
Jika sudah menyangkut perasaan
Kuakui aku lemah
_Beni liodora _
💢💢💢💢💢💢
Seketika semua orang yang ada di ruangan itu panik
Kara langsung keluar memanggil dokter
Tak lama kemudian dokter masuk ,dan semua orang yang ada didalam ruangan keluar
"Kalo sampe Rey kenapa Napa ,inget beni sama Rey gapunya orang tua"kata beni dengan suara rendah
Beni panik sangat panik bagaimana tidak?adiknya sudah cukup terluka dengan tidak dianggap oleh kedua orang tuanya dan dirinya malah membentak dia dan membuatnya harus sampai berubah total
Jujur beni sangat menyesal
"Jaga sopan santun kamu beni ,kami ini orang tua kamu sampai kapanpun kami akan tetap jadi orang tua kamu"kata Dion dengan suara rendah
"Cih orang tua katanya ,kalian orang tua beni?cuman beni?ga dengan Rey ,jadi beni ingetin sampai kapanpun jangan pernah anggap beni anak sampai kalian bisa anggap Rey anak kalian "kata beni tersenyum sinis
Tak lama dokter keluar
"Gimana dok adik saya?"tanya beni
"Saudari Reyna ,mengalami pendarahan dalam mungkin tadi kepalanya terbentur dan saya juga melihat ada bekas jaitan yang terbuka kembali ,lalu kenapa pipinya membiru ada yang melakukan kekerasan? Seharusnya pendarahan itu tidak terjadi jika saudari Reyna tidak mengalami kekerasan di sekitar kepalanya "jelas dokter
Beni langsung menatap kedua orang tuanya tajam "puas ha puas kalian buat Reyna begitu ,dan lagi, bunda ga punya hati Reyna tu anak bunda Bun dia lahir dari rahim bunda dia juga anak ayah darah daging kalian darah kalian mengalir di tubuh Rey dan kalian tega begini "kata beni
Liora hanya menunjukkan tatapan kosongnya jujur dia sakit hati melihat anaknya begini ,tapi dia bisa apa setiap melihat wajah Reyna dia seakan membenci gadis itu tanpa alasan
"Jaga ucapan kamu ya anak saya cuman kamu tidak dengan gadis didalam itu dia hanya anak pungut "bentak Dion
"CUKUP OM,om emang ga punya hati nurani ,Reyna itu anak om bukan anak pungut "kali ini bentakan itu berasal dari kara
Bagas dan Toni hanya diam ,sedangkan Arsya sudah mengepalkan tangannya
Dan tak lama kemudian
Bugh
Bugh
Bugh
"****** Lo ******** ,setelah Lo bunuh mamah gue sekarang Lo sakitin anak Lo sendiri ,******* "bentak Arsya setelah memukul Dion berkali kali
Seketika semua orang diam
"Maksud kamu apa Arsya berani sekali kamu bicara begitu"bentak liora
"Tante denger ya udah cukup Arsya mendem ini ,om Dion ini suami mamah saya Renita Anggara dulu saat saya berumur 13 tahun dia tiba tiba datang ditengah keluarga bahagia saya ,ayah saya yang tau bahwa mamah dan dia selingkuh akhirnya meninggalkan saya dan mamah ,dan Tante tau setelah satu tahun kemudian mereka menikah ,dan beberapa bulan kemudian mamah saya hamil di umur yang sudah tidak sepantasnya hamil waktu itu saya sudah kelas 9 SMP ,tak lama kemudian lelaki ******** ini datang ke rumah dan marah marah pada mamah sampai akhirnya dia menendang perut mamah yang sudah mengandung 3 bulan ,Tante bisa bayngin gimana sakitnya sya Tan ,mamah pendarahan hebat dan dengan bodohnya saya meminta tolong pada lelaki ******** itu tapi dia malah pergi dengan perempuan entah siapa ,dan beberapa jam kemudian mamah dan adik saya dinyatakan meninggal dunia "kata Arsya yang sudah berkaca kaca
