
* begitu Yang Jili melihat kearah Liu Cen,
hahhh...???
mulutnya ternganga lebar melihat itu, sebab yang terlihat di matanya adalah seorang yang selama ini dia tunggu-tunggu, namun yang membuat nya lebih kaget adalah ketampanan Liu Cen yang semakin menjadi-jadi...
memang sih setelah Liu Cen naik tingkat menjadi seorang pendekar Dewa, bisa di bilang semua kotoran yang ada di tubuhnya sudah bersih sehingga membuat kulitnya yang sebelumnya sudah halus, makin bertambah halus lagi, itulah yang membuat nya makin terlihat sangat-sangat Tampan...
namun Ekspresi dari Yang Jili membuat semua pemuda yang di situ terlihat puas atas wajah tampan Liu Cen karena dengan begitu mereka kira Yang Jili tidak akan bisa membanding-bandingkan tunangannya itu lagi dengan mereka, namun tiba-tiba...
swoshhh...
Yang Jili melompat dari tangga itu dengan ilmu meringankan tubuhnya dan kemudian Langsung mendarat di dekat Liu Cen lalu tanpa basa-basi langsung memeluknya, dengan Erat...
haahhhh...
para pemuda yang melihat itu hampir muntah darah, sebab apa yang mereka bayangkan sangat-sangat jauh dengan kenyataan, pemuda yang mereka semua anggap sebagai penolong malah menjadi seorang pembunuh yang akan membunuh mereka...
sedangkan Liu Cen sendiri yang di perlakukan seperti itu oleh Yang Jili hanya tersenyum canggung,
sekitar Lima menit mereka berdua berpelukan, barulah Yang Jili melepaskan Liu Cen dan kemudian mulai berbicara dengan Lantang dan bangga pada para Pemuda itu...
__ADS_1
" dia adalah tunanga saya "...
dengan perkataan Yang Jili membuat mereka semua semakin terbakar oleh api amarah yang menjadi-jadi, sebab bukan hanya sekali pemuda itu mempermalukan mereka, malahan dua kali berturut-turut dan itu pun sangat-sangat memalukan bagi mereka...
..
..
..
.
.
setelah itu barulah Liu Cen mulai berbicara..
" Sungguh tak di sangka, ternyata semua perkataan mu itu benar, bahwa banyak pria yang datang ke sini untuk melamar mu...
hehehe...
" Ohh..
__ADS_1
jadi selama ini kau masih meragukan kecantikan ku,
asal kau tau saja selama dua bulan ini mereka semua selalu saja datang ke sini setiap hari untuk melamarku, ini semua gara-gara mu karena kau telah membuat Guan Pei tidak berani lagi datang ke sini, sehingga membuat para pemuda itu jadi leluasa untuk datang ke sini...
Liu Cen yang mendengar itu hanya ter senyum keci, dan kemudian berkata...
huh..
baiklah
" sebenarnya aku datang ke sini hanya untuk berterima kasih atas bantuan nona "Yang" yang selama ini telah membantu ku dalam membangun sebuah tempat bisnis di kota ini, dan juga aku ingin nona menyebar kan undangan untuk para orang-orang besar di negeri ini seperti bangsawan, saudagar, dan lain-lain...
untuk datang ke acara pembukaan usaha baru kami di tempat yang di bangun oleh nona Yang sendiri...
dan jangan lupa untuk menyampaikannya pada yang mulia Kaisar...
" dan juga ini ada sedikit hadiah dari saya untuk Nona Yang, tutur Liu Cen lalu mengeluarkan sebuah senjata cambuk petir tingkat spiritual, pil kenaikan dan sebuah kitab cambuk tingkat kuno...
" en..
bukankah itu terlalu banyak dan berharga Tuan Muda seperti nya aku kurang pantas untuk mendapatkan nya, tutur Yang Jili dengan sopan sebab apa yang di lihatnya bukanlah sebuah barang sembarangan karena baik itu seorang kaisar dari kekaisaran besar pun akan menganggap barang itu sangat-sangat berharga...
__ADS_1
" pantas atau tidaknya itu tergantung diri ku..!!!