
Perubahan akan ada seiring berjalannya waktu:)
_reynanda livera_
♌♌♌♌♌♌♌♌♌
Hari inii
Hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu
Bahagia lah slalu
Yang ku berii bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga atau puisi
Bukan Kalung hatiii....
Suara nyanyian dan petikan gitar terdengar dari kelas IPS 2 kelas kara dan taukah kalian siapa yang nyayi Bagas guys bagass tapi bukan Bagas bapaknya Lina ya
"SEMAKIN KU MENYAYANGIMU SEMAKIN KU HARUSSS MELEPASMU DARI HIDUPKUU TAK INGIN LUKAI HATIMU LEBIH DARI INII KITA TAK MUNGKIN TERUS BERSAMAAAAA....
"teriak Toni tak kalah keras seperti Bagas
Kara yang melihat tingkah abstrud temannya hanya geleng²kepala
Bagas dan Toni yang melihat kara menggelengkan kepalanya pun mempunyai ide
"IRIII BILANG BOSS YAHAYY PAPALE PAPALE LE .."saat ingin melanjutkan lagunya tiba tiba Bu ferna datang
Guru terkiller di SMA Nusa bangsa ,seketika kedua alien itu langsung kicep diam tak berkutik
"Baiklah selamat pagi anak anak hari ini ulangan "kata Bu ferna
Anak² yang belum belajar pun menyerukan protesnya "Bu kan belum ada pemberitahuan kenapa dadakan Bu ,saya belum belajar"teriak Arnold ketua kelas
"Kalian belajar juga pasti remidi"kata Bu ferna singkat padat jelas menusuk
Sedangkan kara hanya diam mendengar bahwa hari ini akan ulangan otaknya sedang encer jadi tanpa belajar dia bisa menghitung kancing kemejanya jika Pilihan ganda dan jika essay tenang kosa kata seorang afkara devano sangat lengkap
Ulangan pun berlangsung
Sedangkan di kelas Reyna
Free class tidak adil memang tapi jelas jurusan mereka saja sudah beda kara ips dan Reyna IPA
Saat sedang bergosip ria dengan revana dari arah pintu ada yang memanggil Reyna
Reyna menoleh dan melihat Rio berdiri disana ,tanpa disadari Reno dan Angga sudah mengepalkan tangannya
Sebelum terjadi adu jotos Reyna pun menghampiri Rio
"Kenapa?"tanya Reyna
"Rey kamu harus denger penjelasan aku dulu"jelas Rio
"To the point' "kata Reyna sambil memainkan kukunya "om bag.."saat ingin mengucapkan kata kata Reyna terlebih dahulu memotong nya
"Apa?om Bagas itu nitipin Lina ke aku dan aku harus jaga amanat om Bagas kamu harus bisa ngertiin aku dong rey gitu kan?"kata Reyna sinis
Rio menunduk "gue udah berusaha ngertiin Lo Yo tapi Lo ga sekali ngertiin gue cobaa aja Yo dulu Lo ga usah ngasih harapan ke gue kalau pada akhirnya Lo sama Lina"jelas Reyna sambil meninggalkan Rio yang masih menunduk
Reno dan Angga mengacungkan jempolnya ke arah reyna ,sedangkan Reyna hanya tersenyum menang dia berhasil membuat Rio kalah telak
Istirahat
Reyna dan revana berlari larian di koridor ,tak sengaja Reyna menabrak kara yang sedang bercanda dengan Bagas dan Toni
"Lo lagi Lo lagi kapan sih Lo ngilang aja "kata kara malas ",eh karantina gue juga ogah kali ya ketemu sama Lo",jawab Reyna malas
Sebelum terjadi pertengkaran revana memilih menarik Reyna dari hadapan ketua geng RANS itu
"Apaan sih Rev tarik tarik "kata Reyna kesal "ada Rio "jawab revana singkat tapi langsung membuat Reyna diam seketika
"Mau makan apa ?"tanya revana "gue soto sama minumnya jus alpukat es nya banyakin "kata Reyna "dih nawar ,es nya ya sekasihnya mbak Atin dong "kata revana
Lalu berteriak "mbakkk atinn sinii"kata revana sambil melambaikan tangannya
Mbak atin pun mendekati Reyna dan revana "mau pesen apa neng neng cantik "sapa Mbak Atin
