
Menyerah...
Kata yang paling aku hindari selama 15 tahun hidupku,tapi kini aku harus menyerah lebih tepatnya mengalah demi kebahagiannya
_Reynanda livera_
♍♍♍♍
Sesampainya di rumah Reyna langsung merebahkan tubuhnya di kasur queen size nya
Dia lelah jujur sangat lelah ingin pergi tapi masih banyak misi yang belum diselesaikan ..
Reyna terlelap dalam mimpinya
Malam harinya
Reyna terbangun "hah kemaleman deh "kata Reyna dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai dia keluar kamar
Reyna mendengar suara tertawa di bawah ,dari atas Reyna bisa melihat bahwa ayah dan bundanya sudah kembali dia segera ke bawah untuk menemui mereka
"Ayahh Reyna kangenn"teriak Reyna
"Gausah teriak teriak berisik tau ngga"bentak ayah Reyna
Sedangkan bundanya hanya menatap sinis Reyna "bunda ngga kangen Reyna "tanya Reyna "biasa aja"jawab bundanya Cuek
Reyna menundukkan kepalanya ,dia merasakan ada yang mengelus puncak kepala nya dan dia mendongak ternyata itu adalah beni
"Kakak"kata Reyna lirih ,beni tersenyum "perbannya kenapa dilepas hm?"tanya beni "gasuka kak aneh rasanya make perban "jawab Reyna "kan biar lukanya kering terus cepet sembuh deh "kata beni lagi
Reyna hanya menunduk "diperban kenapa emang ben"tanya ayah "kejedot meja yah "jawab beni "alah cuman kejedot meja aja diperban kak beni dulu kakinya KELINDES sepeda aja ngga diperban tuh"kata bunda menyindir Reyna
Dulu Reyna memang tak sengaja melindes kaki beni dengan sepeda sampai jempol kakinya mengeluarkan darah dan dia langsung dihukum oleh ayahnya
"Udahlah Bun lagian ini juga parahan Reyna dia dijedotin Ama Rio ke meja kantin parahnya mejanya pake jati Ampe geser jauh terus dijait 3 lagi "jelas beni
Sedangkan bundanya hanya melirik sinis Reyna "cih manja"kata bundanya
Reyna tersenyum miris mendengar respon kedua orang tuanya "emm kak Reyna kekamar ya "pamit Reyna pada beni
Dan Reyna pun segera kekamar dia langsung tengkurap di atas tempat tidur dan langsung memejamkan matanya
Tanpa terasa air mata meleleh di pipi Reyna "ga gue ga boleh nangis Reyna kuat "kata Reyna menguatkan diri sendiri
Dan tak lama kemudian Reyna tertidur dengan posisi tengkurap
.***********
Keesokan paginya
Reyna bangun pagii sekali dia melihat beni tidur di sampingnya "kak beni?"batin Reyna
Reyna lalu beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap
30 menit kemudian Reyna keluar dari kamar mandi tapi dia tidak melihat beni disana
"Aneh?kak beni kenapa tidur disini semalem "batin Reyna selesai bersiap siap Reyna keluar kamar
Dan melewati meja makan "makan dulu dek"panggil beni
Reyna tersenyum miris melihat kedua orang tuanya tak menyadari ada dirinya dia memilih pergi ke sekolah karna semakin lama dia didekat orang tuanya maka hatinya akan semakin sakit
"Ngga usah kak Rey makan di kantin aja "jawab Reyna sambil menuju ke pintu utama ,dan Reyna berjalan ke halte bus
06.00
Bus sekolah berhenti di halte bus dekat rumah Reyna dan Reyna pun naik ,dia memilih tempat duduk dekat pintu dan bus itu pun melaju menuju ke sekolahnya "pak ini langsung ke sekolah kan"tanya Reyna pada supir
"Iya neng Rey ini langsung ke sekolah udah dijemput semua juga ,neng Rey juga tumben pake bus biasanya sama Aden ,"tanya pak supir
Yang pak supir panggil Aden adalah beni bukan Rio
"Kak beni telat kayaknya pak ntar kalo Rey ngikut kak beni Rey ikut telat dong "kata Reyna
Pak supir hanya mengangguk tiba tiba bus berhenti mendadak
Reyna terkejut begitu juga dengan siswa siswi lainnya "kenapa pak"tanya salah satu siswi yang duduk di belakang Reyna
"Ini neng ada den kara "jawab pak supir
Kara?
