GOD DESTINY

GOD DESTINY
3


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Farel yang sudah membersihkan tubuhnya yang dibantu oleh perawat laki-laki, karena Farel sendiri yang menolak untuk dibantu oleh perawat perempuan dalam melakukan aktivitas personal hygiene sehari-hari nya karena imobilitas yang terjadi pada Farel, atau yang lebih di kenal dengan ketidakmampuan pasien dalam melakukan aktivitas seperti pada keadaan dirinya normal. Seperti berjalan, duduk, bahkan bergerak.


Apalagi kondisi Farel baru saja terbangun dari koma, yang masih sangat membutuhkan bantuan untuk mengerti apa-apa saja. Lebih kurang seperti mengasuh seorang balita yang ini dan itu masih harus diberikan pengarahan, bedanya yah itu, postur tubuh Farel yang dewasa, tentu saja akan menyulitkan , karena butuh tenaga ekstra untuk mengangkat tubuh Farel dari ranjang pasien ke area kamar mandi.


Padahal Dimas sudah meminta Farel untuk dibersihkan dari ranjang pasien saja, hasil nya juga sama saja, akan tetapi sifat dasar manusia, dimana sifat keras kepala nya Farel yang membuat Dimas harus ikut membantu perawat laki-laki memapah tubuh tinggi Farel yang sudah hilang keindahan otot-otot Abyss yang selalu dijaga oleh Farel saat dia belum mengetahui kebusukan mantan kekasihnya.


Saat ini, tubuh Farel kurus kering, wajah nampak lebih tua dari usianya, tidak ada indah-indah nya, namun ketika Farel telah membersihkan tubuhnya, tersisa gurat ketampanannya masih sangat terlihat jelas, bahkan Hana tanpa sadar, terpaku menatap sisa wajah tampan Farel ketika sudah tampil lebih bersih dan wangi.


" Honey "


" aku masih sangat lapar " ucap Farel dengan manja, dengan wajah yang merona karena menahan malu, Hana mendekati Farel dengan membawa ompreng makanan


" aku tidak mau ini "


" tidak enak " ucap Farel yang sudah menggelengkan kepalanya


" kamu mau apa ? " ucap Dimas kepada Farel, namun Farel tidak memberikan respon akan pertanyaan yang Dimas ajukan kepadanya.


Dimas penasaran dengan perubahan yang terjadi pada Farel. Jika di awal Farel bertingkah laku seperti itu , dipikir Dimas kalau Farel hanya sedang bercanda kepada dirinya. Namun melihat respon yang Farel tunjukkan, membuat Dimas merasa semakin aneh, dan Dimas harus segera menemui dokter untuk menanyakan diagnosis apa yang sudah dokter berikan kepada Farel. Namun, Dimas harus bersabar karena perawat masih belum memberikan Dimas informasi kapan dokter sudah ada di ruangan konsultasi.


" Farel "


" beneran kamu tidak tahu siapa abang ? " tanya Dimas, yang langsung dijawab oleh Farel dengan gelengan kepala saja. Dan hal itu membuat Dimas menarik nafasnya dalam-dalam, fixed ada sesuatu di diri Farel.


" bang " ucap Hana menatap ke arah Dimas


" kamu saja yang menanyakan kepada Farel, apa yang mau dia makan '' ucap Dimas yang sudah hilang mood nya pagi hari ini.


" abang maunya makan apa untuk sarapan " ucap Hana


" nggak tahu "


" yang enak aja "


" yang tadi, tidak enak " ucap Farel


" bukan karena diminta untuk sikat giginya, jadi abang ngambek " ucap Hana yang dijawab oleh Farel dengan gelengan kepala saja


" emang nggak enak " sambung Farel, takut jika dianggap berbohong.


" dokter hanya memperbolehkan bubur untuk makanan selama du rawat inap "


" abang mau pilih bubur kampiun, bubur sumsum, bubur manado, atau bubur apa " ucap Hana, dan Farel mendengarkan ucapan Hana dengan seksama, sembari mengingat-ingat


" aku nggak tahu menu masakan itu semua "


" tidak terbayangkan oleh aku, bagaimana rasanya " ucap Farel


" sudah abang buat pesanan akan menu yang baru saja kami sebutkan tadi, Hana " ucap Dimas tanpa menatap wajah Hana, dan tetap fokus pada ponsel nya. Sedangkan Hana cukup terkejut mendengarkan apa yang baru saja diucapkan oleh Dimas, seolah-olah itu hal biasa bagi mereka. Karena Hana tidak tahu seberapa kaya Dimas dan Farel.


