GOD DESTINY

GOD DESTINY
4


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Dimas segera mengeluarkan chip memory pada camera candid yang dia pakai untuk berkonsultasi dengan dokter tadi. Dimas tahu jika hal itu melanggar hak rumah sakit, untuk tidak boleh meliput, merekam, memfoto area rumah sakit tanpa izin dari pihak rumah sakit.


Akan tetapi Dimas harus memiliki bukti bagaimana keadaan Farel untuk dia beritahukan kepada oma dan opa nya, bukan memberitahu ayah mereka. Karena jika ayah mereka mengetahui penyakit yang dialami oleh Farel akan membuat mereka mengalami masalah.


Apalagi jika sampai ibu sambung mereka mengetahui kondisi Farel saat ini, entah apa yang akan dilakukan nya pada Farel yang akan membuat Dimas dan Farel akan terlibat permusuhan, karena kondisi Farel yang seperti kertas kertas putih, akan sangat mudah mempengaruhi Farel. Merusak hubungan Dimas dan Farel yang dari awal merupakan saudara kandung satu ayah dan satu ibu.


Dimas sangat takut jika kondisi Farel dimanfaatkan oleh ibu sambung mereka. Seperti yang selama ini ibu sambung mereka lakukan. Selalu mengunggulkan anak kandungnya, yang merupakan saudara tiri Dimas dan Farel. Belum lagi putri kandung ibu sambung mereka yang terobsesi memiliki Farel , yang bahkan menghalalkan segala cara untuk memiliki Farel, dan itu di dukung pula oleh ibu sambung mereka.


Untung nya Farel sangat tidak menyukai saudara tirinya itu, sehingga membuat Dimas merasa lega, dan Dimas memberikan Farel perlindungan yang cukup ketat, untuk menghalau berbagai tindakan buruk yang akan dilakukan oleh saudara tiri mereka.


Dimas akan melakukan perjalanan ke negara tempat opa dan oma dari sang ibu sekarang juga untuk meminta kepada mereka memberikan perlindungan kepada Farel. Karena kondisi Farel yang sangat rentan untuk disusupi pemikiran- pemikiran ibu sambung mereka berdua yang berambisi menguasai harta, dan perusahaan milik ayah mereka, dan berusaha merebut perusahaan milik almarhum ibu mereka yang sudah di diamanahkan menjadi milik mereka berdua.


Namun, dengan memberikan tekanan kepada sang ayah, membuat ibu sambung mereka memiliki power yang tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, Dimas harus menyembunyikan Farel, demi menyelamatkan masa depan Farel dan masa depan perusahaan sang ibu. Walaupun untuk perusahaan milik ayah mereka sudah tidak bisa mereka berdua jaga, karena ibu sambung mereka sangat licik, dia mampu bermain dengan sangat licin hingga sang ayah tanpa sadar telah teracuni secara perlahan-lahan.


Setelah selesai mengetuk pintu kamar rawat inap Farel, Dimas segera masuk ke kamar bagian dalam yang ada ranjang pasien. Di sana Hana yang masih setia mengurus Farel yang bertingkah manja kepada Hana. Ada perempuan lain yang juga berada di dalam ruangan rawat inap bagian dalam Farel.


" ayo , dek "


" kita pulang " ajak Humaira ketika Dimas tiba di dalam ruangan rawat inap Farel tanpa melihat ke arah Dimas lagi.


" tunggu " ucap Dimas


membuat Humaira menatap kearah Dimas, dan Hana menghentikan kegiatan beres - beresnya


" Humaira "


" izinkan adikku, Farel untuk menikahi adik kamu, Humaira " ucap Dimas dengan tegas menatap manik mata Humaira setelah berhasil berjalan mendekati ke arah Humaira


" Hah ! " ucap Humaira dan Hana secara bersamaan, dan tercetak jelas wajah terkejut mendengar ucapan dari Dimas


" kamu sedang melakukan joke "


" ini tidak lucu sama sekali, pak Dimas " ucap Humaira, sambil menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak percaya apa yang baru saja dia dengar dari mulut Dimas.


" not joke "


"i am seriously about this " ucap Dimas yang masih kekeh dengan pendiriannya


" kamu menyayangi Hana, Farel " ucap Dimas menatap manik mata Farel


" iya " ucap Farel yang tidak terlalu mengerti apa itu perasaan sayang, yang dia tahu , jika dia tidak mau berjauhan dari Hana, karena Hana adalah pusat hidupnya setelah dia tersadar dari tidur panjangnya.


