
Buttler itu adalah milik ibunya.
“ tuan muda dipanggil nyonya kedua menghadap ” buttler itu memasang wajah yang datar.
“ baik aku akan bersiap ”
Gilda mandi dan membersihkan dirinya. Seperti biasa mengenakan pakaian biasa dan jupah saat berangkat Zora sudah muncul dibelangkangnya. Didepannya ada Buttler itu. Namun kali ini menuju bangunan sayap setelah masuk juga banyak maid berbisik bisik.
“ tuan muda ke 6 membuat masalah tadi malam ”
“ aku tidak mengerti bagaimana otak tuan muda ke 6 bekerja ”
Bahkan maid berbisik mencelanya.
Di depan pintu buttler mengetuk setelah mendapat izin pintu terbuka Gilda masuk kedalam.
“ yang rendah ini menghadap nyonya ” wajah ibunya terlihat sangat gelap dan suram.
“ dasar bocah tidak tau diuntung sungguh merugikan membesarkanmu sampai sekarang karena ulahmu membuat posisi kakakmu menjadi jatuh, kamu seharusnya mempunyai otak ”
Setelah mencaci dan menyalahkan Gilda akhirnya ibunya berhenti berbicara.
“ hei apa kau bisu bocah bodoh ”
“ tidak ”
“ melihatmu membuatku jadi semakin marah pergi ”
Gilda langsung berbalik keluar dari pintu. Gilda bingung mencari umpan apalagi yang harus dia tebar. Tanpa sadar Gilda berjalan ke arah lapangan latihan disana ternyata ada kakak kakaknya dan pasukan pasukan pribadi milik mereka. Di dekat lapangan latihan banyak sekali tanaman mawar akhirnya Gilda memetik beberapa tangkai lalu menuju keatas dinding lapangan latihan melihat para kakak kakaknya.
Walau mereka tidak berguna bukan berarti bawahannya tidak berguna mungkin saja ada skill yang bisa ditiru. Ternyata para kakaknya sedang mengadakan pertandingan pertarungan diantara bawahannya. Melihat beberapa prajurit elit dan yang lain adalah prajurit tinggi membuat Gilda seperti melihat mainan anak anak. Jelas pasukan elit ini adalah semua yang dimiliki kakaknya paling hampir semua pasukan mereka hanya prajurit tinggi.
Sudah cukup bagus untuk baangsawan muda sudah bisa dianggap setara dengan pasukan bangsawan menengah. Sedangkan Gilda sendiri punya ribuan pasukan elit. bahkan ratusan elit khusus yang masih muda dan menjajikan.
Merasa ada yang mengawasi salah satu orang dibawah menoleh diatas dan membisikkan kepada salah satu kakaknya.
“ hei ada bocah banyak gaya diatas ” kakaknya miles melakukan provokasi.
Mendengar itu semua orang menoleh keatas. Semua orang kembali berbisik.
“ hei bocah bajingan turun ”
Mendengar itu membuat Gilda memperoleh ide.
“ ayo kita turun Zora ”
“ baik tuan muda ”
Gilda turun sambil membawa beberapa tangkai bunga mawar merah ditangnnya.
“ ada apa memanggilku? ”
__ADS_1
“ kau terlalu arogan bocah seharusnya seorang bangsawan tidak hanya bicara tapi menggunakan kekuatan juga ” miles menantang Gilda.
“ ah aku tidak mengerti maksudmu ”
“ bagaimana kalau pengawalmu itu bertarung dengan pengawalku jika kau kalah maka besok kau harus berguling guling di depan kastil ” miles berniat mempermalukan Gilda.
“ ah maaf kakak kai hanya orang lemah ”
“ hei mana harga dirimu bocah sombong ” Mikael menimpali.
“ hei kakak aku akan sangat malu nanti bagaimana kita ganti saja pertaruhannya ”
“ memangnya apa yang kau punya? ”
“ aku tidak punya apa apa kakak ” gilda bertingkah seperti kucing penakut.
“ cacing miskin memang cacing miskin, karena aku baik hati maka aku akan mengambil pengawalmu jika kau kalah bagaimana? ”
“ ah kakak lalu jika aku menang bagaimana kakak? ”
“ tentu saja itu tidak mungkin hahahah ”
“ siapa tau kakak ”
“ dasar banyak tingkah, baiklah apa yang kau mau? ”
“ baiklah karena kakak baik hati maka jika aku menang kakak harus memberi uang kepada cacing miskin ini ”
“ itu perkara mudah baik ayo cepat naik keatas ”
Mendengar tawaran Gilda membuat yang lain tertarik namun tidak ada hal menarik yang membuat mereka tertarik.
“ bagaimana kalau begini karena ada lima kakak aku akan bertaruh satu pengawal lalu dua tangan dan dua kaki bagaimana? ”
“ ahhh ” beberapa orang menyipit mendengar perkataan Gilda.
“ baik aku ikut ” alexander ikut ambil bagian.
Yang lain menjadi terprovokasi. Akhirnya semua orang ikut.
“ baiklah perjanjiannya sama setiap kakak akan memberi cacing miskin ini uang dan sebaliknya cacing ini akan memberikan pengawal tangan dan kaki agar valid ” Gilda berhenti bicara dan mengeluarkan dekrit mana oath.
“ mari menggunakan ini ” melihat itu semua kakaknya merasa ada yang janggal dan terasa masuk kedalam jebakan tapi setelah berpikir dan memandang Gilda mereka berhenti khawatir.
