
Author pov
Sepanjang jalan intan tidak henti henti nya menangis, mengingat perlakuan ayah nya yang seperti itu membuat hati nya sangat sakit, tanpa dia sadari dia pun telah sampai di sekolah. Dan seperti biasa nya intan kembali melanjutkan rutinitas biasanya, namun kali ini intan hanya mengikuti kapling saja tidak dengan fisik maupun apel pagi. Kondisi intan benar benar terpuruk saat ini, dia lebih memilih berdiam diri didalam UKS dan membuat para senior geram kepada nya.
" vin kamu tau ngga..? intan sekarang ada di UKS dia nggak ikut kegiatan dari pagi " seru melda menghampiri vinka yang sedang berjalan.
" aku tau..!, makan nya aku mau negur dia..!!! " vinka bergegas menuju ke ruang UKS, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu vinka langsung masuk membuka pintu dengan begitu keras, yang membuat intan kaget ketakutan bukan main.
" kenapa ada di sini..? Dari tadi pagi sampai tengah hari kaya gini kamu masih di sini, mau coba bolos kamu? "
Tanpa ada jawab dari intan yang nambah membuat vinka semakin marah.
" JAWAB!!! Punya telinga kan? Punya mulut kan? Klo di tanya jawab!! " bentak vinka yang membuat intan menangis.
" saya nggak bolos ka, saya sakit " air matanya lolos begitu sajah membasahi pipi.
" cihh alesan, basi tau nggak, klo emang sakit harus nya nggak usah berangkt, dan satu lagi klo emang fisik kamu lemah harus nya ngga usah deh, kamu sekolah di sini, baru kaya gini aja udah lemah kaya gini, sok sokan mau jadi taruni segala ". Tanpa melihat intan lagi vinka pergi meninggalkan intan begitu saja yang masih menangis karna ucapan nya itu.
************************************
" maaf pa, ada yang bisa saya bantu? " ucap pria parubaya kepada kelvin yang tengah berdiri di gerbang sekolah intan.
" iya pa,saya mau bertemu kepala sekolah, apa beliau ada? "
" ada Pa, mari saya antar "
Kelvin dan ika pun menunggu kedatangan kepala sekolah di ruang tunggu. Dan selang beberapa menit kepala sekolah pun datang menghampirinya.
" selamat siang pa,bu , ada yang bisa saya bantu? "
" iya pa, jadi seperti ini,saya dan istri saya ingin anak kami tinggal di asrama pa, apa kah diperboleh? "
" iya pa tentu saja, kebetulan masih ada kamar yang kosong, sebelumnya saya minta nama anak bapa terlebih dahulu agar saya bisa mendata nya kembali!"
" iya pa, anak saya bernama intan permata sari "
__ADS_1
"baik pa nanti saya siapkan tempat nya ,hari ini intan sudah bisa tinggal di asrama "
" baik pa terima kasih banyak pa"
" iya pa sama sama "
Ayah dan ibu intan pun berpamitan meninggalkan ruangan kepala sekolah dan berniat menemui intan untuk memberitahukan hal ini dan memberi barang barang yang tadi telah di siapkan oleh ika.
Mereka pun sampai di kelas intan, dan menemukan anak nya sedang tertidur di atas meja nya.
" intan bangun sayang, ini ayah dan ibu " hati ibu mana yang tidak bergetar saat melihat anaknya dalam keadaan yang seperti ini.
" ibu, kenapa ada di sini?"
" nak,ayah kamu sudah berbicara dengan kepala sekolah mengenai kamu yang akan tinggal di sini," helaan nafas ika pun terdengar sangat jelas menandakan dia belum siap untuk melepas anak sematawayang nya itu.
" kamu mulai sekarang tinggal di asrama, tadi kepala sekolah sudah menyetujuinya, kamu ngga usah pulang kerumah lagi kecuali hari libur, ayah akan membawa barang barang kamu ke sini "
" sayang kamu jaga diri baik baik disini iya, nanti kalo apa apa ngomong keibu iya sayang, ibu sayang intan " ika pun memeluk intan begitu erat tanpa sadar intan pun menjatuhkan air matanya di dalam pelukan ibunya itu.
" bu, ayoh kita pulang,intan harus segera belajar lagi! ".
" ibu pulang dulu ya sayang" mencium dan mengelus kepala intan
" iya bu hati hati di jalan " masih mencoba untuk menghentikan isakan nya.
Merekah pun akhir nya pulang, waktu belajar pun dimulai. Kali ini intan belajar dengan guru karna hari ini adalah pemantapan jurusan yang telah intan pilih.
" asalamualaikum bu " memasuki kelas intan
" waalaikumsalm pa, ada yang bisa saya bantu? "
" saya ingin bertemu dengan intan bu, apa kah ada? "
" intan tolong ikut bapa kepala sekolah sebentar nak " ucap ibu lulu kepada intan
__ADS_1
" iya bu"
" intan tadi ayah kamu meminta bapa untuk menyiapkan asrama buat kamu, mereka menitip kan kamu ke asrama "
" iya pa saya sudah tau, tadi ayah sudah bilang ke saya!"
" syukur lah kalo sudah di beri tahu,ini adalah kunci kamar kamu setelah pulang sekolah kamu bisa langsung ke kamar kamu,
bapa sudah suruh penjaga untuk membereskannya tadi "
" iya pa terima kasih banyak pa"
" sama sama sekarang kamu masuk lagi untuk belajar"
" iya pa " intan pun segera memasuki kelas nya dan mulai belajar seperti tadi. Namun intan tidak henti hentinya memikirkan apa yang akan dia perbuat setelah ini, selama ini dia selalu bergantung pada sang ibu namun sekarang intan mau apa apa harus sendiri, dan pikiran nya itu lah yang membawa nya hanyut dalam lamunan.
" intan! Kenapa kamu melamun? " suara ibu lulu mengembalikan intan dari lamunan nya.
" ngga bu"
" kalo nggak papa coba fokus lagi"
" iya bu ".
Sampai akhirnya jam pulang pun datang, seperti biasanya semuah murid mengikuti apel sore terlebih dahulu sampai akhirnya mereka diizinkan pulang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Part kali ini nya aku panjangin iya supaya kalian nggak bosen nunggu kelanjutan nya 😂😋🤗