" Farel "


" kamu mau menikahi Hana, kan " ucap Dimas lagi


" Hm "


" menikah ? "


" apa itu menikah ? " ucap Farel yang masih kurang tahu dengan kosakata yang menurut Farel tidak terlalu familiar di otak nya saat ini.


" menikah, artinya kamu akan selalu bersama Hana sampai tua, sampai kalian tiada lagi " ucap Dimas memberikan penjelasan kepada Farel secara singkat tentang arti sebuah pernikahan.


" tiada lagi ? " ucap Farel yang semakin tidak mengerti atas penjelasan dari Dimas


" tiada lagi itu, sampai maut memisahkan kalian "


" meninggal, tidak lagi bernafas, itu sama saja dengan tiada lagi di dunia ini.


" jangan "


" jangan " ucap Farel yang berusaha untuk bangkit, san mendekati Hana, sampai-sampai Farel nyaris terjatuh dari ranjang pasien sangking dia ingin berada di dekat Hana.


untung saja Dimas segera menahan bobot tubuh Farel.


" jangan "


" jangan " ucap Farel seperti seorang anak kecil yang sedang tantrum. Hal itu tentu saja di saksikan oleh Humaira, selaku wali dari Hana.


Humaira menghembuskan nafasnya dengan kasar, inilah yang tidak pernah diinginkan oleh Humaira, jika kebaikan hati Hana disalahartikan oleh orang lain yang pernah diberikan bantuan Hana.

__ADS_1


Humaira mengenang ketika Hana membantu seorang balita yang hampir saja terjatuh dari stroller ketika baby sitter balita itu tidak fokus melihat ke arah jalan, sehingga roda stroller tersangkut membuat stroller miring kemudian balita yang tidak dipasang safety belt yang ada di dalam stroller oleng ke lantai, beruntung nya Hana dengan cekatan segera menyambut balita itu, walaupun di sertakan tangisan karena balita itu terkejut ketika tiba-tiba Hana yang dengan gerakan cepat sedikit memberikan hentakan sehingga memberikan efek sensasi kejutan.


Balita itu menangis dengan kencang, namun tidak lama, karena Hana mampu menenangkan balita itu dengan segera, beruntung juga bagi Hana, bayi itu merespon baik akan sikap Hana. Tanpa Hana ketahui jika Hana telah membuat seorang oma dari balita itu sangat terkejut, karena balita itu tidak pernah mau di dekati oleh orang lain, apalagi orang yang baru dilihatnya.


sedangkan Hana menghancurkan stigma itu, balita itu tidak pernah mau di dekati oleh orang lain kecuali oma, opa, dan ayahnya saja. Kali ini, seperti mendapatkan angin segar, sang oma dari balita itu sangat excited, bahkan hingga saat ini keluarga dari balita itu selalu berhubungan baik dengan keluarga Humaira, demi mendapatkan Hana.


Apa kabar keluarga balita itu jika sampai mereka tahu apalagi tujuan awal kepergian Hana ke kota ini untuk menunaikan perintah kedua orang tua mereka yaitu menyelesaikan program pendidikan strata, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak, dan membanggakan kedua orangtuanya, apalagi Hana kuliah dari jalur beasiswa.


Tiba-tiba Hana akan menikah sebelum menyelesaikan program pendidikan strata satu nya, tidak mungkin tidak mereka perhitungkan efek yang akan mereka dapatkan jika sampai Humaira menyetujui permintaan Dimas.


Apalagi pria ini, Farel. Kemungkinan besar, sudah memiliki riwayat penyakit yang serius, yang harus mendapatkan perhatian dan perawatan medis yang lebih intens, bagaimana pendidikan Hana.


Tidak, tidak seperti ini, Humaira tidak menginginkan sesuatu hal seperti ini, karena bukan hanya Hana yang akan dirugikan, ada orang tua yang harus Humaira pertimbangkan. Kebahagiaan keluarga besar mereka, keluarga balita yang masih memberikan Hana waktu menyelesaikan kuliah sebelum mereka melamar Hana, seperti kesepakatan awal dengan kedua orang tua Humaira dan Hana.


Humaira tidak menginginkan keluarga mereka dipermalukan karena tindakan gegabah Hana yang selalu merasa kasihan dengan orang lain yang diberikan pertolongan. Humaira harus bersikap tegas, jika tidak Hana akan mempersulit mereka semua, termasuk ayah dan ibu mereka di kampung halaman Humaira dan Hana.


