Goresan Hati

Goresan Hati
Setiap yang Hidup Pasti Akan Mati.


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


..."الى كل الآلام التي تواجهها ، اصبر وتحمل ، لأن الله يعلم أين حدود مقدرتك."...


...✨Untuk semua kepedihan yang kau alami bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu dimana batas kemampuanmu.✨...


12 tahun yang lalu.


Sore ini hujan mengguyur di sebagian wilayah Jakarta di sertai angin kencang yang meniup menerpa bangunan dan pepohonan di tempat nya.


Semua orang menepi mencari perlindungan dari deras nya air hujan serta terpaan angin yang membuat manusia kedinginan.


Namun, berbeda dengan seorang anak perempuan berkerudung kuning yang masih berumur 5 tahun itu tengah memandang gundukan tanah seraya berjongkok memeluk kedua lututnya.


Bibir itu tak berucap, namun mata nya terus mengeluarkan air mata serta bercampur dengan air hujan.


"Aira..!!" Panggil seorang laki-laki remaja berusia 17 tahun yang tengah berlari ke arah nya.


Namun sang pemilik nama tak sedikitpun mengubah posisi duduk nya, ia masih nyaman dalam posisi nya saat ini.


"Aira ! kenapa kamu hujan hujanan seperti ini ??" Tanya laki-laki itu saat posisi nya sudah berada di dekat tubuh mungil Aira.


"Kenapa kak ? kenapa Abah dan Umi meninggalkan Aira ? apa mereka tidak tidak dengan Aira ??" Bukan nya menjawab pertanyaan dari sang kakak, justru ia balik bertanya pada sang kakak dengan wajah sembab.

__ADS_1


"Aira, Kenapa kamu berbicara seperti itu ? tentu Abi dan umi sangat menyayangi mu." Tegur sang kakak bernama Adnan.


"Lalu kenapa mereka tega meninggalkan Aira hiks..Aira kangen Abi sama umi kak hiks..hiks.." Tangis Aira pecah namun teredam dengan suara hujan yang begitu deras.


Sungguh ! hati Adnan begitu hancur melihat adiknya seperti ini.


"Kakak, bukan kah manusia itu terbuat dari tanah ? ayo kita buat Abi dan umi dari tanah lagi kak. Aku ingin Abi dan umi kembali." Kata Aira seraya mengambil sejumput tanah di dekat nisan kedua orang tua nya.


Hati Adnan bertambah sesak, seperti di timbun ribuan ton batu saat mendengar ucapan adik kecil nya yang begitu pintar.


"Sayang..dengarkan kakak. Tidak ada satu pun dunia ini yang abadi, semua nya akan kembali pada Tuhan. Tidak ada satupun di dunia ini yang benar-benar milik kita, termasuk raga ini sayang, semua nya akan dikembalikan pada sang pencipta."


"Termasuk Abi dan umi yang sudah kembali kehadapan sang pencipta. So adik kakak yang paling pintar jangan pernah mengatakan hal itu lagi ya sayang.." Tutur Adnan lembut.


"Bukan kah Aira ingin Abi dan umi bangga memiliki anak seperti Aira ?" Tanya Adnan seraya menatap wajah sang adik.


Aira hanya mengangguk dengan mulut yang masih sesenggukan.


Keadaan kakak beradik itu sama-sama basah kuyup akibat terpaan hujan dan semilir angin yang meniup tubuh hingga terasa begitu menusuk kulit sampai menembus tulang.


"Maka Aira harus bisa mengikhlaskan Abi dan Umi. Mereka sudah bahagia di sisi Tuhan. Kini saatnya Aira tunjukkan pada Abi dan Umi kalau Aira anak yang hebat. Aira harus menjadi anak yang kuat dan ceria supaya Abi dan Umi senang melihat mu sayang." Ucap sang kakak sambil memegang kedua bahu mungil itu seraya diiringi dengan senyuman.


"Apakah jika Aira bahagia Abi dan Umi juga akan bahagia di sana ?" Tanya Aira sambil mengerjapkan mata saat air hujan itu terus mengguyur seluruh tubuh dan memasuki mata.

__ADS_1


Adnan mengangguk pasti mendengar pertanyaan sang adik.


"Tentu sayang, Abi dan Umi juga ikut bahagia jika Aira bisa melanjutkan hidup dengan bahagia seperti saat ada Abi dan Umi."


"Benarkah ?" Tanya Aira lagi memastikan.


"Tentu sayang.." Jawab singkat Adnan namun begitu lembut.


"Kalau begitu, mulai saat ini Aira akan terus bahagia supaya Abi dan Umi bahagia dan bangga punya Aira." Ucap Aira yakin sambil menatap pasti wajah sang kakak.


Adnan pun tersenyum dan memeluk tubuh dingin itu.


"Sekarang, mari kita pulang dan mandi air hangat supaya Aira tidak sakit." ucap sang kakak sambil membopong tubuh mungil itu untuk beranjak dari sana.


Aira tak menjawab, namun ia juga tak memberontak dengan perlakuan kakak nya, yang artinya Aira menyetujui permintaan sang kakak.


**Bagaimana cerita ini menurut kalian ??


Jangan lupa tinggalkan jejak**...


...❤️❤️❤️...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter 👋


__ADS_2