Liora terkejut mendengar penuturan itu ,Dion menatap tajam Arsya "jangan percaya dia dia bohong "bentak Dion
"Cuih,bohong kata Lo sekarang gue berani sumpah kalo Lo yang lakuin bener Reyna bakalan sadar bentar lagi tapi kalo Lo ga lakuin gue bakalan mati abis ini"kata Arsya tegas
Setelah mengucap itu
Suster keluar dari ruangan reyna "dokter ,detak jantung pasien normal kembali dok "kata suster
"Alhamdulillah yasudah ayo biar saya periksa "kata dokter sambil masuk ke ruangan
Arsya tersenyum sinis "gimana masih mau bukti lain?gue ada"kata Arsya
Dia mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin beserta surat dan foto kecil pernikahan,dan buku nikah
"Lihat cincin ini,disini tertera pembelian cincin ini atas nama Dion cardalos liodora dan Renita Anggara ,dan foto ini liat ini Lo sama mamah ,dan buku nikah ini disini tertera dengan jelas kalo nama Lo ada disini anjing" bentak Arsya
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1
"Selebihnya gue ga nyangka ayah yang gue bangga bangga in selama ini ga lebih dari seorang pengecut !, pembunuh!dan buaya darat"bentak beni setelah memukul Dion habis habisan
Liora hanya terdiam menangis
"Tangisin aja bun biar bunda juga ngerasain gimana sakitnya Reyna dikhianatin sama keluarga sendiri dan gak dianggap beni ga mau jadi senderan bunda benin udah terlanjur kecewa sama bunda ,beni pamit "kata beni
Disusul
Toni
Bagas
Dan yang terakhir
Arsya dengan dihadiahi tendangan diperut Dion
Liora menatap suaminya kecewa ,hatinya sangat sakit mendengar itu
Dion dari tadi sudah pingsan saat dihadiahi tendangan terakhir dari Arsya
Liora memanggil suster dan Dion pun segera di bawa ke UGD
Liora masih setia menunggu didepan
Dia masih ber argumen kenapa dia bisa membenci anaknya sendiri Reyna ?
Bukankah dia yang merasakan sakit saat melahirkan Reyna?
Bukankah dia sendiri yang memberi asi pada Reyna?
Bukankah dia yang selalu menggendong dan menemani Reyna tidur ?
Lalu kenapa dia bisa membenci Reyna?
Jawabannya ada pada Dion
Dion yang sudah mempengaruhi liora untuk membenci Reyna ,didalam keluarga liodora anak perempuan dianggap sebagai suatu permasalahan dan salah satu anak dan menantu yang melahirkan anak perempuan tidak akan mendapat harta warisan
Dion yang memang haus akan harta ,saat dia tau bahwa anak keduanya ini lahir perempuan dia langsung marah dan memikirkan berbagai cara agar dia bisa melenyapkan putrinya itu
Tapi saat sudah menyusun. Rencana matang matang ,rencana itu digagalkan oleh Liora
Dan kalian tau?