__ADS_1
"Revana mau soto satu bakso satu jus alpukat satu esnya banyakin ya mbak sama es teh satu jangan manis manis "jelas revana
"Oke neng Reyna ga pesen "tanya Mbak Atin "lah itu udah didobel sama Reva "jawab Reyna "oh kirain itu tadi mau dimakan mbak Reva semua hehe",jawab mbak Atin sambil tersenyum "ga lah mbak nanti kalo badan Reva kaya Santi gimana"kata Reva cemberut
"Udah atuh neng ga usah iri ,yaudah mbak Atin ambil pesenannya ya permisi"kata Mbak Atin sambil menuju ke stand nya
"Rev "panggil Reyna ,revana yang fokus pada hp nya pun menoleh "kenapa"tanya revana "gue titisan Samson ya"tanya Reyna "kok bisa?"tanya revana bingung "gue kan kejedot ujung meja jati terus katanya mejanya geser jauh terus pala gue bocor ko ngga mati ya ,boro boro mati kritis aja kaga apalagi koma ,padahal kalo di novel atau ngga sinetron pas jedug itu orang minimal mah kritis lah gue bangun bangun pala diperban sendirian lagi gue pingsan juga cuman bentar kan"cerocos Reyna
Revana melongo mendengar sahabatnya itu ,lalu dia memegang dahi Reyna "kaga panas "gumam revana"hih Reva apaan sih gue nanya Ama Lo"kata Reyna "lah Lo sarap ,masih untung Lo dikasih hidup sama yang diatas malah kaga bersyukur ngarep mati Lo"kata revana
Sedangkan reyna hanya nyengir dengan watados nya "ya ngga gitu rev gue bingung aja kenapa tiba tiba Rio dorong gue ya"kata reyna bingung
Revana juga sempat berfikir kenapa Rio mendorong Reyna
Sedangkan dilain tempat
Beni duduk di sofa usang tepatnya ada di rooftop
Dia memandang panasnya kota Bandung siang hari itu ,fikirannya menerawang
Dia merasa ada yang hilang dari dirinya tapi apa?
Tiba tiba seseorang mengagetkannya dari belakang
"Anjing Ben"teriak seseorang
Beni sontak menoleh "lu anjingnya "kata beni kesal bisa bisanya seseorang mengganggu dia saat sedang menerawang entah apa itu
"Ngelamun aja Ben"kata Arsya
Ya dia adalah Arsya teman beni
"Sya gue kok ngerasa ada yang ilang ya dari diri gue"kata beni lirih "apanya yang ilang ?"tanya Arsya "maka dari itu sya gue bingung ,gue ngerasa gue ga inget kejadian beberapa tahun lalu"kata beni
Arsya terkejut mendengar penuturan sahabatnya itu "yakali Lo amnes "kata Arsya beni hanya terdiam
Tak lama kara ,Bagas dan Toni juga ikut bergabung
"Bang Ade Lo cakep "kata Toni memandang Reyna yang sedang tertawa bersama revana Reno dan Angga dilapangan ..
"Hm"balas beni
Beni yang awalnya melamun langsung melotot ke arah Bagas
"Hehe Piss bang "kata Bagas sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V
Kara hanya terdiam mendengarkan mereka "diem diem Bae"kata Arsya
"Males ngomng ya gitu bang ,ga dapet jatah "kata Toni asal
"Jatah jatah pala lu petang"kata kara sambil mendorong kepala toni
Arsya tertawa melihat pertengkaran mereka
Sedangkan beni tetap diam sambil menatap adiknya yang sedang tertawa
Tapi dibalik tawa itu beni bisa melihat luka yang mendalam dari mata Reyna
Tak lama bel masuk berbunyi
Kara dan yang lainnya sudah turun sedangkan beni masih setia berada di rooftop .
Terkadang kita butuh sunyi walau sejenak
🦋🦋🦋🦋
"Anggaaaa,balikin buku gue woyyy ngggaaa"revana mengejar Angga sambil berteriak-teriak karena Angga mengambil buku biologi nya
Masalahnya Reva sedang menyalin PR milik Reyna
Sedangkan Reyna hanya duduk disebelah Reno sambil menonton aksi kejar kejaran Angga dan revana
"Rey "panggil reno
Reyna menoleh "kenapa?"
