
...بسم الله الرحمن الرحيم...
...لا تهتم بالأشخاص الذين يؤذونك ولا تؤذي من يهتم لأمرك...
Jangan mempedulikan orang yang melukaimu dan jangan melukai orang yang peduli padamu.
...🌷🌷🌷...
Malam kelam telah sirna, kini langit berganti terang benderang berkat datang nya sang mentari dari ufuk timur.
Lautan manusia dari belahan bumi ini tengah bersiap untuk melakukan aktivitas rutin nya.
Seperti Aira, saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus setelah tadi menyelesaikan pekerjaan rumah.
Tak berselang lama Aira keluar dari kamar dengan pakaian rapi menutup aurat, ia menggunakan gamis berwarna hitam dipadukan dengan kerudung berwarna gold membuat nya terlihat tegas dan berkelas.
"Assalamualaikum, pagi kakak." Ucap Aira saat sudah berada di depan meja makan yang sudah ada Adnan di sana.
"Waalaikum salam, Pagi sayang. cantik banget adek ku ? bikin gemes pengen cium." Ucap Adnan kemudian mencium pipi Aira.
"Issh kakak.. air liur nya nempel di wajah Aira..!" Rengek Aira sembari mengelap bekas kecupan Adnan di pipi.
Adnan hanya menanggapi dengan kekehan saat melihat Aira yang menurut nya sangat menggemaskan.
"Segera sarapan sayang, nanti kamu terlambat." Perintah Adnan saat melihat Aira akan mengeluarkan suara lagi, yang diyakini Adnan jika Aira sudah bicara maka tidak akan selesai selama 5 dekade peradaban manusia.
Aira kembali merapatkan bibirnya kemudian mengangguk menuruti perintah sang kakak.
Keduanya makan dalam diam seperti biasa, keheningan pun kembali menyapa keduanya.
Setelah beberapa saat Adnan lebih dulu selesai menghabiskan sarapan kemudian mengelap mulut menggunakan tissue.
"Aira mau berangkat bareng kakak atau naik mobil sendiri ?" tanya Adnan setelah bangkit dari tempat duduk nya.
"Berangkat sendiri aja kak, takutnya nanti Aira pulang sore karena ada tugas kelompok juga." Jelas Aira.
"Ya sudah kakak berangkat dulu sayang, Aira hati-hati dijalan, jangan melamun, jangan ngebut." Tutur Adnan bawel seperti biasanya.
"Iya, kakak juga hati-hati ya..Aira sayaaang banget sama kakak." Ucap Aira setelah menyelesaikan makan nya dan bangkit dari tempat duduk nya kemudian mendekati Adnan dan langsung memeluk nya.
Adnan pun tersenyum melihat sikap manja Aira kemudian mengelus puncak kepala Aira yang tertutup hijab itu dengan penuh sayang.
"Kak Adnan kenapa jadi kakak Aira sih ? Harus nya kak Adnan itu bukan kakak Aira." Tanya Aira tiba-tiba dengan bibir sedikit mengerucut.
Mendengar pertanyaan itu Adnan mengernyitkan dahi nya.
__ADS_1
"Kenapa sayang ? apa Aira nggak suka punya kakak seperti kak Adnan ?" Tanya Adnan lembut.
"Issh kakak, bukan itu maksud Aira." Saut Aira dengan mencebikan bibir nya.
"Terus kenapa Aira tidak ingin kak Adnan jadi kakak Aira hm..?" Tanya Adnan lagi dengan intonasi masih lembut seperti semula.
"Aira pengen nya kak Adnan bukan kakak kandung Aira biar kita bisa nikah." Jawab Aira sambil cengengesan.
Adnan langsung mendelik di tempat saat mendengar jawaban sang adik.
"Jangan ngaco ! pasti kebanyakan baca novel maka nya sampai mikir aneh." Jawab Adnan seraya menoyor kepala Aira.
"Ahahaha..bercanda kak, lagian kakak udah tua belum nikah juga. Kalo jadi bujang lapuk gimana ?" Saut Aira dengan di iringi tawa dari mulut nya.
"Mana ada seperti itu ! kakak ini tampan, pengusaha sukses. Banyak perempuan yang terang-terangan ngejar kakak, tapi kakak belum siap." Jelas Adnan pandangan nya menerawang jauh saat berkata di akhir kalimat nya.
"Kakak belum siap apa lagi sih ? semua nya sudah dapat, sekarang kakak tinggal menyempurnakan ibadah, dengan mencari wanita idaman kakak dan menjadikan nya pasangan sehidup sesurga."
