Gilda : Forsaken Young Lord

Gilda : Forsaken Young Lord
orichalcum


__ADS_3

Semua berjalan cepat disini harga batu jauh lebih mahal tapi memang berkualitas baik bahkan uang dari bandit sudah habis digunakan. Namun hal mengujutkan Gilda terjadi. Batu itu terlihat biasa harganya pun sedikit diatas rata-rata ukurannya tidak besar hanya berdiameter 1,5 meter.


‘ orichalcum ’


Batu langka itu benar benar muncul disini. Jika pemilik judi batu tau pasti dia akan menyimpan sendiri. Namun karena Gilda yang menemukannya tentu saja tidak dilewatkan. Mimpi untuk memiliki artifak sepertinay menjadi kenyataan. Dengan ukuran besar mungkin bisa membuat da artifak senjata atau satu artifak typer full plate armor.


Gilda tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya. Lalu seperti pembeli biasa menanyakan batu lalu membayar karena ukurannya besar dia memasukkanya ke dalam poket dimensi. Puas dengan hasil ini membuat gilda memnadang batu lain semua sampah tapi tetap saja masih memiliki harga untuk batu batu yang dipilihnya.


Bahkan batu sampah tidak dilewatkan oleh Gilda. Semua selesai dan Gilda hanya duduk memandangi orang orang bodoh disana karena semua batu yang menguntungkan sudah diambilnya. Jadi dia seperti melihat pertunjukkan badut melompat. Tak lama seorang gemuk dengan tubuh tambun berjalan bersama penjaga yang dia beri uang di lantai dua.


“ halo tuan perkenalkan saya rowan manajer disini. apakah anda ingin bertemu dengan saya tuan? ”


“ ah jadi ini manajer rowan. Benar manajer saya ingin bertanya perihal batu sampah yang dibuang disini untuk belajar membuat kerajinan patung ”


“ oh tentu saja tuan namun walau itu batu sampah masih bisa digunakan untuk membuat senjata prajurit ”


“mendengar perkataan manajer gilda bisa menebank bahwa batu itu dijual. Gilda juga seorang pedagang walau secara tersembunyi melihat gelagat manajer tentu saja dia tau cara menangani orang seperti itu.


“ hahaha tenang saja manajer sebutkan saja harganya ”


“ ah tuan yang murah hati ”

__ADS_1


Setelah saling menjilat satu sama lain harga pun disepakati. Setelah membayar Gilda juga membeli kereta pengamkut batu melalui manajer itu.


Di belakang gedung ternyata adalah sebuah area terbuka luas di kelilingi dinding pagar denga penjaga di menara. Disini ternyata juga tempat bongkar muat batu yang didapat dari tambang. Batu sampah menggunung seperti bukit kecil. Karena Gilda sudah membelihat semua batu sampah ini adalah miliknya namun akan sulit mengangkut semua jadi dipisahkan dengan batu biasa yang tidak berguna.


Jika dikerjakan satu orang tidak akan selesai Gilda kembali ke penginapann dan mencari budak perangnya. Setelah itu merubah rencana besok pagi dan akan berada dikota ini sehari lagi.


Pagi hari gilda mengumpulkan 16 budak perangnya untuk mengambil para budak yang sudah dibelinya hari ini Gilda berencana memperkerjakan budaknya yang baru mengangkut batu batu yang dibelinya. Sama seperti sebelumnya rombongan budak datang dalam dua kelompok satu dengan 1500 budak satu hanya 100 budak setelah semua berkumpul rombongan datang ke bagian belakang gedung judi batu setelah menunjukkan surat kepada penjaga.


Semua kereta masuk. Kereta kereta batu juga sudah siap jumlahnya sangat banyak mungkin sekitar 150 kereta batu. Para pekerja mulai memsidahkan batu biasa dan batu ore. Entah itu emas perak batu mulia batu ore, biji besi semua diangkat dipisahkan berdasarkan jenisnya.


Tengah hari bukit batu itu sudah selesai dipilih semua langsung diangkut menuju gerbang kota. Kali ini. 10 orang budak perang akan mengawal menuju kota milik Gilda sebelumnya jalan sudah dibersihkan saat berangkat jadi Gilda tidak khawatir walau ini adalah rombongan besar.


Rombongan kali ini hanya dipimpin 2 budak perang. Mereka kemabli ke kota Gilda terlebih dahulu. Lalu rombongan 5 orang menuju ke wilayah selatan. Perjalanan cukup lama dua hari dua malam. Melewati are acukup berbahaya untuk saja sekarang adalah rombongan kecil jadi bica mempersingkat waktu walau harus bertarung dengan bandit dan demonic beast seperti biasa rampasan perang tidak tertinggal sedikitpun. Saat beristirahat di dalam kereta kudanya. Gilda masih bingung artifak apa yang akan dia buat.