__ADS_1
Kara devano
Most wanted boy SMA Nusa bangsa ,siapa yang tak kenal kara seluruh siswa sisiwi bahkan guru juga kenal kara
Siswa nakal ketua geng RANS geng terbesar di Bandung sebenarnya geng RANS ini beranggotakan 674 orang ada 5 inti utama anggota RANS
Dan 5 inti ini sekolah di SMA Nusa bangsa kelima inti ini adalah
1.afkara devano
2.bagas Diandra Gautama
3.toni Revaldo
4.beni liodora
5.arsya Santoso
Kelima inti ini termasuk kakak Reyna mereka siswa di SMA Nusa bangsa
Dan ada beberapa di sekolah lain dan bahkan ada yang sudah berkuliah
Solidaritas tinggi di geng RANS ini mereka tidak akan mendahului jika tidak didahului
Seorang pria dengan tampilan urakan seragam kemeja yang dikeluarkan menenteng tas di Bahu kirinya rambut acak acakan ,dasi tergantung dan tangan kanannya menenteng jas almater berwana hijau tua
Jika dilihat kara memang tampan blasteran Belanda - inggris siapa yang tidak mau memang semua kaum hawa mengagumi seorang afkara devano
Tapi kelakuannya tidak memadai ketampanannya,
Kara memasuki bus itu dan langsung duduk di samping Reyna ,Reyna sendiri tidak menyadari adanya kara karena dia sendiri memakai headset nya
Reyna menoleh kearah samping setelah bus kembali melaju ,Reyna meneliti lelaki yang duduk disampingnya
Siapa sih batin Reyna
",Apa Lo liat liat suka?"kata kara
"Karantina ternyata duduk sebelah Charles aja Lo Sono ah males banget sih ada Lo disini"jawab Reyna
Kara dan Reyna jika bertemu memang seperti Tom and Jerry bertengkar bahkan terkadang beni sampai harus turun tangan melerai adik dan ketuanya itu
Siapa lagi kalau bukan Bagas dan Toni
Saat turun dari pintu bus kara dan Reyna berebut untuk turun duluan
"Gue dulu kar "kata Reyna
"Ga gue dulu pokoknya "jawab kara
"Karaaaaaaaaaaaaaa"teriak Reyna
Seketika kara menutup telinganya mendengar teriakan melengking Reyna , Reyna yang melihat kara lengah segera turun dari bus dan berteriak kesenangan
"Karantina Lo kalah cepat dari gue "kata Reyna sambil tertawa mengejek kara
Kara yang menyadari dia kecolongan langsung mendekati Reyna dan menarik kepala reyna lalu mengapit di ketiaknya dan ditarik menuju gerbang
Sedangkan Bagas dan Toni sudah tertawa terbahak bahak melihat ketuanya itu kecolongan
."ahh kara lepasinnnn"teriak Reyna sambil memukul mukul tangan kara yang mengapit lehernya mereka terlihat seperti sedang berangkulan .
