
Setelah tata cara bangsawan dilaksanankan Gilda mengeluarkan kain berwarna merah lalu meminta ron mencari pewarna kain putih. Gilda ingat yang kurang dari kotanya adalah jiwa patriotisme yang bisa diwakili oleh sebuah crest bangsawan sehingga warga akan memberikan kesetiaannya pada wilayah dan bangsawan walau tidak pernah bertemu bisa melalui bendera bangsawan atau crest bangsawan.
Walau Gilda sudah bisa membuat crestnya sendiri tapi itu akan mencolok jadi gilda akan tetap memakai crest asparagan sebagai crest resminya sementara tapi crest prajurit akan dibuat ulang. Di atas kain merah gilda mengambar crest prajurit dengan pola cross atau tanda plus yang meruncing bagian ujungnya seperti sebuah pedang dengan sedikit lengkunagn sehingga seorah tajam di tiga bagian ujungnya. Lalu di sela cross ada 4 mata tombak di tengah sebuah mawar membentuk siluat dengan 16 sisi. Untuk menegaskan bagian cross di dalamnya ditambah garis mengikuti bentuk cross.
Tak lama ron datang segera cross dan mata tombak diwarnai putih lalu garis tepi mawar 16 segi di garis putih. Seolah ada mawar merah di atas crest cross. Lambang bendera akan diserahkan kepada Ron sebagai komandan yang nantinya akan diperbanyak.
Selesai semuanya Gilda kembali ke kastil. Didalam ruang belajar miliknya Gilda kembali mengeluarkan kain namun kali ini berwana hitam tapi bukan kain bendera melainkan jubah dengan gambar siluat mawar ditengah pusaran senjata rahasia para assassin. 6 jubah untuk black rose sudah siap.
“ Zora ”
“ hamba disini tuan ”
“ bagikan kepada yang lain lalu emblem manset khusus adalah tanda anggota kalian ”
“ baik tuan terima kasih ”
Zora menghilang, kini sudah ada 2 pasukan yang terbentuk walau satu pasukan hanya 6 orang tapi mereka elit yang setara baangsawan viscount
__ADS_1
Setelah selesai Gilda memutuskan untuk berlatih tombak gae bolg tapi karena Gilda belum sempat membeli tombak berkualitas baik jadi dia hanya memakai tombak biasa. Di ruang latihan rahasia pribadi miliknya gerakan gerakan Skill diperagakan. Semakin lama semakin halus. Tak terasa hari sudah pagi Gilda belum sempat tidur atau istirahat tapi itu tidak masalah bagi tubuhnya.
Tidak ada pekerjaan yang signifikan selain laporan. Setelah melihat semuanya Gilda akan kembali berlatihi secara intensif. Satu minggu berlalu begitu saja. Hari ini ada laporan bahwa rombongan budak berada di depan tembok kota.
Tentu saja itu adalah salah satu pedagang bawahan miliknya yang dia minta untuk mengirimkan budak dengan alsan bahwa ada pembeli di kota ini. Jadi pedagang itu masih tidak tau bahwa atasannya berpura pura membeli budak sambil menutupi identitasnya.
Setelah berbasa basi. Para budak mulai dipilih. Kali ini hanya ada budak kasar dan budak perang. Gilda membeli 500 budak perang dan 200 budak kasar. Lalu kerja sama akan berlanjut setiap satu minggu mengirim rombongan budak untuk berdagang di kota ini. Sampai masuk musim dingin.
Setelah itu para budak dibersihkan dan diberi makanan bergisi diantarkan ke tempat tinggal untuk budak kasar dan ke tempat pelatihan untuk budak perang mereka akan beristirhat satu hari. Hari ini Gilda meninjau semua laporan dengan teliti panen pertama kota juga sudah selesai sekarang para budak akan memperluas lahan.
Juga membangun tembok kota sedikit demi sedikit. Mungkin akan butuh bertahun tahun membangunnya. Melihat para pasukan tingat tinggi berlatih cukup menyegarkan matanya walau hanya skill biasa umum dari dunianya sebelumnya tapi pondasi mereka kokoh. Pelatihan prajurit royal army jauh lebih intensif daripada ini namun sumberdaya yang dibutuhkan juga lebih banyak.
Bakat para prajurit rata-rata, peralatan rata rata potion dan nutrisi bagus, skill buruk, latihan bagus. Kebutuhan yang bisa dipenuhi adalah Skill. Gilda kembali ke ruang latihan pribadinya menyusun skill pedang, tombak, dan perisai.