"Emm gini jadii"kata Reno gugup
"Gausah gugup ren biasa aja kalemin "- balas Reyna
"Kalo gue ngomong gue suka Lo gimana?"kata Reno lirih tapi masih bisa didengar Reyna
__ADS_1
Reyna terkejut mendengar perkataan Reno ,heyy ayolah seorang Reno Rafahriansyah suka sama reynanda livera seorang perempuan lemah dan rapuh ,tapi Reyna berusaha menetralkan ekspresi nya
"Suka tinggal suka ren elah pake pamit segala lu pikir gue emak lu pake pamit pamitan "kata Reyna santai
Reno yang terkejut mendengar balasan Reyna langsung tertawa terbahak bahak melihat Reyna yang sebenarnya merasa tak nyaman itu
"Lah ketawa"kata Reyna
"Iyalah lagian gue becanda ***** lu nya serius "kata Reno sambil memegang perutnya yang sedikit sakit karna tertawa
"Kalo ga serius ga nikah nikah gue "balas Reyna "lagian siapa juga yang mau sama anak broken home kek lu "kata seseorang dibelakang Reyna
Itu bukan Reno ,Reva ataupun Angga
Tapi itu
Aldo
Masih inget Aldo kan
Reyna yang mendengar itu langsung diam sedetik kemudian tertawa hambar "iya siapa juga yang mau sama anak broken home kek gue yakan do "kata Reyna
Aldo yang hanya bercanda pun merasa tak enak "maaf gue becanda doang Rey "kata Aldo
"Iya tapi sayangnya bercanda Lo ga lucu!"bentak Reyna sambil keluar kelas
Seketika Reno Angga dan Reva langsung terdiam melihat Reyna Aldo yang merasa bersalah pun mengejar Reyna
Reyna berlari ke arah tangga rooftop
Dan sampailah Reyna di rooftop dia melihat sesosok laki laki duduk di sofa usang memunggungi nya
Dia kenal siapa lelaki itu
Ya kakaknya lah siapa lagi si beni iya
"Kak beni"merasa dipanggil beni menoleh "Napa disini masuk kelas Sono"kata beni menoleh lalu menghadap depan lagi
Reyna langsung duduk disamping beni "kak emang gue anak broken home ya"tanya Reyna menatap lurus kedepan
"Why?broken home orang tua Lo masih utuh dek "kata beni
"Iya mereka utuh tapi anak mereka tu kak beni bukan Rey,Rey ngerasa Rey selalu salah Dimata ayah sama bunda sebenernya Rey tu anak mereka bukan sih kak ,jujur Rey cape kak usaha Rey gapernah dihargai ,Rey berusaha jadi orang lain demi ngebanggain mereka tapi?apa kak mereka tetep ga harhgain Rey
Kalo boleh milih ka Rey ga berharap dilahirin dari rahim bunda Rey juga ga berharap hidup di antara kalian semua Rey cukup kuat sampai sini kak Rey nyerah Rey mau balik ke pribadi Rey sendiri aja "kata Rey
Beni tercekat ,seorang Reyna yang cerewet bicara tentang keluhan hidupnya
"Terus gue Harus gimana?!Lo fikir hidup ayah sama bunda cuman buat Lo kah Rey? Ga Rey Lo tu juga harus mikir mereka juga punya kehidupan masing masing lagian siapa juga yang nyuruh Lo berubah jadi orang lain ga ada kan "kata beni datar
Reyna tidak menyangka kakaknya bicara begitu pada Reyna
"Eheh bener kata kakak gue bukan hidup mereka hidup mereka seputar kak beni ya maafin Rey lupa ,yaudah makasih ya kakak ku terseyeng udah mau dengerin Adek ga berguna Lo ini curhat thenkyu Rey cabut daaa"kara Reyna sambil berlalu pergi
Bolehkah Reyna berbicara bahwa dia lelah kecewa sakit
Semua itu bersatu di hatinya membuat beberapa goresan disana
(。◕‿◕。)➜
Hoba gue balik dong dengan tampang pas Pasan ,karya yang belum sempurna pastinya
Maafin kalo cerita ini makin kesini makin gaje sory banget geng ,author sendiri baru kali ini nulis novel ginian
Jadi maafin ya
Terus waspada author kan juga manusia ni jadi author banyak salah typo mksdnya iye waspada typo ya
Kalo ada bagian typo kalian komen aja nanti biar chapter selanjutnya ga typo lagi
Kalian bisa like coment and vote biar author makin semangat
Makasih ya udah dengerin bacotan gaguna author hehe
Byee
Se you next time
And
NEXT chapter cihuyyy
__ADS_1