Memikirkan banyak hal Gilda juga penyihir serta khight. Senjata apapun bisa Gilda gunakan. Tongkat penyihir di keluarganya ada namun akan diwariskan untuk patriak selanjutnya, pedang juga ada tidak digunakan. Suatu saat dia bisa ‘ meminta ’ kepada keluarganya jika full plate armor akan sia sia karena Gilda belum punya senjata. Jika dibuat tombak maka masih aka nada satu senjata lagi yang bisa dibuat.


Akhirnya diputuskan Gilda akan membuat senjata tombak artifak sisanya akan disimpan. Sambil memejamkan matanya Gilda memilih skill tombak dari buku yang pernah Gilda baca atau gerakan yang pernah Gilda lihat. Salah satu film anime tentang sihir dan perang suci memeperebutkan holy grail. Salah satu tokohnya adalah lancer pengguna tombak bernama daimurd.


Gilda mulai menyusun gerakan skill berdasarkan yang digunakan tokoh itu. Salah satu skill serangan pamungkasnya disebut gae bolg. Tombak yang tidak pernah meleset dari vital musuhnya. Akhirnya satu skill selesai Gilda memberi nama skill itu.


“ cukup bagus, baik sekarang nama skilnyanya adalah Skill Fierce gae bolg ”

__ADS_1


Sebenarnya adalagi tokoh pengguna tombak dalam sebuah anime dengan tema sengoku. Tapi tokoh itu yang pernah dilihatnya dalam film menggunakan dua tombak. Akan merepaotkan jika harus ada dua senta artifak tombak menyia nyiakan bahan.


Lalu jika satu tombak diganti akan kehilangan keseimbangan kekuatan. Jadi semua dibatalkan dan memilih tombak dari perang suci holy grail selain itu tema tokohnya mirip dunia pedang dan sihir.


Kebutuhan selanjutnya adalah membeli senjata sihir tombak tingkat tinggi karena Gilda belum memilikinya. Nantinya akan digunakan untuk berlatih. Saat sampai di kota perbatasan selatan mulai masuk ke kota. Antri membayar dan sebagainya mencari penginapan membeli bahan dan budak kali ini 200 budak kasar, 200 budak perang, 50 budak anak anak.


Di daerah selatan adalah wilayah yang sangat subur peghasil pangan iklim dan cuaca bagus. Jadi sedikit budak yang ada disini bahkan mungkin budak yang ada disini adalah dari kota lain. Semua berjalan lancar lalu untuk tombak kualitas tinggi tidak ada di kota ini. Akhirnya langsung kembali ke penginapan. Pagi hari seperti biasa menunggu rombongan budak. Berkumpul memeriksa dan berangkat kembali. Kali ini Gilda memutuskan untuk membawa kuda saja dan kereta kudanya di bawa kembali oleh budak perang.


Hanya butuh satu hari saja bisa sampai di kota yang cukup besar disini. Semakin ke pusat selatan wilayah semakin subur. Namun kondisi kota disini sepertinya tampak salah. Harga penginapan sangat mahal bahkan biaya masuk kota semahal ibu kota sky heart. Melihat hal ini Gilda wang tersenyum. Dalam pikirannya dia merasa ini ada kaitannya dengannya.


Di kota ini Gilda sudah tidak membeli kebutuhan apapun. Selain hanya karena budak perang yang bersamanya tinggal 2 orang. Juga karena harganya sudah terlampau mahal. Bahkan harga budak jadi Gilda tidak membeli budak hanya melihat jika ada budak khusus akan dibelinya.


Seperti yang diketahui budak kusus sangat langka disini juga tidak tersedia seperti yang diinginkanya. Dia berkeliling mengumpulkan informasi terkait keadaan kota. Di dalam sebuah bar Gilda masuk sendiri mengenakan jubah berkerudung.


Pelayan cantik dengan pakaian minim dan bau yang menggoda mendatanginya. Gilda memesan minuman pada umumnya hanya bir ringan dan makanan cemilan. Sambil menikmati makanan dan minuman telinga gilda mendengarkan setiap hal yang dikatakan orang di dalam bar.


Secara garis besar hal ini terjadi karena isu gagal panen sehingga tuan kota menaikkan pajak. Namun belum ada konformasi dari para bngsawan. Pajak naik tiba tiba membuat masayaraka terkejut. Sehingga barang dan harga langsung melonjak selain menjadi langka juga.


Melihat koin emas terlempar di depannya seorang bartender menangkapnya dan melihat kearah Gilda. Tentu saja itu adalah sebuah kode yang diapahami di dalam sebuah bar.


“ ada yang bisa saya bantu tuan? ”

__ADS_1


__ADS_2