Suara ketukan pintu kamar rawat inap Farel di ketuk seseorang, dan lantas orang tersebut masuk, dengan mengenakan seragam khas rumah sakit itu. Seseorang itu memberitahukan kepada pihak keluarga Farel jika saat ini dokter telah berada di ruangan dokter tempat dimana pasien atau keluarga pasien berkonsultasi dengan dokter.


Dimas segera bergegas menuju ke ruangan yang telah diberikan arahan oleh seorang perawat. Begitu mendekati ruangan tersebut Dimas bertanya kepada perawat yang bertugas sebagai asisten dokter di sana.


Dimas dipersilahkan dokter untuk duduk dihadapan dokter. Tanpa banyak basa-basi, Dimas segera menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui dokter yaitu untuk mengetahui kondisi Farel. Dengan Dimas menceritakan semua yang dia lihat sejak tadi, akan perubahan sikap Farel yang berubah kepadanya, seolah-olah Farel tidak mengenal Dimas sama sekali.


" baiklah tuan Dimas "


" saya akan menjelaskan tentang bagaimana kondisi tuan Farel kepada anda "


" setelah tuan Farel siuman dari koma, kami telah melakukan serangkaian tes penunjang medis lainnya "


" seperti tes darah untuk mengetahui adakah infeksi pada otak "


" tes MRI atau CT-scan untuk dapat melihat apakah ada kerusakan atau tidak , ada atau pendarahan pada otak, dan ada atau tidak benda asing pada otak mungkin masa atau tumor otak dan lain sebagainya lah "


" selain itu juga, saya melakukan tes Elektrosefalogram pada tuan Farel yang berfungsi untuk mengetahui atau mendeteksi bagaimana aliran darah ke otak , berjalan baik atau tidak, ada atau tidak sumbatan "


" dan syukur Alhamdulillahnya, tidak ada kendala yang terjadi setelah pasca serangan jantung yang tuan Fadhil alami "


" seperti itu yang disampaikan oleh rekan satu profesi saya yaitu dokter Amir yang merupakan dokter spesialis jantung " ucap sang dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien yang saat ini berada di salah satu ruangan rawat inap.


" hah ! "


" serangan jantung ? "


" maksud dokter, Farel mengalami stroke, begitu ? " tanya Dimas dengan ekspresi wajah terlihat shock


" Hm "


" bisa jadi "


" namun lebih tepatnya, ini merupakan fase pra stroke, atau fase sebelum stroke itu terjadi, pak Dimas "


" hal itu kita dapatkan setelah kita melakukan pemeriksaan di awal pasien masuk rawat inap "


" pada waktu rekan saya melakukan pemeriksaan Elektrokardiografi yang biasa juga lebih dikenal dengan sebutan EKG "


" dimana pada pemeriksaan ini, merupakan tes diagnostik umum yang kami lakukan sebagai rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi jantung "


" dan dapat terlihat pada kertas EKG "

__ADS_1


" Hm , di sini, pak Dimas " ucap dokter yang kembali memberikan penjelasan kepada Dimas, walaupun tidak terlalu mengerti penjelasan dokter kepada dirinya, Dimas mencoba untuk memahami penjelasan yang dokter sampaikan.


" serangan jantung yang dialami oleh tuan Farel saat ini, masih di tahap awal "


" kalau medis menyatakan diagnosa awalnya "


" yaitu aneurisma otak " ucap dokter lagi


" aneurisma otak ? " ucap Dimas mengulangi lagi ucapan dokter akan diagnosis dokter pada Farel.


