
setelah selesai berbicara dengan Song Ping Liu Cen dan Yang Jili berpamitan, untuk pulang...
namun baru saja mereka ingin keluar, ternyata di depan gerbang pelelangan itu sudah banyak prajurit dari istana kekaisaran..
begitu mereka keluar para prajurit itu pun berlutut dan berkata...
...
...
Tuan putri,...
...
kemudian datang seseorang yang seperti nya adalah komandan para prajurit lalu berkata...
...
Tuan putri, anda di minta datang oleh yang mulia kaisar untuk ke istana, dan membawa calon suami tuan putri, karena yang mulia ingin bertemu...
...
baiklah kalau begitu kami akan pergi...
...
silahkan yang mulia,..
..
kemudian mereka masuk ke dalam kereta kuda dengan di iringi rombongan prajurit kekaisaran Yang...
...
di tengah perjalanan menuju istana kekaisaran Liu Cen bertanya kepada Yang Jili, dengan penuh penasaran...
...
ternyata kau adalah seorang putri dari kekaisaran Yang, yang mengaku sebagai calon istri dari seorang pria yang tak di kenalnya, apakah sebegitu tidak ada nya yang ingin jadi suami mu di kekaisaran ini?, sungguh mecurigakan.!!!!
...
..
apa kau bilang sambil mencubit perut Liu Cen...
..
eh..eh..eh.. sakit...
..
andai kau tahu saja di kekaisaran ini, khusus nya di kota ini, banyak pria yang tergila-gila padaku, bahkan pria yang melamarku saja sudah tak terhitung dari berbagai kalangan,
itu pun saya bilang kau itu tunangan saya karena saya tidak ingin kau itu di bunuh oleh paman Song Ping, seharusnya kau itu bangga karena bisa mendapatkan sedikit perhatian dari putri ini, Yang Jili berkata dengan bangga...
__ADS_1
...
...
namun jawaban dari Liu Cen selalu tidak sesuai
..
..
begitu banyak yang melamarmu kau bilang? tetapi kau bahkan menolak mereka semua, apakah kau itu punya kelainan? sehingga kau lebih memilih seorang yang tidak kau kenal untuk kau jadikan suami, sungguh memang sangat mencurigakan..!!!
..
dan kalu soal tua bangka itu, kau pikir aku takut, hahh...
emang kau pikir aku tidak bisa mengalahkannya, bahkan kalau aku mau aku bisa membunuh tanpa menyentuhnya...
...
...
hummm
sambil membungkamkan pipinya dan berkata,
dasar pria bodoh dan keras kepala...
..
..
..
..
oh ternyata tuan putri yang terhormat tidak tahu nama dari calon suami nya sendiri,
ckckck
...
..
sudah² nama saya Yang Jili dan kamu?
...
..
Liu Cen, balas nya singkat...
...
..
__ADS_1
lebih baik nanti kau tidak usah berkata banyak di depan kakak ku, ikuti saja apa yang aku katakan agar semua cepat selesai,..
..
dan seharusnya kau itu tidak bilang hal mesum seperti tadi, itu hanya akan menambah masalah...
..
...
ohh
soal yang aku bilang kita baru saja melakukan nya tadi malam?
kita berbicara tadi malam
kan memang benar kalau kita melakukan nya apakah ada yang salah dengan itu? atau kau berharap lebih, tutur Liu Cen dengan senyum menggoda...
...
...
dasar Liu Cen bodoh, menyesal tadi saya membantu mu seharusnya aku biarkan saja kamu di pukuli oleh paman Song Ping agar kau tahu rasa, tutur Yang Jili dengan wajah cemberut penuh emosi...
...
...
Liu Cen yang mendengar perkataan dan ekspresi Yang Jili tak kuasa menahan tawa,..
ha-ha-ha-ha....
..
ternyata kau bisa emosi juga rupanya, kau pikir aku itu akan kalah dengan pria tua itu emang kau tau apa tingkatkan kultivasi ku?
makanya kau takut kalau tua bangka itu akan sanggup membunuh ku, atau jangan-jangan kau itu sudah jatuh cinta padaku, goda Liu Cen...
...
...
mendengar ocehan Liu Cen yang selalu memojokkannya Yang Jili semakin tersulut emosi dan menyubit perut Liu Cen dengan kuat hingga Liu Cen menjerit kesakitan hingga terdengar oleh para prajurit yang menggiring mereka..
...
ahhh...ahhh..ahhhh...
...
hentikan lah Li'er aku sudah tidak tahan lagi...
...
...
__ADS_1
mereka tidak tahu ternyata kalau mereka sudah sampai di halaman istana kekaisaran sehingga membuat semua yang ada di situ mendengar perkataan Liu Cen...