“ saya melakukan sumpah melalui dekrit mana oath ” setiap orang mengajukan tuntutan dan yang terakhir Gilda menganjukan tuntutan.
“ setiap dari pemegang janji membayarkan 75 lembar surat beharga ” mendengar itu pikiran banyak orang melonjak belum sempat membantah mana oath telah dibuat. Dekrit sudah tertulis dengan ikatan mana oath dan sah. Jika melanggar maka level akan dihapus.
“ baiklah terima kasih kakak kakak dekrit ini akan aku kirimkan dulu kepada dewan dan diputuskan ”
Gilda langsung pergi bersama Zora menuju bangunan dewan tetua. Meniggalkan semua orang memandang kosong.
__ADS_1
Gilda sampai di depan banguan para dewan saat masuk dan disana Gilda ditemui oleh buttler setelah penjelasan singkat Gilda menyerahkan mana oath. Setelah itu Gilda langsung keluar dan sepanjang hari seolah menghilang.
Diaula dewan riuh dengan pertaruhan yang dilakukan oleh para keturunan langsung selain itu salah satu pihak memeprtaruhkan dirinya sendiri. Namun karena para tetua dewan menjauhi Gilda langsung menyetujui acara itu pertandingan dilakukan sore hari.
Gilda kembali muncul sore hari di taman mawar. Dihampiri oleh seorang komandan pengawal kastil untuk menuju arena. Tak lupa Gilda memetik lima tangkai mawar merah.
Mana oath sendiri perjanjian sakral penyihir yang tidak bisa diganggu oleh siapapun. Namun harga dekrit sendiri cukup mahal perlu ratusan emas untuk membelinya. Sebagai gantinya 75 lembar surat berharga di kali 5 ada 375 lembar surat berharga menyaingi kekayaan keluarga duke biasa Atau marquis agung ditambah kekayaan miliknya sudah menyamai grand duke secara uang tunai.
Di dalam arena ternyata sangat banyak orang dari seluruh keluarga tetua bahkan patriak juga hadir. Di sisi lain 5 kakaknya bersama 5 petarung terbaik masing masing. Sedangkan Gilda hanya berdua dengan Zora.
“ saya buttler zao akan berperan sebagai pembawa acara dan wasit pada pertarungan kali ini dengan persetujuan para tetua dengan rapat serta bukti mana oath yang telah menjadi dekrit baik apakah bisa dimulai patriak? ”
“ mulai ”
“ huuuuuu ” teriakan penonton riuh diarena. Yang masuk ke panggung adalah pengawal kakak pertama.
“ hei Zora gunakan mawar ini sebagai senjata mereka hanya pasukan udang dan jendral kepiting ”
“ baik tuan muda ”
Satu tangkai mawar diberikan kepada gilda. Disisi lain ksatrian dengan full plate armor senjata sihir level menengah perisai yang kokoh terlihat garang dan megah. Sedangkan Zora dengan jubah biasa masker besi dan setangkai mawar. Berjalan dengan santai.
Bagi para ahli akan melihat bahwa Zora adalah seorang veteran sedangkan bagi amatir akan melihat Zora lemah.
“ bersiap mulai ”
“ haaa ” ksatria itu langsung meluncur menyerang zora dengan kekuatan dan kecepatan penuh.
“ splash ” tiba tiba tubuh ksatria roboh di arena.
Penonton terdiam melihat kejadian itu, mawar itu menancap di dahi ksatria elit. tak lama kelopak mawar terbang terbawa angin.
“ pertandingan selesai pemenangnya tudan muda ke 6 ” setelah diumumkan dkrit itu bersinar lalu meredup. Satu syarat harus dipenuhi.
“ selanjutnya ” melihat kekalahan instan kakak pertamanya membuat joe khawatir. Lagipula 75 lembar surat berharga akan membuat hartanya kering bahkan masih kurang.
“ maju pakailah armor helm ” ksatria itu menganggu dan menngunakan helm.
“ swoshh ” sebuah tangkai mawar melesat ke arena dan ditangkap oleh Zora.
Ksatria sudah selesai bersiap dan langsung naik ke arena.
“ bersiap mulai ”
Kali ini ksatria itu waspada penuh terhadap mawar ditangan musuhnya. Terlalu focus membuatnya tidak sadar musuhnya sudah dekat.
“ clap ” mawar itu menembus armor dan menusuk jantungnya ksatria roboh dan mati. Kelopak mawar kembali terbang terbawa angin.
“ pertandingan selesai pemenangnya tuan muda ke 6 ” dekrit kembali bercahaya lalu meredup.
Pertandingan ke tiga juga sama mawar menembus armor. Pertandingan ke 4 cukup lama tapi hanya beberapa langkah sebelum mawar memenggal kepala ksatria dan menancap di arena.
__ADS_1
Pertandingan kelima sama seperti pertandingan pertama. Tirai tertutup dan hari itu dikenal sebagai tragedi mawar darah. Semua orang seolah melupakan kejadian sore hari karena malam hari adalah pesta bangsawan banyak bangsawan tinggi datang bahkan perwakilan kekaisaran.
Bagi keluarga asparagan ini adalah ajang berlatih koneksi dan relasi. Namun tahun ini semua berbeda pesta tampak dingin dan suram. Para bangsawan lain pun juga mendengar kabar tentang pertarungan ksatria pengawal elit tapi semua terbunuh oleh setangkai mawar. Gilda sendiri tidak berada disana malah berada di bangunan belakang menikmati cahaya bulan dan memandang kebun sayur di depannya.