" Hm "


" iya "


" aneurisma otak "


" itu adalah penyakit dimana merupakan gejala awal pra stroke atau sebelum stroke " ucap dokter lagi


" Oh "


" kok hal itu bisa terjadi yah, dokter "


" padahal kalau di lihat dari segi umur Farel lebih muda dari saya, abangnya "


" kalau dari penglihatan saya, selama ini Farel baik-baik saja "


" bahkan selama ini dia beraktivitas seperti biasa, tanpa ada keluhan tentang kesehatan "


” ini menurut pemikiran saya yah, dokter " ucap Dimas yang memberikan pernyataan sesuai yang dia ketahui.


" aneurisma otak "


" stroke "


" dan penyakit lainnya terkait dengan bagian dalam tubuh manusia, khususnya kerja jantung "


" tidak harus berusia tua "


" siapa pun bisa terkena penyakit ini "


" karena penyakit ini terjadi, karena pola makan, pola tidur seseorang menjadi faktor kerja jantung dan organ lainnya "


" selain itu bisa juga dari kebiasaan pasien yang suka mengkonsumsi alkohol secara rutin "


" perokok aktif yang , yah seperti itu "


" perusakan organ tubuh secara perlahan namun pasti " ucap dokter telak, membuat Dimas kembali terdiam


" mengapa adik saya tidak bisa mengenali saya, dokter " tanya Dimas


" Oh itu "


" itu terjadi karena tuan Farel mengalami efek dari penyakit yang di derita tuan Farel aneurisma otak "


" yaitu amnesia, yang sering dikenal dengan hilang ingatan " ucap dokter lagi


" a - aapa "


" hilang ingatan "


" bisakah hal itu segera mendapatkan penanganan medis juga, dokter " tanya Dimas dengan raut wajah yang serius


" kami tim dokter akan memberikan penanganan medis terbaik dengan kualifikasi sesuai ilmu medis yang kami miliki "


" tim medis yang menangani tuan Farel merupakan tim dokter yang sudah memiliki jam terbang yang baik, dengan kemampuan terbaik di bidangnya masing-masing "


" ada dokter spesialis jantung, dokter spesialis saraf, dokter neurologi, dan dokter - dokter lainnya yang terlibat " ucap dokter yang masih memberikan penjelasan kepada keluarga pasien


" untuk pengobatannya sendiri, tim medis mengupayakan menjalankan terapi okupasi, terapi kognitif "


" agar pasien dapat mempertahankan ingatannya saat ini, dan memelihara ingatannya dalam memory otaknya "


" walaupun kami mengunakan terapi okupasi dan terapi kognitif pada tuan Farel, tuan Farel akan tetap mendapatkan terapi obat-obatan "


" karena terapi obat-obatan masih sangat dibutuhkan tuan Farel "


" itu berguna untuk menjaga agar kerusakan sistem saraf tidak menjadi semakin parah "


ucap dokter


" artinya adik saya masih lama di rawat inap " ucap Dimas


" tidak juga , tuan Dimas "


" apabila kondisi tuan Farel membaik "


" tuan Farel sudah diperbolehkan pulang "


" akan tetapi dengan syarat, tuan Farel harus menjaga pola makan, pola tidur, dan menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, tetap melanjutkan terapi yang saya sebutkan tadi, tuan Farel juga harus rutin meminum vitamin dan suplemen untuk otak " ucap dokter


" satu hal lagi"


" jenis amnesia yang dialami oleh tuan Farel adalah amnesia jenis retrograde "

__ADS_1


" yang artinya tuan Farel mengalami kemunduran pada masa lampau " ucap dokter


" maksudnya, dokter " tanya Dimas yang masih penasaran dengan penjelasan dokter


" amnesia retrograde adalah amnesia yang terjadi pada pasien yang tidak bisa mengingat informasi atau kejadian masa lalu "


" gangguan ini terjadi bisa dimulai dengan kehilangan ingatan yang baru terbentuk, kemudian berlanjut dengan kehilangan ingatan yang lebih lama, seperti ingatan masa kecil " ucap dokter yang masih setia memberikan informasi tentang penyakit pasien kepada keluarga pasien.