Tentang kaki beni yang terinjak sepeda sampai berdarah itu hanya akal akalan Dion
Flashback
"Rey ,mau belajar sepeda ga"tanya Dion pada Rey kecil ,
Rey kecil yang masih polos itupun mengangguk
"Kita sambil main kecelakaan kecelakaan ya ,nanti ceritanya Reyna yang nabrak kak beni dari jauh "kata Dion pada Reyna
"Tapi yah kasian kak beni kalo ditabrak pake sepeda "kata Reyna
"Yaudah diinjek aja kakinya pake sepeda nanti darahnya ayah pake darah palsu taraaa"kata Dion sambil mengeluarkan sebotol darah palsu
Reyna kecil mengangguk kesenangan begitu juga dengan beni
Liora waktu itu masih memasak di belakang ,sedangkan Dion sudah tersenyum smirk
Rencananya akan berhasil kali ini
Dan benar dugaannya rencananya berhasil
Beni dan Reyna memainkan perannya sangat hebat sampai Liora percaya bahwa Reyna benar benar melindas beni
Beni sudah berusaha menjelaskannya tapi liora sudah terlanjur marah
Dan sejak itu Liora membenci reyna
Flashback off
Dan untuk saat ini masih tidak diketahui kenapa liora membenci Reyna
Tak lama pintu UGD terbuka "ada yang bernama Reyna disini?"tanya dokter
"Reyna?dia pasien di ruangan sebelah dok ,kenapa memang "tanya Liora
__ADS_1
"Pasien terus memanggil nama Reyna "jelas dokter
Liora berjalan ke arah ruangan reyna
Saat pintu terbuka disana dia melihat Reyna yang terbaring lemah dengan wajah pucat dan dikelilingi oleh kakak dan sahabat kakaknya itu
"Mau apa anda kesini"tanya beni dingin
"Kak gaboleh gitu ini bunda loh"kata Reyna dengan suara lemah dan parau
Liora yang melihat itu tak mampu membendung air matanya lagi
Dia langsung berlari menuju brankar dan memeluk Reyna
Reyna tersenyum lalu membalas pelukan bundanya
Dia sangat merindukan pelukan itu "maafin bunda Rey,bunda egois bisa percaya sama ayah kamu begitu sja ,maafin bunda"kata liora sambil terisak
"Gapapa bunda Rey udah maafin bunda sama ayah ko "jelas Rey sambil tersenyum
"Ayah kritis Rey dia manggil manggil nama kamu makanya bunda kesini buat nemuin kamu,kamu maukan ketemu ayah bentar aja setelah ini terserah kamu mau benci ayah sama bunda juga gapapa"kata liora
Reyna menatap beni ,beni hanya terdiam lalu dia beralih ke Arsya ,dan Arsya juga sama dengan beni
Lalu beralih ke kara ,kara menaikkan satu alisnya "kenapa?"tanya kara
"Emm boleh ya kar "tanya Reyna dengan pupy eyes nya
"Lah kok gue nanya aja sama bang beni sama bang Arsya noh"kata kara
Reyna mendengus kesal
Lalu dia berusaha turun sendiri dari brankar tapi saat ingin berdiri tiba tiba kepalanya terasa pusing yang sanagt amat
"Awh"rintih Reyna ..
Beni dan Arsya yang diam langsung membantu Reyna Arsya mengambil kursi roda dan beni memegangi Reyna
"Yuhu makasih Abang abng "kata Reyna
🦋🦋🦋🦋
Author capek inimah
Ga mood nulis ,kapan kelarnya ya kalo nulis sesuai mood
Oh ya kalian yang dirumah aja staysave ya jangan lupa doain kakak² yang turun langsung ke jalan buat keadilan
Negara ini haus akan keadilan ,sekarang Pancasila yang berlaku di Indonesia cuman empat sila kelima nya hilang entah kemana
Dan sekarang Indonesia sedang berkabung , DPR sudah kehilangan akal sehatnya ,semua mahasiswa di penjuru Nusantara turun kejalan langsung untuk menyuarakan suara rakyat pada wakil rakyat yang tidak punya otak itu
Dan buat kalian yang ga turun langsung ke jalan ,tetep dirumah aja ya doain kakak ² yang berjuang
Dan buat kakak² yang berjuang semangat kak 😊 disini banyak yang dukung kakak
Jaga kesehatan juga ya kak
Oke sekian dari author
Jangan lupa like coment and vote ya
Maaf typo bertebaran jadi harus koreksi lagi boleh komen kalo ada yang typo ya
Maksih
NEXT part yuuuu
@istri sahnya min yoongi
#tolakomnibuslaw
#mositidakpercaya
#salamkpopersindonesia
Maafjn kalo tagarnya salah hhe
Author rada ngasal soalnya :)
__ADS_1