip.
" Sekarang coba kamu jelasin apa yang terjadi "
" Pak itu.. tadi..itu.. itu digudang.. ada maa..yaat Bu " air matanya mulai mengalir deras teringat dengan apa yang terjadi tadi.
" Kamu yang benar Pip, sudah kamu jangan nangis nanti ibu cek kesana "
" Yang lain jangan ada yang keluar ibu mau cek kesana dulu " lanjutnya sembaring meninggalkan ruang kelas. Dan berencana untuk pergi ke gudang itu tapi dia tidak sendirian ada beberapa guru yang ikut bersama nya.
Sesampainya di sana guru itu pun kaget bukan main saat melihat apa yang Rapip katakan itu benar, sesosok manusia tidak bernyawa tergantung disana dengan bau busuk yang sangat menyengat.
" Pa itu mayat siapa "
" Akan saya cek Bu ". Setelah bapa Suseno melihat sosok itu beliau langsung terduduk lemas, badan nya bergetar hebat, saat menyaksikan muridnya sudah tergantung tidak bernyawa disana.
" Iinnntan " suara laki laki parubaya itu membuat yang lain ikut syok. Tanpa berpikir panjang mereka pun langsung bergegas menghubungi pihak berwajib dan tidak lupa menghubungi orang tua Intan.
Tangisan pun pecah. Saat semua orang tau kalau orang yang selama ini mereka cari, orang yang selama ini mereka bully, orang yang selama ini mereka siksa sudah tidak bernyawa lagi.
" Jadii.. hantu yang aku liat itu beneran intan " tangis vinka kembali pecah saat melihat jasad Intan terkapar tidak bernyawa, penyesalan yang amat sangat dia rasakan disana. Tangisan histeris datang dari seorang ibu yang baru saja ditinggal pergi oleh putri sematawayangnya membuat siapapun yang melihatnya ikut merasakan penderitaan nya, Al pun tidak kalah histeris nya saat melihat sahabatnya terbujur kaku tidak bernyawa. Semua orang hanya bisa menyesal, menyesal atas kepergian Intan. Namun semua penyesalan itu tidak ada artinya sekarang Intan sudah pergi, pergi jauh dari kita semua.
Harga seseorang saat seseorang itu masih ada, karna kita tidak pernah tau ajal kita kapan dan bagaimana, karna sejatinya, kematian itu pasti.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
SELESAI.........