" intinya adalah pihak keluarga harus berperan aktif untuk menjaga ingatan tuan Farel pada waktu sekarang dengan



melanjutkan terapi yang telah kami terapkan pada tuan Farel yaitu terapi okupasi dan terapi kognitif " ucap dokter



" seperti apa terapi okupasi dan terapi kognitif itu, dokter ? " tanya Dimas lagi


" terapi okupasi adalah terapi dengan mengajarkan pasien untuk mengenalkan informasi baru dengan ingatan yang masih ada, misalnya : tuan Farel sudah tidak mengenali anda, nah untuk tuan Dimas harus mengenalkan diri lagi kepada tuan Farel siapa anda, hubungan anda dengan pasien, siapa saja anggota keluarga nya, dan lain sebagainya "


" sedangkan terapi kognitif yaitu terapi yang bertujuan untuk memperkuat daya ingat pasien dengan cara bantuan teknologi kepada pasien seperti memberikan tablet, menyusun agenda harian pada tablet, atau MacBook pasien, memberikan aktivitas sehingga saraf-saraf motorik pasien berkerja.


" kira-kira rentang waktu masa penyembuhan adik saya berapa lama yah , dokter " ucap Dimas lagi


" Hm "


" kalau tuan Dimas mempertanyakan waktu pemulihan ingatan pasien "


" saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan pasti yah "


" bisa satu bulan, dua bulan, satu tahun dan selanjutnya "


" yang pasti , untuk waktu pemulihan pasien itu tergantung kemampuan dan keinginan pasien itu sendiri "


" semakin tinggi semangat pasien untuk sembuh, maka kemungkinan besar semakin cepat masa pemulihan nya dengan selalu rutin melakukan terapi okupasi dan terapi kognitif "


" selain itu pasien juga harus menghentikan kebiasaan buruk nya yang sudah memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol, kebiasaan merokok "


" serta rajin minum suplemen dan vitamin otak yang akan mencegah kerusakan otak yang lebih parah "


" hanya ini saja yang bisa saya sarankan untuk di patuhi oleh keluarga pasien dan pasien itu sendiri " ucap dokter


" baiklah kalau begitu, saya ucapkan banyak terimakasih atas penjelasan dokter yang cukup membuat saya paham banyak hal yang tentang informasi yang sangat asing bagi saya "


" dan saya merasa puas akan penjelasan dokter " ucap Dimas sembari memberikan seulas senyuman di wajah tampannya.


" sama-sama, tuan Dimas "


" saya akan melakukan terbaik yang bisa saya lakukan untuk pemulihan tuan Farel "


" saya juga mendoakan atas kesembuhan tuan Farel agar dapat beraktivitas seperti semula, dan kembali sehat " ucap dokter yang juga memberikan seulas senyuman di wajahnya.


" Hm "


" bisakah saya meminta sesuatu kepada dokter " ucap Dimas menatap manik mata dokter dengan intens


" mohon untuk pihak rumah sakit merahasiakan diagnosis penyakit adik saya, dan data rekam medis adik saya, dokter"


" jangan sampai siapapun mengetahui hal ini, kecuali atas izin dari saya " ucap Dimas dengan tegas, terlihat dari raut wajahnya yang nampak sangat serius


" Oh "


" kalau untuk itu, tuan Dimas jangan merasa khawatir "


" karena buku rekam medis merupakan dokumen rahasia "


" yang sudah pasti terjaga kerahasiaannya, karena berisi data pasien, dan riwayat penyakit pasien, beserta catatan terapi yang diberikan oleh dokter kepada pasiennya "


" oleh karena itu, tuan Dimas tidak perlu khawatir kan hal itu "ucap dokter


" Ok "


" sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih, atas semua penjelasan dokter yang membuat saya mengerti apa saja yang akan saya lakukan agar adik saya bisa lebih tepat dalam pemulihan nya " ucap Dimas, sambil mematikan kamera video yang merekam percakapan mereka.


Penjelasan dokter dari A sampai Z, dari awal kedatangan Dimas di dalam ruangan dokter hingga Dimas akan beranjak pergi dari ruangan konsultasi dokter, wajah dokter dan suara dokter terlihat dan terdengar sangat jelas, karena Dimas mengaktifkan candid camera yang dia letakan di pocket bag Dimas .


*


*


*


*


*


*


*


❤️❤️


.

__ADS_1


__ADS_2