"Main main lo smaa gue heh"balas kara "kakkk beniii help meee"teriak Reyna
Dan tanpa disengaja beni yang baru sampai tepat setelah Reyna berteriak meminta tolong
"Pagi pagi udah teriak teriak aja Lo"kata beni melepas helmnya dan menarik Reyna dari dekapan kara
"Adek Lo bang buset teriakannya bikin telinga gue budek seketika"kata kara
Bagas dan Toni semakin tertawa ,"emang Baygon apa membudekkan telinga seketika dalam watu satu jam"jawab Reyna yang masih dipelukan beni
"Anjing lu ,itu one push Vape ***** bukan Baygon "kata kara kesal
Sedangkan keempat manusia itu langsung tertawa melihat kara kesal
"Reynaaa"teriak seseorang dari arah gerbang ,Reyna memutar bola matanya malas
"Eh ada kak beni hehe"kata revana malu malu
Perlu kalian ketahui bahwa revana itu suka beni :) tapi beni nya mah Gapeka
__ADS_1
"Alah sok jaim lu udah ah kelas aja males gue ada karantina jelek "kata Reyna
"Gini gini Belanda Inggris ya"jawab kara yang duduk di motor beni
"Belanda Inggris aja bangga lu ,nih gue jakarta Bandung biasa aja "sambung Bagas
Pletak
Jitakan maut Toni mendarat di kepala Bagas "**** lu kapan ilang gas "kata Toni
.Bagas masih mengelus kepala bekas jitakan Toni
Beni hanya terdiam menatap datar ke arah sahabat adiknya itu ,beni tidak suka dikagumi para ciwi ciwi bahkan terkadang beni dikatai tidak normal oleh sahabat laknat nya ini
"Gausah ribut gw sama Reva ke kelas ya daaa "kata Reyna sambil berlari menarik revana
"Adek Lo bang tingkat kegilaannya seberapa sih"kata Toni
Beni mengendikkan bahunya ,sedangkan kara hanya melongo melihat dua teman dan satu kakak kelasnya meninggalkan dia sendiri
"Ketuanya gue apa lu sih bang" batin kara
Lalu menyusul ketiga manusia laknat itu
Reyna dan revana berjalan santai di koridor ,dan naasnya dia berpapasan dengan pasangan gila ini
Siapa lagi kalau bukan Rio dan Lina
Rio mendekati Reyna ,Reyna yang menyadari itu langsung mempercepat langkahnya
"Rey. Tunggu dengerin gue dulu",kata rio
Reyna hanya diam menatap datar Rio dan Lina
"Kenapa"tanya Reyna "gue bisa jelasin Rey gue sama lina tu ga ada apa apa gue tiap hari sama Lina itu karna om Bagas yang nyuruh buat gue jagain Lina "jelas Rio
Reyna hanya diam dia tak berminat mendengar penjelasan rio ,dan tepat waktu kara dkk lewat didepan Reyna
Reyna mempunyai ide
"Afkara sini deh "kata Reyna ,yang namanya disebut pun menoleh dan menaikkan satu alisnya
"Sinii",kata Reyna lagi ,kara mendekati Reyna "kenalin pacar gue "kata Reyna pada Rio
Kara mendnegar itu terkejut dia memang tau konflik Rio dan Reyna tapi dia tidak mau ikut campur
Reyna memelototi kara dan kara pun langsung mengimbangi akting Reyna
"Kara "katanya sambil mengajukan tangannya
Rio hanya menatap kara dan Reyna
"Udah kan kita ga ada hubungan apa apa lagi yuk kar cabut "kata Reyna menarik tangan kara
Sampai didepan kelas Reyna Reyna melepas tangan kara yang tadi digandengnya
"Makasih yaa karantinaaa "kata Reyna sambil masuk ke kelas
Sedangkan revana menatap aneh sahabatnya itu
Lalu memegang dahi Reyna "waras neng "tanya revana "sehat atuh kadie"balas Reyna "Lo ngmong apa sih Rey "tanya Reva "gatau"jawab Reyna sambil mengendikkan bahunya
♋♋♋♋
Blackpink in your area
Holla teman teman pagi siang sore buat yang daerahnya pagi jangan lupa sarapan buat yang daerahnya sore mandi yaa dan buat yang daerahnya malam good night
Btw chapter ini ada sedikit perubahan dan perubahan ini akan terlihat di chapter chapter selanjutnya dan yaaa jangan lupa banyak typo bertebaran :( author tu tak bisa menulis tanpa ada typo
Sadarnya kalian kalo setiap chapter tu banyakkk banget bacotan author di akhir kan :( maka dari itu author teh minta maaf ya neng neng akang akang semuaaa
Karna disini author juga manusia dan author juga menyadari jikalau author ini memang banyak bacot udah cukup sampai sini bacotan author semoga kalian suka ya sama novel ini
Jangan lupa untuk like coment and vote 💜kalian boleh kritik dan saran tapi tetep dengan kata kata yang pantas yaa :)
Oke byee salam manis dari author cantekk eh ga Deng masih cantikan kalian:)
To say goodbye
Next part cihuyyy
__ADS_1