Aira juga sangat menginginkan kakak nya bahagia dengan pasangan yang di pilih hingga menua bersama.
Namun entah mengapa sang kakak masih terus menunda, padahal setahu Aira ada seorang perempuan yang dekat dengan sang kakak, dan Aira tahu kalau Adnan mencintai wanita itu tapi Aira tidak tahu alasan nya mengapa sang kakak tetap belum mau menikah.
"Sudah sayang, jangan bahas itu lagi. kakak harus berangkat, nanti telat." Ucap Adnan sembari menyodorkan tangan kanan pada Aira untuk memberi Salim kemudian mencium kening sang adik.
"Ya sudah hati-hati kak." Ucap Aira setelah melepaskan tangan pada sang kakak.
Adnan mengangguk dan tersenyum..
"Assalamualaikum.." Ucap Adnan saat akan keluar rumah.
"Waalaikum salam.." Jawab Aira sembari tersenyum pula.
Kini tinggal Aira sendiri di rumah, dengan cekatan ia membereskan sisa sarapan barusan.
Selang beberapa menit, Aira telah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Akhirnya selesai juga." Gumam Aira pada diri sendiri.
Detik berikutnya Aira mengambil tas dari kamar kemudian berangkat ke kampus.
Saat ini Aira mengendarai mobil sendiri menuju kampus.
Ia menyetir dengan kecepatan sedang sesuai perintah kakak nya.
Dulu Aira takut naik kendaraan, tapi seiring berjalan nya waktu ia bisa mengatasi kecemasan nya hingga saat ini bisa menyetir sendiri.
__ADS_1
Butuh beberapa menit untuk sampai di kampus, kini Aira sudah berada di area parkir.
Saat Aira keluar dari mobil, tiba-tiba saja ia di hadang oleh teman kelas nya yang bernama Monica, wanita cantik yang selalu berpenampilan se ksi membuat sebagian pasang mata laki-laki menatap ke arah nya.
Ya.. tidak semua laki-laki menyukai wanita yang mengumbar aurat nya, mereka lebih memilih menundukkan pandangan saat melihat hal yang tidak layak menjadi objek.
"Sorry Mon, beri aku jalan untuk lewat." pinta Aira baik-baik.
"Ehh mau kemana Lo anak kampungan ? pake baju kegedean gini ! mau jadi sok alim Lo ? tau gak ? mata gue sakit liat penampilan Lo yang sok alim ini !!" Cecar Monica.
Aira hanya tersenyum tidak tidak menanggapi perkataan Monica. Aira tidak ingin membuang energi dan waktunya hanya untuk berdebat dengan orang yang salah.
Selain itu, ia juga teringat dengan nasehat Imam Syafi'i ra yang pernah berkata:
"Janganlah selalu berusaha menang di setiap perdebatan meski anda berada di posisi yang benar. Karena terkadang meraih hati jauh lebih utama daripada meraih posisi."
Maka dari itu diam di tempat nya.
Monica semakin di buat geram saat Aira tidak membalas ucapan nya namun justru malah berusaha pergi.
"Hei Air ! ga usah sok belagu deh Lo ! lagian ga ada laki-laki yang lirik Lo dengan pakaian seperti itu." Ucap Monica seraya menelisik penampilan Aira dari atas hingga bawah dengan tatapan mencemooh.
"Lo liat deh cowok-cowok yang ada di sana ! mereka itu selalu liatin gue karena body gue yang seksoi gak kaya Lo !" Ucap Monica dengan bangga.
Sebelum menjawab Aira tersenyum kembali menatap Monica.
"Karena Wanita memang seharusnya tidak seperti bulan yang setiap orang bisa melihat tanpa tertutupi apa pun, tapi wanita seharusnya menjadi seperti matahari yang membuat mata tertunduk sebelum melihatnya." Ucap Aira begitu tegas.
Sedangkan Monica masih diam mencerna semua perkataan Aira.
"Maksud Lo ? Lo nyindir gue karena pakaian gue yang se ksi terus banyak orang yang lirik gue?? Iya ??" Tanya Monica dengan mulut berapi-api.
Aira menghela nafas nya berat.
"Itu lah alasan ku malas meladeni hinaan mu ! karena kamu bukan orang yang mengerti akan hal itu !"
"Seseorang ketika di beri kebenaran maka ada dua macam. Orang cerdas akan merenung sedangkan orang bodoh akan tersinggung." Setelah mengatakan itu Aira langsung bergegas dari sana saat melihat Monica masih melongo di tempat nya.
**Jangan lupa tinggalkan jejak..
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter 👋**
__ADS_1