Skill pedang milik prajurit Royal army adalah Skill Great Sword Imperial. Gilda sudah melihat skill itu di perayaan kekaisaran valorince. Ada banyak celah pada skill itu jika hanya ditambal akan tetap menjadi skill compang camping. Butuh Skill lengkap yang bisa digunakan sebagai serangan kelompok dan serangan individu. Salah satu sekte kuno dalam ingatannya yang menggunakan skill pedang adalah sekte wudang.
Gilda mencoba merekontruksi sebuah skill dari ingatannya lalu mencoba menggerakkan. Ratusan percobaan lalu hingga ribuan tak terasa sudah waktunya makan malam. Setekah makan malam Gilda kembali ke ruang latihannya. Setelah ribuan kali percobaan sepertinya masih ada yang kurang.
__ADS_1
Gilda duduk bermeditasi memikirkan apa yang kurang, setiap skill juga memiliki kecocokan dengan bakt atau afinitas jika di dunia sebelumnya tidak ada sihir dan sebagainya tetapi qi dan pernafasan.
Gilda membuka matanya dan tersenyumm cerah disini tentu saja skill dari dunia sebelumnya bisa cocok bisa tidak tergantung kondisi. Akhirnya Gilda mencoba merekrontruksi dengan Skill yang ada di dunia ini. Memanfaatkan Skiil Great Sword yang cocok untuk pasukan sebagai pondasi. Namun gerakannya yang digunakan adalah skill pedang yang sudah direkrontruksi.
Selain gerakan yang lebih efisien sehingga bisa menghemat tenaga saat perang jangka waktu lama. Lalu mengikuti sebelumnya qi diganti dengan aura dari dantian serta set pernafasan. Akhirnya setelah diperhalus lagi dan lagi gerakan menjadi kokoh dan cukup lengkap dan bagus. Selanjutnya Gilda membuat untuk Skill tombak. Dengan menurunkan kualitas gae bolg sampai ke taraf bisa dipelajari oleh prajurit elit. Terakhir gerakan perang perisai hal ini cukup rumit karena perisai tidak memiliki gerakan serumit pedang dan tombak.
Sederhana kokoh dan kuat. Improvisasi diberikan oleh Gilda pada gerakan perisai digabungkan dengan senjata pedang prajurit ukuran normal. Lalu memikirkan desain khusus perisai sehingga selain untuk bertahan juga bisa digunakan untuk menyerang. Akhirnya 3 skill khusus prajurit terbentuk tak lupa 3 set pernafasan.
Malam hari setelah makan malam Gilda ke ruang belajarnya membuat buku Skill pedang, tombak dan perisai, lalu buku skill pernafasan masing masing.
“ baiklah aku namai apa Skill ini? ”
‘ Skill Blood Rose Sword, Skill Blood Rose Spear, Skill Blood Rose Shield ’
Pagi hari gilda menemui Ron. Lalu memberikan panduan latihan secara khusus. Setiap prajurit membuat salinannya sendiri sehingga membuat mereka akan lebih mudah mengingat. Prajurit baru akan berlatih memperkokoh pondasinya. Prajurit lama mulai berlatih Skill baru.
Gilda menunjukkan Skill pedang secara mendetail dan lambat sambil menjelaskan sehingga mudah dipahami, lalu melakukan dengan kecepatan normal dan melakukan dengan kecepatan cepat. Melihat skill yang sangat baik bagi prajurit membuat mereka bersorak.
__ADS_1
Bahkan ron seorang veteran juga kaget dengan Skill baru itu. Rasanya sekuat Skill Royal Army tapi jauh lebih mematikan dan efisien. Rasanya prajurit bisa bergabung atau berpisah. Bahkan untuk tombak kekuatan serangnya mencenangkan pada potensi dalam kecepatan diatas rata rata bisa menembus perisai namun jika pengguna tombak tidak memiliki tangan yang kokoh maka tangannya akan ikut hancur.
Setelah hari ini Gilda akan melatih para prajurit selama satu minggu penuh. Bahkan Ron juga ikut berlatih. Gerakan awal para prajurit kasar. Namun semakin hari semakin menguasai Skill itu bahkan setelah sudah masuk dengan mata tertutup. Mulai hari ini prajurit berlatih sepanjang hari dengan mata tertutup. Bahkan saat makan atau beraktifitas yang lain.