" iya "


" aku menyayangi Hana "


" mencintai Hana "


" selalu bersama Hana "


" aku akan menikah dengan Hana " ucap Farel dengan mantap , memberikan senyuman yang sangat bebas hingga memperlihatkan dimples di pipinya.


Ucapan Farel menghentakkan lamunan Humaira ,


" tidak, tidak " ucap Humaira menggelengkan kepalanya


" tidak seperti ini " ucap Humaira yang tidak terima dengan ucapan Farel maupun Dimas


Dimas terkejut dengan perubahan sikap dari Humaira


" maafkan saya "


" saya tidak bisa memenuhi permintaan anda kali ini, tuan Dimas "


" silahkan anda cari perempuan yang pantas bersanding dengan adiknya tuan "


ucap Humaira menatap wajah Dimas dengan tegas


" ada harapan kedua orang tua yang harus Hana tunaikan sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua kami "


" ada tanggung jawab besar yang kedua orang tua kami serahkan kepada saya sebagai kakaknya Hana, dan saya tidak mau melalaikan kewajiban saya " ucap Humaira sekali lagi dengan tegas


" saya rasa, pertolongan yang diberikan oleh adik saya kepada adik anda sudah sangat luar biasa berlebihan "


" akan tetapi, ini "


" saya anggap sebagai rasa kemanusiaan biasa yang adik berikan kepada sesama manusia saja, bukan untuk mendapatkan apa-apa "


" tolong , untuk permintaan yang baru saja anda minta "


" tidak dapat adik saya penuhi " ucap Humaira lagi


" ada harapan kedua orang tua saya "


" ada harapan kedua orang tua dari seorang pria yang sudah menantikan kepulangan Hana "


" ada impian seorang anak untuk memiliki seorang ibu"


" saya tidak pernah bisa menyetujui permintaan anda yang terakhir kali ini "


" maafkan kami, tuan " ucap Humaira yang segera berdiri, dan membawa beberapa barang Hana, dan menyampirkan tas ranselnya di kedua bahunya.


" ayo, Hana " ucap Humaira dengan tegas. Dan hal itu tidak bisa terbantahkan oleh Hana, karena di kota ini, Hana harus tunduk, dan menghormati semua keputusan Humaira, sebagai baktinya kepada sang kakak yang sudah diamanahkan untuk menjaga Hana selama merantau di kota orang.


Hana juga segera bergegas untuk membereskan semua perlengkapan Hana selama menjaga Farel di dalam ruangan rawat inap ini, sejak satu minggu yang lalu.


" jangan "


" jangan "

__ADS_1


" jangan pergi "


" jangan tinggalkan aku " ucap Farel dengan histeris ketika Hana juga bersiap-siap untuk pergi mengikuti langkah kaki sang kakak perempuannya.


Farel yang melihat Hana yang sudah berjalan mengikuti langkah kaki sang kakak perempuannya, langsung merasakan perasaan tidak suka, ada firasat jika dia akan ditinggalkan oleh Hana, dan tidak akan pernah bisa bertemu Hana lagi.


Farel tidak menginginkan hal itu terjadi, tidak, tidak akan pernah. Sehingga secara impulsif Farel berusaha bangkit dari ranjang pasien untuk mengejar Hana, meskipun sebenarnya Farel masih belum mampu menggerakkan tubuh nya secara sempurna dan leluasa seperti keadaan sebelum Farel sakit.


" Hana " teriak Farel, dengan terus menerus, bahkan suara teriakan Farel disertai suara tangisan, yang mencoba menghentikan Hana yang masih terus berjalan tanpa lagi menatap ke arah Farel dan Dimas, karena Hana takut hatinya goyah, yang akan membuat dirinya terjebak lebih dalam .


" Hana " ucap Farel yang masih histeris,. dan Dimas menahan tubuh Farel


" sudahlah , Farel "


" sudahlah, dik "


" mereka sudah banyak membantu kita , biarkan mereka pulang " ucap Dimas dengan lirih, mencoba memprovokasi Farel, yang sudah tentu Farel tidak terima jika Hana meninggalkan dirinya.


Tingkah Farel semakin menjadi-jadi, sampai-sampai Farel dan dimas terjatuh - jatuh, Dimas yang awalnya berpura-pura memegangi Dimas agar tidak mengejar Hana pun harus rela dengan drama seperti ini, walaupun harus mengorbankan tubuhnya terjatuh, terguling di lantai rumah sakit.


Farel berusaha bangkit dari posisi terjatuhnya untuk berlari mengejar Hana, sedangkan Hana yang menolehkan kepalanya ketika mendengar suara decitan ranjang pasien serta bunyi yang cukup keras, dan suara rintihan Dimas yang cukup keras, serta suara Farel yang sudah serak karena berteriak secara continue, belum lagi disertai air mata membuat Hana merasa iba


Hana secara refleks berlari ke arah Farel, dengan menanggalkan semua barang bawaan Hana. Dimas menyembunyikan senyuman agar tidak terlihat oleh orang lain. Apalagi mendengar derap langkah cepat ke arah mereka.


Farel merengkuh tubuh Hana dengan erat


" jangan tinggalkan aku, Hana" ucap Farel dengan sesenggukan, mendekap Hana dengan kuat. Farel merasa sangat ketakutan jika sampai Hana meninggalkan dirinya.


Tanpa sadar, Farel menciumi semua sisi wajah Hana, memberikan ******* di bibir Hana, tanpa membiarkan Hana memberikan penolakan. Dimas sangat terkejut dengan respon Farel yang seperti ini, apalagi dengan tubuh Farel yang sudah mengukung tubuh mungil Hana tanpa peduli jika masih ada Humaira dan Dimas yang masih ada di sana menyaksikan adegan yang cukup dewasa.


Humaira sangat terkejut ketika mendengar suara derap kaki berlari, sehingga Humaira membalikkan tubuhnya, terlihat Hana yang menjatuhkan semua barang bawaan Hana. Hana berlarian ke arah Farel memberikan Farel pelukan.


Namun bukan itu saja yang membuat Humaira terkejut. Farel yang secara brutal memberikan kecupan di seluruh wajah Hana, bahkan kecupan itu semakin intens di bibir Hana, bahkan dengan ******* yang wah amazing, melihat adegan plus dua satu secara live cukup membuat Humaira shock.


Belum selesai dari rasa terkejutnya, Humaira harus melihat adegan Farel yang mengukung tubuh mungil adiknya, dengan yah seperti seorang pria yang menginginkan sesuatu hal yang lebih dari hanya sekedar bermain di sekitar mulut saja. Humaira segera berusaha untuk menghentikan perbuatan Farel kepada adiknya, Hana.


Ini sudah termasuk pelanggaran, Humaira harus segera menolong adiknya. Namun gerakan Humaira dihentikan oleh Dimas yang dengan cepat mencengkram kuat bahu Humaira


" menyingkir lah, tuan " ucap Humaira yang sudah menggeretupkan giginya dengan raut wajah yang memerah karena marah


" buatlah pilihan, Humaira "


" menikahkan mereka dengan cara baik - baik "


" atau "


" menikahkan mereka dengan cara tidak baik - baik " ucap Dimas menatap manik mata Humaira yang menatap nyalang ke manik mata Dimas.


Humaira segera memberikan perlawanan dengan kemampuan beladiri yang dia pelajari. Dimas yang tidak siap dengan perlawanan dari Humaira terjatuh, melihat peluang Humaira segera bergegas menuju Hana, namun terlambat karena Dimas berhasil mencekal langkah Humaira, terjadi pertarungan battle antara Humaira dan Dimas.


Sedangkan Hana sudah tidak memiliki tenaga untuk memberikan perlawanan dari serangan Farel. Beberapa bagian tubuh Hana sudah di jamah Farel, terlihat dari beberapa bagian pakaian yang dikenakan Hana sudah tidak seperti keadaan semula.


" pikirkan secara matang, Humaira " ucap Dimas yang memberikan kuncian di tubuh Humaira, dan memperlihatkan kondisi Hana yang sudah ada robekan di pakaian yang di kenakan Hana


" temui kedua orang tua kami di kota P "


ucap Humaira pasrah yang ingin segera menolong adiknya.


" terimakasih, Humaira " ucap Dimas dengan tulus. Tidak perlu seperti ini seharusnya, jika Humaira tidak mempersulit Farel yang sangat membutuhkan Hana. Namun, karena kondisi Farel yang seperti ini, mau tidak mau Dimas terpaksa harus sedikit memberikan paksaan kepada Humaira.


Tubuh Farel sudah di amankan oleh Dimas, sedangkan Hana sudah di bawa Humaira ke kamar mandi untuk menganti pakaiannya yang sudah ada beberapa robekan.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


❤️❤️


__ADS_2